FK UGM Usut Mahasiswi PPDS Viral Hina Pasien BPJS Nunggu 8 Jam

FK UGM Usut Mahasiswi PPDS Viral Hina Pasien BPJS Nunggu 8 Jam

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Rabu, 05 Agu 2026 18:57 WIB
Ilustrasi kamar rumah sakit
Ilustrasi kamar rumah sakit. (Foto: Getty Images/Tempura)
Sleman -

Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) buka suara terkait viralnya unggahan di media sosial yang melibatkan salah satu mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), Elda Putri Rahardini. FK-KMK UGM menyelidiki hal tersebut.

Dekan FK-KMK UGM, Prof dr Yodi Mahendradhata, menyampaikan permohonan maaf dan duka yang mendalam kepada atas meninggalnya Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS Kesehatan yang mengeluhkan harus menunggu kamar rawat inap selama delapan jam.

"Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) mencermati perhatian publik terhadap unggahan di media sosial yang melibatkan salah satu mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) FK-KMK UGM, dr. Elda Putri Rahardini, Ph.D., serta berbagai diskusi yang berkembang terkait dugaan pernyataan yang dipersepsikan sebagian pihak tidak mencerminkan empati terhadap pasien," ujar Yodi dalam keterangan tertulis yang diterima detikJogja, Rabu (5/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"FK-KMK UGM menyampaikan keprihatinan yang mendalam kepada keluarga almarhum serta permohonan maaf atas keresahan, ketidaknyamanan, dan berkurangnya kepercayaan publik yang timbul akibat beredarnya informasi tersebut," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Sebagai tindak lanjut, Yodi menyebut, FK-KMK UGM menyatakan telah melakukan penelaahan dan investigasi secara menyeluruh dengan mengumpulkan fakta, meminta keterangan dari seluruh pihak terkait, serta melakukan pemeriksaan sesuai mekanisme dan prosedur operasional yang berlaku.

"Berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan bahwa proses pemeriksaan berlangsung secara objektif, transparan, dan mengedepankan asas keadilan bagi seluruh pihak," terangnya.

Selain itu, Yodi menyampaikan fakultas juga berkoordinasi dengan berbagai pihak agar proses pemeriksaan berlangsung objektif, transparan, dan mengedepankan asas keadilan. FK-KMK UGM juga memberikan pendampingan kepada keluarga almarhum serta membuka ruang komunikasi untuk menerima masukan, klarifikasi, dan penyelesaian permasalahan.

Yodi menegaskan, fakultas juga menegaskan akan menjatuhkan sanksi apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran terhadap kode etik, disiplin profesi, maupun ketentuan akademik.

"Menjatuhkan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran terhadap kode etik, disiplin profesi, maupun ketentuan akademik," jelasnya.

Di sisi lain, Yodi menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan klinik, termasuk penguatan supervisi, pembinaan profesionalisme, peningkatan kualitas komunikasi antara tenaga kesehatan, peserta didik, pasien, dan keluarga pasien. Penguatan pendidikan etika profesi dan pelayanan yang berpusat pada pasien juga akan ditingkatkan melalui berbagai program pembinaan dan pelatihan komunikasi efektif.

"Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan klinik, termasuk penguatan supervisi, pembinaan profesionalisme, serta peningkatan kualitas komunikasi antara tenaga kesehatan, peserta didik, pasien, dan keluarga pasien," tutupnya.

Diketahui, akun @erudarahaadini milik Elda Putri Rahardini viral karena komentarnya bernada menghina pasien BPJS yang mengeluhkan menunggu 8 jam. Akun itu disebut-sebut merupakan tenaga kesehatan (nakes) di RSUP dr Sardjito. Namun, belakangan RSUP dr Sardjito membantah jika Elda adalah karyawannya.

"PP nya kayak orang Have tapi aslinya Haven't kah? haven't some brain cells," tulis akun @erudarahaadini mengomentari utas @yurizaltrich. Jika diterjemahkan "PP nya sih kayak orang berada, padahal aslinya nggak. Malah kayak nggak punya otak."

Sontak komentar itu mendapat tanggapan negatif dari netizen. Salah satu akun Threads bernama @sunyidibaliksenyum bahkan mengungkap identitas pemilik akun @erudarahaadini.

"Jejak digital para welcome to WALL OF FAME, manusia minim empati. kita mulai dari yang pertama dulu ya, ada dr. Elda Putri Rahardini, M.D., Ph.D., alumni UGM dan penerima beasiswa LPDP. semoga setelah ini jadi lebih bijak ya dokter erudarahaadini," tulis akun @sunyidibaliksenyum.



(apu/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads