Duh, DPKP DIY Dicatut Penipuan Pesanan Katering Rp 8 Juta

Duh, DPKP DIY Dicatut Penipuan Pesanan Katering Rp 8 Juta

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Sabtu, 03 Okt 2026 12:38 WIB
Pemberitahuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan.
Pemberitahuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan. Foto: dok. DPKP DIY.
Jogja -

Kasus penipuan dengan modus memesan sejumlah makanan dan minuman yang mengatasnamakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ramai di media sosial (Medsos). DPKP DIY meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya orderan via telepon dan WhatsApp.

Kabar itu diunggah akun Instagram @merapi_uncover. Dalam postingan itu disebutkan jika korban menerima pesanan sebanyak 150 boks untuk dikirim ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY.

"Jadi ibu saya punva usaha catering kecil2an baru merintis,nah 3 hari yang lalu ibu saya dapat orderar dari seorang perempuan mengaku nama Della Calista dan mengaku sebagai karyawan di kantor Dinas pertanian dan ketahanan pangan kota Yogyakarta lalu memesan nasi box untuk dikirim ke dinas pertanian di tanggal 02 Oktober sejumlah 150 box dan di tanggal 05 Oktober sejumlah 200 box + air mineral kemasan 600ml dengan total tagihan -+ 8.000.000an," tulis keterangan dalam akun Instagram @merapi_uncover seperti dilihat detikJogja, Sabtu (3/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disebutkan jika pihak pemesan belum membayar uang muka atau down payment (DP). Selain itu, korban percaya karena pemesan menggunakan surat dengan logo DPKKP DIY.

"Ibu saya merasa percaya min walaupun belum di dp sama sekali,karna menggunakan surat spk dari dinas ybs dan lain sbg nya juga,tanpa basa-basi hari ini langsung di proses oleh ibu sy, setelah agak siang mbak2 yg pesan tsb telfon ibu saya dan minta untuk di belikan sekalian sovenir peralatan ibadah seharga 900.000,karna tidak pny banyak modal akhrnya kami tolak,akan tetapi mbak2 yg memesan tetap memaksa dan marah2 dg alasan sudah TTD spk," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Kepala DPKP DIY, Aris Eko Nugroho, saat dimintai konfirmasi mengaku telah mengetahui kejadian tersebut. Aris meminta masyarakat agar tidak mudah percaya jika menerima pesanan mengatasnamakan dinas.

"Njih (betul ada penipuan mencatut DPKP DIY). Kalau dari kami meminta masyarakat agar hati-hati dan tidak mudah percaya, apalagi hanya melalui WA (WhatsApp) atau telepon," katanya saat dihubungi detikJogja, Sabtu (3/10).

Aris pun menyayangkan adanya kejadian tersebut. Terlebih pelaku mencatut nama DPKP DIY dan menurutnya banyak kekeliruan dalam surat perintah kerja (SPK).

"Karena penipu melakukan berbagai cara dari nama dinas keliru, tanda tangan, kop keliru dan lain-lain," ujarnya.

Aris pun telah mengunggah pemberitahuan kepada masyarakat agar tidak menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan DPKP DIY di akun medsosnya.

"Kita di dinas juga sudah pasang peringatan di Instagram," ucapnya.

Terkait apakah akan membawa kasus penipuan itu ke ranah hukum, Aris mengaku belum bisa memutuskannya. Menurutnya, saat saat ini DPKP DIY tengah berkonsultasi dengan Biro Hukum Setda DIY.

"Karena kami lembaga, kami baru konsultasi ke biro hukum," katanya.



(ams/ams)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads