Pria Ditemukan Tinggal Tengkorak di NTT, Terungkap Dibunuh 3 Anaknya

Regional

Pria Ditemukan Tinggal Tengkorak di NTT, Terungkap Dibunuh 3 Anaknya

Sui Suadnyana, Yufengki Bria - detikJogja
Sabtu, 16 Mei 2026 21:53 WIB
Polisi melakukan olah TKP penemuan tengkorak manusia di hutan Desa Meotroi, Keamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, NTT. (Foto: Dok. Polres Malaka)
Foto: Polisi melakukan olah TKP penemuan tengkorak manusia di hutan Desa Meotroi, Keamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, NTT. (Foto: Dok. Polres Malaka)
Jogja -

Seorang pria bernama Antonius Nana (47) ditemukan tewas dan kondisinya tinggal tengkorak di dalam hutan, tepatnya Kampung Baru, Dusun Aitiris B, Desa Meotroi, Kecamatan Laenmanen, Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Terungkap, korban dibunuh oleh tiga anaknya, di mana salah satunya anak tiri.

Pelaku masing-masing berinisial YDA (27), ADN (18), dan AN (17). YDA berstatus sebagai anak tiri, sedangkan ADN dan AN sebagai anak kandung.

"Para pelaku merupakan anak tiri dan anak kandung dari korban. Semuanya sudah kami amankan di Polres Malaka," ujar Kasat Reskrim Polres Malaka Iptu Dominggus Duran kepada detikBali, Sabtu (16/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berawal Ada Warga Tanya Keberadaan Korban

Sementara Kapolres Malaka, AKBP Riki Ganjar Gumilar, menuturkan awalnya ada warga berinisial BB yang mendatangi rumah Antonius, dan menanyakan keberadaannya pada Senin (11/5) sekitar pukul 08.00 Wita. Namun, saat itu yang menemui BB adalah istri korban, Leonarda Belak.

ADVERTISEMENT

Kepada BB, Leonarda mengungkap suaminya sudah meninggalkan rumah sejak Selasa (28/4) sekitar pukul 21.00 Wita setelah keduanya bertengkar. Pertengkaran bermula saat korban memotong sebuah karung berisi jagung. Sejak pertengkaran itu, korban meninggalkan rumahnya.

Karena sudah sekitar tiga minggu korban tidak pulang, keluarga lantas membuat laporan polisi ke Polsek Laenmanen terkait orang hilang. Setelah melalui pencarian berhari-hari, Antonius akhirnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kawasan kali mati Kalalaran, Desa Meotroi, Selasa (12/5) sekitar pukul 13.30 Wita.

"Setelah mendapat laporan anggota polisi melakukan pencarian dibantu oleh warga. Ceritanya korban hilang dari rumah pada 28 april 2026 hingga saat ditemukan hanya menyisakan tengkorak saja," tutur Riki, Jumat (15/5).

Korban Ucapkan Kalimat Tak Senonoh ke Istrinya

Dominggus menjelaskan, korban pada awalnya tiba dari Malaysia pada Selasa 28 April 2026 lalu. Ia saat itu terlibat pertengkaran dengan istrinya, dan mengucapkan kalimat tak senonoh.

Mendengar hal tersebut, YDA menegur ayah tirinya. Teguran itu membuat korban tak terima, dan membuatnya memukul YDA. Mereka pukul-pukulan hingga korban meninggalkan rumahnya.

Keesokan harinya sekitar pukul 01.00 Wita, korban ternyata sempat pulang ke rumah. Begitu datang, dia cekcok lagi dengan YDA. Dalam perkelahian itu, YDA melempar balok ke korban, dan mengenainya di leher hingga dia tersungkur.

Saat terjatuh, ADN langsung menendang Antonius lalu mereka turut menganiaya Antonius hingga pingsan. Selanjutnya, mereka menggotong tubuh Antonius ke belakang rumah yang berjarak sekitar 500 meter untuk dikuburkan.

"Jadi mereka bawa sama-sama ke belakang rumah yang ada kali mati. Niatnya bawa parang dan linggis untuk mengubur korban," tutur mantan Kasat Reskrim Polres Nagekeo itu.

Korban Digorok 2 Kali

Saat tiba di kali mati itu, YDA melihat ayah tirinya masih hidup. Jadi, dia mengambil sebilah parang yang sudah dibawa, lantas menggorok leher Antonius dua kali hingga tewas.

Saat Antonius dipastikan sudah meninggal, ketiga anaknya itu langsung menggali lubang untuk menguburnya. Kasus tersebut akhirnya terungkap setelah warga melakukan pencarian di sekitar lokasi.

"Saat itu merlihat bapaknya itu masih hidup sehingga anak pertama itu (YDA) ambil parang lalu gorok lehernya dua kali sampai meninggal. Kemudian mereka langsung kubur," pungkas Dominggus.




(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads