RSUP dr Sardjito buka suara terkait adanya dugaan salah satu tenaga kesehatan yang berkomentar nyinyir di media sosial atas meninggalnya Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS Kesehatan. Yurizal merupakan pasien yang postingannya mengeluhkan harus menunggu kamar rawat inap selama delapan jam.
Sebelum berpulang, Yurizal sempat menuliskan curahan hatinya di media sosial Threads mengenai kesulitannya mendapatkan kamar rumah sakit. Namun, netizen justru menyoroti banyaknya komentar nirempati yang ada pada utas yang diunggah di akun @yurizaltrich, 23 Juli lalu.
"8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs," tulis @yurizaltrich dikutip detikJogja, Rabu (5/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari banyaknya komentar bernada menghina yang muncul, terdapat satu akun yang disebut merupakan tenaga kesehatan (nakes) di RSUP dr Sardjito bernama @erudarahaadini.
"PP nya kayak orang Have tapi aslinya Haven't kah? haven't some brain cells," tulis akun @erudarahaadini mengomentari utas @yurizaltrich.
Sontak komentar itu mendapat tanggapan negatif dari netizen. Salah satu akun Threads bernama @sunyidibaliksenyum bahkan mengungkap identitas pemilik akun @erudarahaadini.
"Jejak digital para welcome to WALL OF FAME, manusia minim empati. kita mulai dari yang pertama dulu ya, ada dr. Elda Putri Rahardini, M.D., Ph.D., alumni UGM dan penerima beasiswa LPDP. semoga setelah ini jadi lebih bijak ya dokter erudarahaadini," tulis akun @sunyidibaliksenyum.
Dimintai konfirmasi mengenai hal itu, Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan membantah Elda Putri Rahardini adalah nakes di RS dr Sardjito. Dia menyebut Elda Putri Rahardini adalah peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RS dr Sardjito.
"Setelah kita melakukan penelusuran ya terkait dengan IG kami, karena kami memang mengetahui, artinya Sardjito mengetahui adanya unggahan itu. Yang itu memang dilakukan oleh salah satu peserta didik ya. Jadi bukan pegawai RSUP Dr Sardjito. Dia adalah murni peserta didik ya," tegas Banu saat dihubungi hari ini.
"PPDS, jadi seperti yang sudah di-upload di media itu kan ada yang komen dia PPDS dan lain sebagainya, memang ya kita akui bahwa itu memang PPDS, gitu kan. Dia adalah murni peserta didik," sambung Banu.
Terkait tindak lanjut kepada yang bersangkutan, kata Banu, karena statusnya peserta didik maka harus dilakukan koordinasi dengan pihak fakultas asal yang bersangkutan. Termasuk soal penanganan selanjutnya.
"Jadi supaya ini lebih proporsional begitu ya. Kita tidak melihat potong-potongan, tapi kita akan melihat seperti apa sih sesungguhnya unggahan atau upload-an dari yang bersangkutan di media massa tersebut ya. Dengan adanya upload-an seperti ini kami ya cukup kaget," ujar Banu.
"Kita itu memiliki namanya Tim Pendidikan Bermartabat. Jadi tim ini ada dari Sardjito dan ada dari FK, tim ini nanti yang akan bergerak bersama. Jadi bukan kok parsial Sardjito bergerak sendiri, UGM bergerak sendiri, itu tidak. Tim Pendidikan Bermartabat inilah yang nanti akan memanggil, meminta klarifikasi kepada yang bersangkutan," imbuhnya.
Di sisi lain, Banu juga menegaskan jika kejadian meninggalnya Yurizal Tri Chaerawan lantaran harus menunggu kamar rawat inap selama delapan jam tidak terjadi di RS Dr Sardjito.
"Tidak terjadi di Sardjito dan (Yurizal Tri Chaerawan) bukan pasien Sardjito mas," pungkas Banu.

Komentar Terbanyak
Mahasiswa UGM Terancam Sanksi Buntut Hina Pasien BPJS Yurizal
Kuliah Tak Kunjung Lulus Bikin Mahasiswa Sleman Ngamuk Rusak Sana-sini
Ulah Pemotor Mabuk lalu Ngamuk Rusak Palang KA di Sleman