Pemkot Jogja Akan Sweeping Daycare Imbas Kekerasan di Little Aresha

Pemkot Jogja Akan Sweeping Daycare Imbas Kekerasan di Little Aresha

Adji G Rinepta - detikJogja
Minggu, 26 Apr 2026 12:21 WIB
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, saat ditemui di Umbulharjo, Kota Jogja, Minggu (29/3/2026).
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo. Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Jogja -

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo akan melakukan sweeping ke tempat-tempat yang membuka jasa penitipan anak imbas terungkapnya kasus dugaan penganiayaan terhadap anak-anak di penitipan anak (daycare) Little Aresha di Umbulharjo, Kota Jogja.

"Kami akan men-sweeping tempat-tempat yang menyelenggarakan penitipan anak di Kota Jogja," jelas Hasto saat ditemui usai menghadiri acara di Kota Jogja, Minggu (26/4/2026).

Hasto pun memastikan Little Aresha tak mengantongi izin operasional sebagai tempat penitipan anak atau penyelenggara pendidikan anak. Atas dasar itu lah yang menurut Hasto perlu dilakukan sweeping.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebetulnya sudah ada SOP-nya, ada Protapnya ketika dia itu melakukan perizinan, biasanya kita melakukan verifikasi, visitasi, kemudian kita cek standarnya. Termasuk dapur, tempat mandi seperti apa itu sudah ada standarnya semua. Kalau tidak berizin tentu kita tidak tahu. Makanya nanti perlu kita sweeping," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, polisi menggerebek tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha di Umbulharjo, Kota Jogja, terkait dugaan penganiayaan terhadap anak-anak, Jumat (24/4). Saat proses berlangsung, petugas kepolisian melihat secara langsung perlakuan pengasuh terhadap anak.

"Benar pada tanggal 24 kemarin kita telah melakukan penggerebekan di mana itu tempat penitipan anak di mana petugas kita memang melihat langsung bahwa anak tersebut diperlakukan tidak manusiawi," kata Kasat Reskrim Polresta Jogja, Kompol Riski Adrian kepada wartawan, Sabtu (25/4/2026).

"Tapi memang secara kesimpulan memang itu tidak manusiawi. Karena ada juga yang kakinya diikat, tangannya diikat dan sebagainya. Secara umum seperti itu yang bisa saya jelaskan," sambungnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, lanjut Adrian, total puluhan anak menjadi korban. Meski begitu penyidik masih terus melakukan penyeledikan. Kemungkinan, korban masih bisa terus bertambah.

"Kalau untuk yang kita lihat ada tindakan kekerasannya itu sekitar 53 orang. By data ya," ungkap Adrian.



(ahr/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads