Tian Buron Kasus Pembunuhan Dekat SMAN 3 Jogja Ditangkap

Tian Buron Kasus Pembunuhan Dekat SMAN 3 Jogja Ditangkap

Adji G Rinepta - detikJogja
Selasa, 09 Jun 2026 18:21 WIB
Polresta Jogja merilis kasus pembunuhan pelajar di dekat SMAN 3 Jogja
Cerlurit barang bukti pembunuhan dekat SMAN 3 Jogja. Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja
Jogja -

Polresta Jogja berhasil menangkap salah satu buronan dalam kasus pembunuhan pelajar inisial AA (18) di dekat SMAN 3 Jogja. Satu buronan yang ditangkap itu adalah otak dari kaburnya keenam pelaku lain yakni pria inisial SR (19).

Kasat Reskrim Polresta Jogja Kompol Riski Adrian mengatakan SR alias Tian diamankan dua hari lalu di rumah salah satu rekannya di Gondokusuman, kota Jogja.

"Rupanya Tian ini setiap 3 hari berpindah-pindah tempat tinggal. Waktu saat kita melakukan penangkapan itu si Tian ini baru 3 hari di rumah kawannya itu, memang dia ini setiap 3 hari pindah-pindah untuk mengelabui petugas," ujar Adrian usai rekonstruksi kasus Daycare Little Aresha, Selasa (9/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan memang dari awal kejadian sampai kemarin tertangkap yang bersangkutan memang tidak pernah pulang ke rumahnya," sambung dia.

Adrian menjelaskan, dalam kasus ini SR berperan sebagai orang yang memfasilitasi atau membawa kabur para tersangka ke Cilacap, Jawa Tengah. SR sendiri merupakan alumni dari sekolah para tersangka dan termasuk anggota geng yang sama dengan para tersangka.

"Memang peran dari yang bersangkutan ini, memang para tersangka 3 orang yang kita tangkap di awal itu tidak mengenali orang yang ada di Cilacap. Penghubungnya itu si Tian," ungkap Adrian.

"Memang kalau menurut pengakuan si Tian, mereka salah satu dari orang yang di Cilacap itu pernah ke Jogja, pernah main-main ke Jogja, pernah ketemu sama Tian, sehingga saling kenalnya di situ. Pernah kopdar bareng, kopi darat bareng," imbuhnya.

Sedangkan untuk mobil yang dipakai SR membawa kabur para tersangka ke Cilacap, kata Adrian, adalah mobil sewaan. Mobil tersebut kini telah disita polisi.

"Nah ini yang lagi kita dalami (sumber dana operasional para tersangka), siapakah yang membiayai atau mereka solidaritas sesama mereka mengumpulkan uang ini lagi kita dalami," ujar Adrian.

Lebih lanjut Adrian bilang, SR juga seorang residivis kasus serupa. Namun kasus sebelumnya selesai dengan restorative justice (RJ).

"Si Tian ini beberapa kali juga sudah inkrah di pengadilan. Kemarin juga sempat bulan yang lalu melakukan hal yang sama, tapi dia turut membantu, tapi dia saat itu diselesaikan secara RJ, namun dia melakukan lagi perbuatan ini. Dia memang residivis," terangnya.

SR adalah satu dari empat orang pelaku yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Adapun tiga pelaku pembunuhan lainnya masih terus dikejar hingga kini.

Diberitakan sebelumnya, diketahui AA ditemukan tewas dekat SMAN 3 Jogja pada Minggu (17/5) lalu. Dia tewas dibacok usai berpapasan dengan 6 anggota geng di sekitar lokasi.

Polisi sudah mengamankan tiga orang tersangka dalam kasus ini. Mereka yang ditangkap yakni LTF (18) alias Lupek warga Gondokuman, YSF (18) alias Ucup warga Mlati, Sleman. Satu lagi pelaku masih di bawah umur inisial F (17) warga Sleman yang saat kejadian menjadi joki motor.

Sementara 3 pelaku pembunuhan dan 1 orang yang berperan menyediakan safe house bari pelaku masih dikejar. Dari empat orang itu, satu di antaranya merupakan otak dari kaburnya keenam pelaku lain yakni pria inisial SR.

Dari pemeriksaan ketiga pelaku yang sudah tertangkap, terungkap juga bahwa SR yang menyiapkan rumah untuk persembunyian pelaku.

"Dan yang bersangkutan yang menyiapkan rumahnya di sana. Karena yang kenal sama orang di sana, yang memiliki rumah itu yang turut serta membantu yang menyembunyikan," kata Adrian, Senin (1/6/2026).

Adrian saat itu mengatakan, polisi masih memburu SR yang diduga berperan penting dalam membantu pelarian para pelaku ke Cilacap. Penyidik juga masih mendalami hubungan SR dengan kelompok lain yang berada di lokasi persembunyian para pelaku.

"Mungkin nanti apabila sudah kita lakukan penangkapan, atau yang bersangkutan menyerahkan diri, sehingga kita baru bisa menggali apa hubungan dari yang bersangkutan dengan kelompok yang di Cilacap," tegasnya.




(dil/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads