Kawanan Pembunuh Remaja Jogja Diringkus di Sarang Gangster

Terpopuler Sepekan

Kawanan Pembunuh Remaja Jogja Diringkus di Sarang Gangster

Tim detikJogja - detikJogja
Sabtu, 23 Mei 2026 08:49 WIB
Polresta Jogja merilis kasus pembunuhan pelajar di dekat SMAN 3 Jogja, Jumat (22/5/2026).
Polresta Jogja merilis kasus pembunuhan pelajar di dekat SMAN 3 Jogja, Jumat (22/5/2026). Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja
Jogja -

Kawanan pembunuh remaja di dekat SMAN 3 Jogja pada Minggu (17/5) lalu diringkus polisi di sebuah rumah sarang gangster di Cilacap, Jawa Tengah. Polisi menyebut rumah yang ditinggali seorang remaja broken home itu jadi tempat berkumpulnya geng motor.

Kapolresta Jogja, Kombes Eva Guna Pandia, mengatakan ada tujuh pelaku dalam kasus ini. Enam orang merupakan anggota gangster yang membunuh korban dan satu lainnya merupakan orang yang menyembunyikan para pelaku. Tiga dari tujuh orang tersebut telah ditangkap. Empat lainnya masih buron.

Terungkapnya kasus pembunuhan tersebut menjadi salah satu berita yang banyak diakses pembaca detikJogja dalam sepekan terakhir ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalih Keliling 'Menjaga Wilayah'

Pandia mengungkapkan, kasus ini bermula saat para pelaku yang tergabung dalam Geng Voster mendengar kabar ada tawuran di Jalan Magelang.

"(Motif) Pelaku dari geng Voster mendengar adanya janjian tawuran di wilayahnya, kemudian (mereka) menjaga wilayahnya dengan berkeliling sekitar Jalan Magelang," kata Pandia saat rilis kasus di Mapolresta Jogja, Jumat (22/5/2026).

ADVERTISEMENT

Enam pelaku dengan tiga sepeda motor matik berangkat dari wilayah Gejayan lalu menyusuri Jalan Magelang. Saat melintas di sekitar simpang tiga Borobudur Plaza, rombongan pelaku berpapasan dengan rombongan korban.

"Selanjutnya dalam perjalanan ke arah selatan, rombongan pelaku mendekati korban sambil bertanya, 'Sekolah ngendi kowe?' dan dijawab oleh korban dengan kata-kata, 'Kepo'," ujar Pandia.

"Kemudian rombongan pelaku kembali bertanya, 'Sekolah ngendi kowe?' dan kembali dijawab oleh korban dengan kata-kata, 'Ora sekolah'," sambungnya.

Sampai di bundaran depan kantor Samsat, rombongan pelaku sempat berbelok ke arah berbeda. Namun, Pandia menyebut, korban yang saat itu berhenti kemudian berteriak ke arah rombongan pelaku sambil memutar-mutarkan sabuk gesper. Para pelaku pun berbalik arah dan mengejar korban.

"Korban melarikan diri ke arah timur menuju ke arah Abubakar Ali sambil berteriak, 'Voster'," ucap Pandia.

Motor Ditendang-Korban Dibacok

Akhirnya pelaku bisa mengejar lalu menendang motor korban hingga terjatuh. Korban yang terjatuh kemudian dibacok oleh salah satu pelaku.

"(Sabetan celurit) Mengenai bagian dada yang menembus di dada bagian depan sehingga terjadi pendarahan di dalam selaput jantung," kata Pandia.

Setelah itu rombongan pelaku kabur berpencar menuju titik kumpul di daerah Jalan Kaliurang.

"Rombongan pelaku langsung melarikan diri dengan berpencar menuju titik kumpul sekitar Jalan Kaliurang dan langsung menyimpan senjata tajam jenis celurit dengan cara dikubur di sebuah pekarangan rumah," ungkap dia.

Adapun korban saat itu sudah sempat berboncengan kembali dengan temannya. Namun, saat di kendaraan korban terjatuh hingga akhirnya ditolong warga untuk dibawa ke Rumah Sakit Panti Rapih menggunakan ambulans gereja dalam kondisi sudah tidak sadar.

Ngumpet di Sarang Gangster

Polisi kemudian meringkus tiga pelaku pembunuhan remaja inisial AA (18) itu di sebuah rumah di Cilacap.

Kasat Reskim Polresta Jogja, AKP Riski Adrian, mengatakan rumah itu juga jadi lokasi berkumpul anggota geng yang mengeroyok pelajar di Pandak, Bantul, Ilham Dwi Saputra (16) hingga tewas. Ilham dikeroyok pada Selasa (14/4) malam. Ilham meninggal lima hari kemudian.

"Iya (sama dengan tempat pembunuhan di Bantul). Tapi beda geng, tapi memang mereka punya ikatan kayak solidaritas tinggi banget," ujar Adrian kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).

Adrian menjelaskan, rumah itu milik seorang remaja broken home. Ia tinggal sendiri, sehingga banyak remaja yang bebas keluar masuk ke rumah tersebut.

"Rumah itu ada yang punya, namun si pemilik rumah itu, ini, cerai. Maksudnya si anak itu sendirian di sana gitu, broken home lah gitu. Jadi bebas orang masuk-keluar situ," tuturnya.

"Memang itu juga pas kita ketemuin RT/RW-nya, itu juga jadi permasalahan sebenarnya. Sudah menjadi apa ya, udah jadi penyakit masyarakat di situ. Masyarakat sudah sempat ingatin, namun orang tua dari pemilik rumah marah-marah dan sebagainya," tuturnya.

Adrian mengungkapkan, safe home tersebut memang merupakan tempat kumpul geng motor.

"Iya, benar. Karena waktu kita gerebek itu, itu banyak anak-anak. Banyak banget anak-anak, tapi memang hasil dari interogasi kan memang yang lain itu enggak terlibat gitu untuk kasus di kita. Tapi memang rata-rata kalau menurut keterangan dari Polsek sana itu rata-rata geng motor," tegasnya.

Kini polisi masih memburu para pelaku lain yang belum tertangkap.

"Kami mengimbau orang tuanya agar segera menyerahkan putranya, karena negara kita adalah negara hukum. Segala sesuatu perbuatan yang melanggar hukum, apalagi menghilangkan nyawa orang, maka akan kita proses sesuai aturan yang ada tentunya," kata Kapolresta Jogja, Kombes Eva Guna Pandia saat dijumpai di Mapolresta Jogja, Rabu (20/5).



(dil/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads