PSIM Jogja kembali menelan kekalahan setelah takluk 0-1 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC. Hasil tersebut memperpanjang tren negatif Laskar Mataram menjadi lima kekalahan beruntun. Kartu merah yang diterima Ze Valente di menit ke-25 disesalkan pelatih.
"20 menit pertama main bola. Kita bermain sangat baik, rencana berjalan. Tapi tiba-tiba kita, ya, kena kartu merah, kita main 10 orang," kata pelatih karteker PSIM, Guntur Cahyo Utomo, saat jumpa pers usai laga, Selasa (20/10/2026).
Diketahui, laga antara Bhayangkara FC vs PSIM digelar di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa (20/10) malam. Laskar Mataram terpaksa bermain dengan 10 pemain usai Ze Valente diganjar kartu merah wasit menit 25.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lima kekalahan beruntun menjadi catatan buruk PSIM. Sebelumnya mereka kalah dari Persebaya 0-1, Madura United 1-2, Persija Jakarta 0-4, dan PSM Makassar 1-2.
Meski kekurangan pemain, Guntur mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Menurutnya, para pemain tetap menunjukkan ambisi dan komitmen untuk bertahan serta berjuang hingga pertandingan berakhir.
"Tapi, ya, sekali lagi, apresiasi untuk para pemain. Meskipun bermain 10 orang, mereka menunjukkan performa, mereka menunjukkan ambisi, mereka menunjukkan komitmen yang saya pikir luar biasa," terangnya.
Kekalahan dari Bhayangkara FC, menurutnya, membuat PSIM harus segera berbenah. Guntur menyebut timnya tidak memiliki banyak waktu untuk larut dalam kekecewaan.
"Pertandingan berikutnya, hanya berjarak empat hari dari sekarang sehingga kami tidak punya waktu untuk bersedih-sedih. Yang bisa kita lakukan adalah kami akan bersiap. Yang pertama yang akan kita lakukan memastikan kondisi para pemain," ucapnya.
Guntur menegaskan PSIM masih harus berjuang untuk keluar dari situasi sulit tersebut. Ia berharap timnya bisa segera meraih poin pada pertandingan berikutnya.
"Kita masih harus berjuang. Dan saya sepakat bahwa secepat mungkin, sedekat apa pun, kita akan mencari poin itu," tuturnya.
Sementara itu, striker PSIM, Nermin Haljeta, juga mengakui timnya datang dengan target meraih tiga poin. Namun, target tersebut gagal tercapai setelah PSIM harus bermain dengan 10 pemain.
"Kami datang ke sini dengan target yang jelas, yaitu meraih tiga poin. Sayangnya, dengan 10 pemain kami tidak dapat mencapainya," kata Haljeta.
Meski demikian, Haljeta tetap optimistis PSIM bisa segera bangkit. Ia meminta rekan-rekannya terus bekerja keras dan meningkatkan kemampuan untuk meraih kemenangan pada pertandingan selanjutnya.
"Saya 100 persen yakin bahwa kemenangan akan datang dan tidak ada keraguan tentang hal itu. Kami hanya perlu terus bekerja keras dan menuntut kemampuan yang lebih dari diri kami," pungkasnya.
