Pria P3K Sleman Ditemukan Tewas Dengan Luka di Leher, Polisi: Diduga Bunuh Diri

Pria P3K Sleman Ditemukan Tewas Dengan Luka di Leher, Polisi: Diduga Bunuh Diri

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Jumat, 15 Mei 2026 16:47 WIB
Suasana rumah lokasi penemuan mayat di Seyegan, Sleman, Jumat (15/5) siang.
Suasana rumah lokasi penemuan mayat di Seyegan, Sleman, Jumat (15/5) siang. Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja
Sleman -

Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang pria berinsial S (47) yang beridentitas warga Gunungkidul ditemukan meninggal dunia dengan luka sayatan di leher pada Jumat (15/5) pagi tadi di Dusun Klawisan Topadan, Margoagung, Seyegan, Sleman. Hasil penyelidikan polisi menyimpulkan korban sengaja mengakhiri hidup.

"Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban diduga meninggal dunia akibat bunuh diri karena sakit yang dideritanya," kata Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Argo menerangkan, peristiwa itu dilaporkan pada Jumat (15/5) pada pukul 07.10 WIB. Sebelum kejadian, korban sempat bertemu salah seorang saksi pria berinisial U yang juga warga setempat pada Kamis (14/5) malam. Kepada saksi, korban mengaku tidak bisa tidur karena sakit asam lambung.

"Pada Kamis malam, 14 Mei 2026 sekira pukul 21.00 WIB, saksi U bertemu korban yang mengaku tidak bisa tidur karena sakit asam lambung," katanya.

ADVERTISEMENT

Keesokan harinya, sekitar pukul 06.45 WIB, ibu korban melihat ada bercak darah di kamar korban. Karena curiga, ia lalu memanggil Ketua RT dan melaporkan ke Polsek Seyegan. Petugas Polsek Seyegan bersama Tim INAFIS dan tenaga medis kemudian segera mendatangi TKP.

"Ditemukan korban telah meninggal dunia dengan luka sayatan pada leher serta sebilah pisau di samping tubuh korban. Selanjutnya korban dibawa ke RS Bhayangkara," ujarnya.

Argo melanjutkan, hasil penyelidikan sementara tidak ditemukan sidik jari pada pisau di TKP. Ditemukan surat pesan yang diduga ditulis korban. Atas kejadian ini, keluarga korban tidak menghendaki autopsi.

"Keluarga menerangkan korban sebelumnya pernah berpamitan karena tidak kuat menahan sakit asam lambung dan keluarga menolak dilakukan autopsi," ujarnya.

Sebelumnya, Warga Dusun Klawisan Topadan, Kalurahan Margoagung, Seyegan, Kabupaten Sleman, digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria. Dari informasi yang beredar, jenazah ditemukan dengan bekas luka gorok di leher.

Adapun berdasarkan informasi, jasad pria berinisial S itu pertama kali ditemukan oleh sang ibu sekitar pukul 07.00 WIB pagi tadi.

Lurah Margoagung Djarwo Suharto saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan jenazah di dalam rumah tersebut.

"Selaku Lurah Margoagung, kami menyampaikan berita duka untuk warga kami di masyarakat Margoagung, tepatnya dusun Klawisan Topadan. Kami mengetahui beliau sudah meninggal," kata Djarwo kepada waetawan, Jumat (15/5/2026).

Sepengetahuannya, jenazah korban ditemukan dalam posisi terlentang. Menurutnya, saat dirinya tiba di lokasi sudah ada petugas kepolisian dan juga TNI.

"Kami (hanya) mengetahui beliau sudah meninggal. Kami sampai di lokasi sudah ada petugas dari kepolisian, TNI," katanya.

Ia melanjutkan, secara administratif, korban sebenarnya sudah ber-KTP warga Gunungkidul. Namun, karena belum lama ini diangkat menjadi PPPK Kabupaten Sleman, korban kembali tinggal di tempat asal.

"Beliau barusan diangkat sebagai PPPK di Dinas PU. Otomatis, mereka harus bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman. Sehingga almarhum pulang di tempat asalnya karena ibunya masih di sini," ucapnya.




(alg/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads