Momen Sultan HB X Cuci Muka di Petilasan Raja Jogja Pertama

Momen Sultan HB X Cuci Muka di Petilasan Raja Jogja Pertama

Tim detikJogja - detikJogja
Jumat, 10 Jul 2026 07:30 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat berkunjung ke situs Sendang Sumberan Japoh, Sragen, Kamis (9/7/2026).
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat berkunjung ke situs Sendang Sumberan Japoh, Sragen, Kamis (9/7/2026). Foto: dok. Pemkab Sragen
Jogja -

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengunjungi petilasan raja Jogja pertama, Pangeran Mangkubumi di Sragen. Sultan sempat terekam mencuci mukanya di sendang petilasan tersebut.

Salah satu lokasi yang dikunjungi Sultan HB X saat berada di Sragen yakni di Pandak, Krikilan, Goa Mangkubumi, Pesanggrahan Ponopatan di Katelan dan Sendang Sumberan Japoh.

Bersama Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, Sri Sultan menelusuri berbagai situs bersejarah di Sragen yang menjadi bagian dari jejak berdirinya Keraton Jogja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Video kunjungan Sultan itu jugadiunggah dalam akun IG @humasjogja. Dalam video itu nampak Sri Sultan tampak membasuh tangannya saat berada di Sendang Sumberan.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Sultan HB X juga terlihat menyimak dengan saksama saat mendapat penjelasan serta kisah yang disampaikan mengenai kedua situs tersebut.

"Sri Sultan berharap, keasrian alam di kawasan tersebut dapat terus terjaga, sehingga tetap menjadi ruang yang dekat dan dapat dinikmati masyarakat," demikian unggahan Pemda DIY di IG.

Sempat Cuci Muka di Sendang Sumberan

Tak hanya membasuh tangan, Sri Sultan ternyata juga sempat membasuh muka di Sendang Sumberan. Momen ini diceritakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Sragen, Hargiyanto.

"Iya di situ tadi, iya. Tadi sempat cuci muka, cuci tangan, pokoknya yang jelas ini melihat membasuh tangannya seperti itu, membasuh tangannya. Karena memang di situ ada tujuh mata air yang mengalir dan memang potensial karena di situ ada 21 macam pohon gede-gede, pohon-pohon yang bisa menampung air," ujarnya kepada awak media, Kamis (9/7), dikutip dari detikJateng.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat berkunjung ke situs Sendang Sumberan Japoh, Sragen, Kamis (9/7/2026).Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat berkunjung ke situs Sendang Sumberan Japoh, Sragen, Kamis (9/7/2026). Foto: dok. Pemkab Sragen

Dia yakin lokasi itu akan viral usai dikunjungi Sultan HB X. Karena itu Pemkab Sragen berencana merehab area tersebut.

"Saya kira ini potensial sekali, terutama yang Sumberan tadi. Tahun 2027 insyaallah Pak Bupati akan merencanakan untuk merehab, tetapi merehabnya ya seperti-seperti itu tapi direhab yang baik. Saya melihat nanti akan viral, lha Pak Kanjeng Sultan cuci muka di situ saja ini nanti orang pasti besok pagi banyak yang ke situ," jelasnya.

Napak Tilas Jejak Pangeran Mangkubumi

Dia menjelaskan kunjungan Sultan HB X ke Sragen merupakan bagian Muhibah Budaya. Sultan HB X disebut napak tilas jejak Pangeran Mangkubumi di Sragen.

"Ya kan di sana kan yang dijelaskan yang pertama waktu kunjungan pertama Pangeran Mangkubumi, Mangkubumi HB I itu datang ke Sragen kan ke Pandak dulu, Krikilan. Diceritakan di sana riwayat bagaimana Kanjeng Mangkubumi dari Keraton Jogja, karena ada sedikit perselisihan, karena mungkin dengan Belanda, Hindia Belanda ya, akhirnya terus dia jengkar (pergi) dari Keraton terus lari ke Sragen," sambungnya.

Muhibah Budaya menjadi babak baru bagi hubungan sejarah antara Yogyakarta dan Sragen. Kegiatan ini dinilai sebagai jembatan penting untuk menyambung kembali tali persaudaraan atau seduluran batin Mataraman yang telah mengakar kuat sejak masa silam.

"Selama ini daerah Mataraman luar seperti Blitar, Tulungagung, atau Ponorogo sudah sering tersentuh kerja sama kebudayaan Jogja. Padahal Sragen ini adalah tempat awal mula perjuangan sebelum Keraton Jogja berdiri," ujar Hargiyanto.



(afn/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads