Musim depan, Derby DIY bakal tersaji di Super League antara PSIM Jogja dan PSS Sleman. Pelatih Laskar Mataram, Jean-Paul van Gastel, menegaskan dirinya tidak ambil pusing dengan rivalitas satu provinsi ini.
"Saya tidak ada kaitannya dengan Sleman. Terserah mereka menginginkan apa dan apa ambisi mereka," ujar Van Gastel kepada wartawan, Rabu (5/8/20260.
Pelatih asal Belanda itu menegaskan ingin fokus menyiapkan timnya sebaik mungkin jelang kompetisi dimulai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya fokus pada PSIM, itu saja," tegasnya.
Adapun sebelumnya, PSS Sleman mulai memanaskan mesin untuk menghadapi Super League 2026/2027. Super Elang Jawa membidik finis di posisi enam besar klasemen pada musim depan.
Target tersebut diungkapkan pelatih PSS, Pieter Huistra. Juru taktik asal Belanda itu optimistis timnya mampu mewujudkan ambisi tersebut.
"Enam besar. Saya rasa kami harus selalu memasang target yang tinggi," kata Huistra di Sleman, Kamis (16/7/2026).
Huistra menilai target itu bisa dicapai apabila PSS mampu membangun tim yang solid. Karena itu, ia menegaskan prioritas utama adalah membuat tim bermain baik.
"Kami sudah berbicara dengan manajemen dan prioritas nomor satu adalah kami harus bermain sepak bola dengan baik," ujarnya.
Menurut Huistra, PSS bakal memiliki kekuatan yang kompetitif apabila berhasil melengkapi skuad sesuai kebutuhan.
"Saya rasa jika kami bisa mendapatkan semua pemain yang kami inginkan, kami akan memiliki tim yang hebat," tegasnya.
Saat ditanya soal persaingan dengan rival sekota, PSIM Jogja, Huistra tak menutupi ambisinya. Ia menegaskan PSS harus mengakhiri musim di atas Laskar Mataram.
"Nah, itu sudah pasti. Pasti, kami di atas PSIM," ucapnya.

Komentar Terbanyak
Mahasiswa UGM Terancam Sanksi Buntut Hina Pasien BPJS Yurizal
Ancaman Sanksi Pemasang Pelang Jalan Malioboro Ilegal
Pelukis Jogja Nasirun Tutup Usia