Lagi-lagi Geng Sadis Berulah di Jogja

Round-Up

Lagi-lagi Geng Sadis Berulah di Jogja

Tim detikJogja - detikJogja
Kamis, 21 Mei 2026 06:10 WIB
Seorang pemuda berinisial AA tewas dikeroyok geng di Jogja. Kasus ini menambah daftar kekerasan geng di DIY.
Ilustrasi geng motor sadis. Foto: Edi Wahyono
Jogja -

Pemuda berinisial AA (18) tewas karena ulah geng di Jogja. Pengeroyokan yang menyebabkan AA tewas menambah daftar ulah sadis geng di wilayah DIY setelah kasus tewasnya pelajar di Bantul dan aksi duel gladiator di Pakualaman bulan Maret lalu.

Diketahui AA tewas di dekat SMAN 3 Jogja pada Minggu (17/5) dini hari. Polisi telah menangkap 3 orang dalam kasus ini dan masih memburu 3 pelaku lainnya.

"Alhamdulillah, berkat doa rekan-rekan semua dan seluruh masyarakat, untuk pelaku pembacokan yang di Kridosono, tadi subuh, Kasat Reskrim beserta jajaran bergabung juga dengan Jatanras Polda berhasil mengamankan tiga orang pelaku di daerah Cilacap. Satu orang pelajar, dua orang sudah dewasa," ujar Kapolresta Jogja, Kombes Eva Guna Pandia saat ditemui di Mapolresta Jogja, Rabu (20/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awalnya AA sempat dikira korban klitih, namun sehari setelahnya Polresta Jogja memastikan jika korban tewas akibat dikeroyok anggota geng.

"Jadi kita tegaskan sekali lagi ini bukan klitih ataupun street crime," kata Pandia saat ditemui wartawan di Mapolresta Jogja, Senin (18/5).

ADVERTISEMENT

Pandia mengatakan hasil pemeriksaan sementara peristiwa itu dipicu saling tantang antar dua geng yang berujung penganiayaan. Adapun pelaku dan korban diduga tergabung dalam geng sekolah.

"Jadi itu bukan klitih. Itu adalah diawali dengan tantang-tantangan dua geng. Tantang-tantangan dari dua geng sehingga kejadian dini hari itu ada yang meninggal," tegasnya.

"Lukanya? Bermacam-macam, di dada, di samping sini (area perut) juga ada," ujarnya.

Kasus Tewasnya Pelajar Bantul hingga Duel Gladiator

Sebelum kasus ini, ada dua kasus lain terkait geng di DIY yang menyorot perhatian. Pertama kasus tewasnya pelajar di Bantul dan aksi duel gladiator sebagai syarat keluar geng.

Ilham Dwi Saputra (16) asal Pandak, Bantul akhirnya terungkap. Tujuh pelaku ternyata membunuh Ilham karena motif dendam antargeng.

Diketahui, Ilham dikeroyok pada Selasa (14/4) malam. Ilham harus menjalani perawatan intensif akibat luka yang dideritanya, dan dinyatakan meninggal lima hari kemudian.

Polisi kemudian menangkap delapan orang secara bertahap. Adapun ketujuh tersangka masing-masing berinisial BLP (18) warga Kretek Bantul, YP (21) warga Bambanglipuro Bantul, JMA (23) warga Pakualaman Kota Jogja, dan RAR (19) warga Bantul. Kemudian AS (21) warga Piyungan Bantul, ASJ (19), warga Kasihan Bantul, AIF warga Bambanglipuro, dan SGJ (19) warga Mantrijeron Kota Jogja.

Ilham disiksa secara sadis untuk melampiaskan dendam akibat bentrokan antargeng. Korban ditantang via media sosial hingga akhirnya dibunuh.

"Motifnya dendam. Jadi memang ada perselisihan sebelumnya," kata Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto kepada wartawan di Polres Bantul, Selasa (28/4/2026).

"JMA ini juga melakukan penusukan 14 kali terhadap korban menggunakan gunting yang telah dipersiapkan dari rumah," ujarnya.

Sebelumnya lagi, warga digegerkan dengan adanya dua pemuda yang mengalami luka bacok. Keduanya ternyata dipaksa duel gladiator sebagai syarat keluar geng.

Duel berdarah antara dua kelompok pelajar terjadi di Pakualaman, Kota Jogja, Rabu (25/3) dini hari. Akibatnya dua orang mengalami luka bacok.

Ps Kasihumas Polresta Jogja Ipda Anton Budi Susilo menyebut kasus ini terungkap usai dua korban AP (18) dan RA (17) dilarikan ke RS Pratama karena mendapat luka bacokan pada Rabu (25/3).

Dari sana, didapati informasi jika mereka adalah korban aksi gladiatoran atau duel antar kelompok. Aksi gladiatoran itu merupakan syarat keluar dari geng.

"Menurut keterangan AP, bahwa RA dan MR (saksi) yang diduga ikut geng Vascal dan kedua orang tersebut ingin keluar geng namun oleh sesama Vascal tidak boleh keluar geng kalau belum ada fix atau gladiatoran (duel)," papar Anton saat dihubungi, Kamis (26/3/2026).

Akibat bentrokan itu, AP dan RA mengalami luka cukup parah. AP mengalami luka bacok pada pundak kiri, lengan kanan kiri, dan jari jempol tangan kanan, dan sempat dirawat di RS Wirosaban.

Sedangkan RA mengalami luka bacok pada dada samping kiri tembus paru-paru dan dirawat ke RS Pratama. Namun lantaran lukanya cukup parah, RA dirujuk ke RS Bethesda Yogyakarta.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Momen Ekskavator Terobos Tenda Pesta Pernikahan Warga di Sleman"
[Gambas:Video 20detik]
(afn/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads