Ibu-Anak Terseret Rip Current di Pantai Sundak Gunungkidul

Ibu-Anak Terseret Rip Current di Pantai Sundak Gunungkidul

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Minggu, 26 Apr 2026 16:01 WIB
Wisatawan asal Kazakhstan terseret ombak saat bermain air di kawasan rip current Pantai Parangtritis, Bantul, DIY, Jumat (28/2/2025).
Ilustrasi penyelamatan wisatawan tenggelam di laut. Foto: Dok. SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis
Gunungkidul -

Ibu dan anak asal Semin, Gunungkidul tergulung ombak dan berujung tenggelam saat bermain air di Pantai Sundak. Keduanya berhasil diselamatkan oleh Tim SAR.

Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron, Marjono mengatakan, bahwa kejadian bermula saat Siti Adesawiyah (48) dan AKW (8), keduanya warga Tahunan, Bulu Rejo, Semin, Gunungkidul berkunjung ke Pantai Sundak pukul 12.30 WIB. Selanjutnya, keduanya bermain air di pantai tersebut.

"Tim SAR Sundak sudah berulang kali mengimbau ibu dan anak itu untuk tidak main air di Pantai karena ada kenaikan gelombang," katanya saat dihubungi wartawan, Minggu (26/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Marjono melanjutkan, bahwa tidak lama setelah itu keduanya tergulung ombak besar. Di sisi lain, ibu dan anak itu masuk ke area rip current.

ADVERTISEMENT

"Keduanya lalu tenggelam terbawa arus ke tengah laut karena berada di jalur rip current," ujarnya.

Tim SAR yang mengetahui kejadian tersebut dan langsung memberikan pertolongan dengan berenang. Selain itu, Tim SAR juga menerjunkan satu unit kapal untuk mengevakuasi keduanya.

"Kedua korban berhasil dievakuasi ke kapal dan didaratkan di Pantai Ngandong," ucapnya.

Marjono menambahkan, kedua korban sempat mengalami syok pasca kejadian tersebut. Namun, kondisi keduanya semakin lemas dan membuat Tim SAR membawanya ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

"Kondisi kedua korban kurang stabil, diduga terlalu banyak minum air laut lalu dibawa ke rumah sakit," katanya.

Berkaca dari kejadian tersebut, Marjono meminta agar wisatawan mengindahkan imbauan Tim SAR yang berjaga di Pantai. Semua itu agar kejadian serupa tidak terulang kembali.



(ahr/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads