Apakah Puasa Awal Zulhijah Harus Genap 9 Hari? Ini Hukum dan Keutamaannya

Apakah Puasa Awal Zulhijah Harus Genap 9 Hari? Ini Hukum dan Keutamaannya

Ikfina Kamalia Rizki - detikJogja
Rabu, 20 Mei 2026 09:53 WIB
Ilustrasi Puasa Zulhijah
Ilustrasi Puasa Zulhijah (Foto: Hello Aesthe/Pexels)
Jogja -

Memasuki bulan Zulhijah, umat Islam mulai mempersiapkan diri untuk menyambut Hari Raya Idul Adha. Namun, sebelum hari perayaan tersebut tiba, terdapat amalan sunnah yang bisa dilaksanakan. Salah satunya adalah puasa awal Zulhijah.

Biasanya, puasa sunnah ini dikerjakan mulai dari tanggal 1 hingga tanggal 9 Zulhijah. Anjuran puasa sunnah ini kerap dimaknai sebagai puasa selama sembilan hari penuh. Hal ini membuat sebagian orang merasa khawatir puasanya tidak sah manakala tidak bisa berpuasa sembilan hari lamanya.

Lantas, bagaimana sebenarnya hukum puasa awal Zulhijah? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut ini penjelasan lengkap mengenai hukum, niat, tata cara, hingga sunnah puasa awal Zulhijah yang perlu diketahui.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apakah Puasa Awal Zulhijah Harus Genap 9 Hari?

Puasa pada awal bulan Zulhijah merupakan salah satu amalan yang dianjurkan bagi umat Islam. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW berikut:

"Adalah Rasulullah SAW melakukan puasa pada sembilan hari bulan Zulhijah, hari Asyura, tiga hari setiap bulan, dan hari Senin Kamis pertama setiap bulan." (HR Ahmad dan Abu Dawud)

ADVERTISEMENT

Hadits tersebut menjadi salah satu dasar anjuran menjalankan puasa pada awal bulan Zulhijah, tepatnya sejak tanggal 1 hingga tanggal 9 Zulhijah. Kendati demikian, karena puasa awal Zulhijah termasuk dalam amalan sunnah, maka puasa ini tidak wajib dilakukan selama 9 hari berturut-turut.

Umat Islam tetap dapat menjalankan puasa hanya pada beberapa hari tertentu saja sesuai kemampuan masing-masing, utamanya pada 9 Zulhijah. Hal ini disebabkan karena 9 Zulhijah bertepatan dengan hari Arafah. Dalam hadits riwayat Muslim, disebutkan bahwa puasa Arafah bisa menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Pada tahun ini, umat Islam dapat melaksanakan puasa awal Zulhijah sejak Senin, 18 Mei 2026 (1 Zulhijah 1447 H) hingga Selasa, 26 Mei 2026 (9 Zulhijah 1447 H). Ini rinciannya guna memudahkan:

  • Senin, 18 Mei 2026/1 Zulhijah 1447 H: Puasa sunnah Zulhijah/Senin
  • Selasa, 19 Mei 2026/2 Zulhijah 1447 H: Puasa sunnah Zulhijah
  • Rabu, 20 Mei 2026/3 Zulhijah 1447 H: Puasa sunnah Zulhijah
  • Kamis, 21 Mei 2026/4 Zulhijah 1447 H: Puasa sunnah Zulhijah/Kamis
  • Jumat, 22 Mei 2026/5 Zulhijah 1447 H: Puasa sunnah Zulhijah
  • Sabtu, 23 Mei 2026/6 Zulhijah 1447 H: Puasa sunnah Zulhijah
  • Minggu, 24 Mei 2026/7 Zulhijah 1447 H: Puasa sunnah Zulhijah
  • Senin, 25 Mei 2026/8 Zulhijah 1447 H: Puasa Tarwiyah
  • Selasa, 26 Mei 2026/9 Zulhijah 1447 H: Puasa Arafah

Niat Puasa Awal Zulhijah Lengkap Tanggal 1-9

Sebelum melaksanakan puasa, umat Islam dianjurkan untuk membaca niat puasa terlebih dahulu. Hal ini penting dilakukan untuk meneguhkan hati dan meluruskan tujuan berpuasa, yakni beribadah kepada Allah SWT. Berikut ini adalah niat puasa awal Zulhijah, dikutip dari laman Nahdlatul Ulama Online Jawa Barat:

Niat Puasa 1-7 Zulhijah

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ Ψ΄ΩŽΩ‡Ω’Ψ±Ω Ψ°ΩΩŠΩ’ Ψ§Ω„Ω’Ψ­ΩΨ¬Ω‘ΩŽΨ©Ω Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©Ω‹ لِلّٰهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Latin: Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Zulhijah karena Allah ta'ala.

Niat Puasa 8 Zulhijah (Tarwiyah)

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ ΨͺΩŽΨ±Ω’ΩˆΩΩŠΩŽΨ©ΩŽ Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©Ω‹ لِلّٰهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta'ala.

Niat Puasa 9 Zulhijah (Arafah)

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ عَرَفَةَ Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©Ω‹ لِلّٰهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Latin: Nawaitu shauma 'arofata sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta'ala.

Tata Cara Puasa Awal Zulhijah

Pelaksanaan puasa awal Zulhijah sejatinya sama seperti puasa sunnah lainnya. Umat Islam dianjurkan makan sahur lebih dulu dan membaca niat sebelum menjalankan puasa.

Setelah itu, umat bisa memulai puasa sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari, dengan menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang dapat membatalkan puasa.

Amalan Sunnah Awal Zulhijah

Selain melaksanakan puasa sunnah, terdapat sejumlah amalan lain yang dianjurkan selama awal bulan Zulhijah. Dikutip dari buku Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Zulhijah karangan Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al Jibrin, amalan sunnah yang dapat dilaksanakan adalah sebagai berikut:

1. Memperbanyak Dzikir

Salah satu amalan yang paling dianjurkan pada 10 hari pertama bulan Zulhijah adalah memperbanyak dzikir. Amalan ini bisa dilakukan dengan melafalkan takbir (Allahuakbar), tahmid (Alhamdulillah), serta tahlil ( Laa ilaaha Ilallah), baik setelah sholat maupun di waktu-waktu luang. Selain menjadi pengingat terhadap kebesaran Allah SWT, amalan ini juga bertujuan untuk menghidupkan bulan yang penuh kemuliaan tersebut dengan kalimat-kalimat tauhid.

2. Memperbanyak Amal Saleh

Amalan lain yang juga dianjurkan saat memasuki awal bulan Zulhijah adalah memperbanyak amal saleh seperti sedekah, membaca Al-Quran, membantu sesama, hingga menjalankan ibadah sunnah. Berbuat amal saleh pada hari-hari tersebut memiliki banyak keutamaan karena termasuk dalam waktu yang dimuliakan Allah SWT.

3. Bertaubat dan Meninggalkan Maksiat

Selain memperbanyak ibadah, umat Islam juga dianjurkan untuk bertaubat dan meninggalkan segala bentuk maksiat. Upaya ini dapat dilakukan sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT dan bertekad untuk tidak mengulanginya kembali. Terlebih, Zulhijah merupakan 1 dari empat bulan haram Islam yang padanya kebaikan maupun dosa dilipatgandakan.

Demikian penjelasan tentang hukum berpuasa 9 hari pada awal bulan Zulhijah. Kesimpulannya, umat Islam tidak harus melaksanakan ibadah puasa sembilan hari berturut-turut. Menurut penjelasan ulama, umat Islam dapat berpuasa pada hari-hari tertentu saja, sesuai dengan kemampuannya. Semoga bermanfaat!

Artikel ini ditulis oleh Ikfina Kamalia Rizki peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(num/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads