Cek Jadwal Puasa 9 dan 10 Muharram 2026 Versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU

Cek Jadwal Puasa 9 dan 10 Muharram 2026 Versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU

Nur Umar Akashi - detikJogja
Selasa, 23 Jun 2026 12:23 WIB
Ornamental Arabic lantern with burning candle glowing at night background. Festive greeting card, invitation for Muslim holy month Ramadan Kareem.
Ilustrasi Puasa 9 dan 10 Muharram 2026 (Foto: Getty Images/Choreograph (Konstantin Yuganov)
Jogja -

Tanggal 9 dan 10 Muharram adalah waktu yang istimewa bagi umat Islam. Pasalnya, pada kedua tanggal itu, ada puasa Tasua dan Asyura yang secara langsung diperintahkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Kapan kedua tanggal itu tiba?

Dilihat di laman resminya, Kementerian Agama menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Muhammadiyah via Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) juga mengumumkan tanggal tahun baru Islam yang sama.

Tanggal berbeda dipilih oleh Lembaga Falakiyah (LF) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dalam Surat Penjelasan Rukyah Muharram 1448 H Nomor 146/PB.08/A.II.11.13/13/06/2026, disampaikan bahwa hilal tidak terlihat. Alhasil, Dzulhijjah digenapkan (istikmal) dan Tahun Baru Islam 1448 H mulai pada Rabu, 17 Juni 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perbedaan awal tahun baru Islam 1448 H ini menyebabkan adanya dua jadwal puasa 9 dan 10 Muharram. Agar tidak salah, simak jadwal beserta niat dan keutamaannya berikut ini, yuk, detikers!

ADVERTISEMENT

Jadwal Puasa 9 dan 10 Muharram 2026

Pada dasarnya, umat Islam disunnahkan untuk puasa pada 9 dan 10 Muharram saja. Namun, para ulama juga membolehkan puasa pada 11 Muharram sebagai bentuk kehati-hatian.

Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid di bukunya, 33 Faedah Terkait Bulan Muharam dan Hari Asyura, menulis:

"Tidak mengapa seseorang juga berpuasa sehari sebelum hari Asyura dan juga sehari setelahnya sebagai bentuk kehati-hatian dan antisipasi jangan-jangan bulan masih kurang atau dikarenakan ada keraguan dalam persoalan hilal awal penetapan bulan Muharram dan dikhawatirkan terjadi kekeliruan dalam penetapannya."

Pendapat ini memiliki landasan yang kuat. Imam Bukhari meriwayatkan hadits berikut dalam shahih-nya:

"Puasalah pada hari Asyura (10 Muharram) dan selisihilah Yahudi. Puasalah pada hari sebelum atau sesudahnya."

Nah, guna membantu detikers mengikuti sunnah Nabi SAW ini dengan sebenar-benarnya, berikut jadwalnya, baik versi pemerintah, Muhammadiyah, maupun NU:

Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

  • 9 Muharram 1448 H: Rabu, 24 Juni 2026
  • 10 Muharram 1448 H: Kamis, 25 Juni 2026
  • 11 Muharram 1448 H: Jumat, 26 Juni 2026

Versi NU

  • 9 Muharram 1448 H: Kamis, 25 Juni 2026
  • 10 Muharram 1448 H: Jumat, 26 Juni 2026
  • 11 Muharram 1448 H: Sabtu, 27 Juni 2026

Niat Puasa 9 dan 10 Muharram 2026

Niat adalah penentu sah tidaknya ibadah. Letak niat adalah di hati tanpa perlu diucapkan. Meski begitu, ada ulama yang menganggap pelafalannya sebagai sunnah.

Diambil dari laman resmi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), begini bacaan niatnya:

Niat 9 Muharram

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ غَدٍ ΨΉΩŽΩ†Ω’ أَدَاِؑ Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©Ω Ψͺَاسُوعَاَؑ Ω„ΩΩ„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin an-ada'i sunnatit Tasu'a lillahi ta'ala.

Arti: "Aku berniat puasa sunnah Tasua esok hari karena Allah SWT."

Niat 10 Muharram

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ غَدٍ ΨΉΩŽΩ†Ω’ أَدَاِؑ Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©Ω عَاشُورَاَؑ Ω„ΩΩ„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin an-ada'i sunnatil Asyura lillahi ta'ala.

Arti: "Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah SWT."

Berhubung keduanya adalah puasa dengan waktu terikat, detikers yang mengikuti pendapat sunnah membaca niat perlu membacanya sejak malam hingga sebelum Subuh. Apabila telat berniat, maka tidak sah puasa 9 dan 10 Muharram-nya, tetapi sah sebagai puasa Mutlak.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Keistimewaan Puasa 9 dan 10 Muharram 2026

Berdasar penjelasan di buku Ensiklopedi Amalan Sunnah di Bulan Hijriyah oleh Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi dan Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Luqman, berikut beberapa keutamaan puasa 9 dan 10 Muharram 2026:

1. Menghapus Dosa Setahun Lalu

Keutamaan puasa 10 Muharram alias Asyura adalah menghapus dosa setahun yang lalu. Dosa yang dihapus adalah dosa kecil menurut Imam an-Nawawi. Rasulullah SAW bersabda:

Ψ΅ΩΩŠΩŽΨ§Ω…Ω ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…Ω عَاشُورَاَؑ Ψ£ΩŽΨ­Ω’Ψͺَسِبُ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω Ψ£ΩŽΩ†Ω’ ΩŠΩΩƒΩŽΩΩ‘ΩΨ±ΩŽ Ψ§Ω„Ψ³Ω‘ΩŽΩ†ΩŽΨ©ΩŽ Ψ§Ω„Ω‘ΩŽΨͺِي Ω‚ΩŽΨ¨Ω’Ω„ΩŽΩ‡Ω

Artinya: "Puasa Asyura, aku memohon kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu." (HR Muslim no 1162)

2. Puasa yang Nabi SAW Bersemangat Melakukannya

Berdasarkan hadits riwayat Ibnu Abbas RA, Nabi SAW sangat bersemangat puasa pada hari Asyura. Bahkan, beliau sangat perhatian dan menyengaja melakukannya. Ibnu Abbas RA berkata:

Ω…ΩŽΨ§ Ψ±ΩŽΨ£ΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ§Ω„Ω†Ω‘ΩŽΨ¨ΩΩŠΩ‘ΩŽ Ψ΅ΩŽΩ„Ω‘ΩŽΩ‰ اللهُ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡Ω ΩˆΩŽΨ³ΩŽΩ„Ω‘ΩŽΩ…ΩŽ يَΨͺΩŽΨ­ΩŽΨ±ΩŽΩ‘Ω‰ Ψ΅ΩΩŠΩŽΨ§Ω…ΩŽ ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…Ω ΩΩŽΨΆΩ‘ΩŽΩ„ΩŽΩ‡Ω ΨΉΩŽΩ„Ω‰ ΨΊΩŽΩŠΩ’Ψ±ΩΩ‡Ω Ψ₯ΩΩ„Ω‘ΩŽΨ§ Ω‡ΩŽΨ°ΩŽΨ§ Ψ§Ω„Ω’ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ عَاشُورَاَؑ ΩˆΩŽΩ‡ΩŽΨ°ΩŽΨ§ Ψ§Ω„Ψ΄Ω‘ΩŽΩ‡Ω’Ψ±ΩŽ ΩŠΩŽΨΉΩ’Ω†ΩΩŠ Ψ΄ΩŽΩ‡Ω’Ψ±ΩŽ Ψ±ΩŽΩ…ΩŽΨΆΩŽΨ§Ω†ΩŽ

Artinya: "Aku tidak pernah melihat Nabi SAW benar-benar perhatian dan menyengaja untuk puasa yang ada keutamaannya daripada puasa pada hari ini, hari Asyura dan puasa bulan Ramadan." (HR Bukhari no 2006 dan Muslim no 1132)

3. Puasa Paling Utama Setelah Ramadan

Puasa pada bulan Muharram, termasuk tanggal 9 dan 10-nya adalah yang paling utama setelah puasa Ramadan. Hal ini disabdakan langsung oleh sang Khatamul Anbiya':

Ψ£ΩŽΩΩ’ΨΆΩŽΩ„Ω Ψ§Ω„Ψ΅Ω‘ΩΩŠΩŽΨ§Ω…Ω Ψ¨ΩŽΨΉΩ’Ψ―ΩŽ Ψ±ΩŽΩ…ΩŽΨΆΩŽΨ§Ω†ΩŽ Ψ΄ΩŽΩ‡Ω’Ψ±Ω Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩΨ­ΩŽΨ±Ω‘ΩŽΩ…Ω

Artinya: "Puasa yang paling afdhal setelah puasa Ramadan ialah puasa pada bulan Allah al-Muharram." (HR Muslim no 1163)

4. Pernah Jadi Puasa yang Diwajibkan

Sebelum dihukumi sunnah, puasa Asyura pernah diwajibkan. Namun, setelah kewajiban puasa Ramadan diturunkan, Nabi SAW tidak lagi mewajibkan puasa Asyura, tetapi juga tidak melarangnya.

Ibnu Umar RA berkata: "Nabi SAW dahulu puasa Asyura dan memerintahkan manusia agar berpuasa pula. Ketika turun kewajiban puasa Ramadan, puasa Asyura ditinggalkan." (HR Bukhari no 1892 dan Muslim no 1126)

5. Pahalanya Lebih Besar Ketimbang Puasa di Bulan Lain

Allah SWT menetapkan 4 dari 12 bulan Hijriah sebagai bulan suci/haram. Keempatnya adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Beramal shalih pada empat bulan ini insya Allah akan diberi pahala yang lebih besar.

Asy-Syaikh Zaid bin Hadi al-Madkhali berkata:

"Sungguh, jika memiliki kesanggupan, seorang muslim benar-benar dianjurkan untuk berpuasa di mayoritas hari pada bulan-bulan haram. Hal itu karena (1) keutamaan yang ada pada bulan-bulan tersebut (2) dan pahala yang besar jika mengerjakan puasa pada bulan-bulan haram." (Al-Afnan an-Nadiyyah, III/172)

Demikian jadwal puasa 9 dan 10 Muharram alias Tasua dan Asyura 2026 versi pemerintah, Muhammadiyah, maupun NU. Jangan sampai tidak mengamalkan, ya, detikers!



(num/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads