Kasus ambulans menjadi korban prank penagih utang atau DC di Sleman sempat viral di media sosial. Kru ambulans yang viral ternyata sudah tiga kali jadi korban hal serupa.
Relawan ambulans yang menjadi korban itu ialah Ambulans Mercy Jogja. Terakhir, Mercy Jogja kena prank penagih utang untuk menjemput pasien di Kapanewon Depok, Kabupaten, Sleman pada Rabu (23/4).
Admin Ambulans Mercy Jogja, Aziz Apri Nugroho, mengatakan menerima telepon dari nomor tak dikenal yang meminta penjemputan pasien darurat sekitar pukul tiga sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya ditelepon nomor asing, diminta mendatangi lokasi. Katanya ada pasien emergency minta diantar ke Rumah Sakit Panti Rapih," kata Aziz saat dihubungi wartawan, Rabu (22/4/2026).
Permintaan itu kemudian diteruskan kepada sopir ambulans, Muklis, untuk ditindaklanjuti ke lokasi di wilayah Caturtunggal, Depok, Sleman.
Setibanya di lokasi, ternyata Muklis tak menemukan pasien yang harus dibawa. Nama yang disebut sebagai pasien itu juga sudah tak tinggal di lokasi lagi.
"Sudah sampai sana ternyata nggak ada pasiennya. Warga juga bilang orang yang dicari sudah pindah sejak tiga tahun lalu," ujarnya.
Aziz mengatakan petugas pemadam kebakaran (Damkar) Sleman juga sempat datang ke lokasi yang sama, diduga juga mengalami hal serupa.
"Damkar juga sampai situ. Katanya dapat laporan ular," ucapnya.
Aziz menjelaskan, pelaku menyebut identitas pasien lengkap beserta alamat dan mengirimkan titik lokasi melalui peta digital. Bahkan, pelaku juga sempat menyebut nominal biaya.
"Nelpon itu menyebut nama pasien, alamat lengkap, sampai maps juga dikirim. Kalau kami kan ambulans infak saja. Kalau nggak mampu gratis nggak papa. Tapi tadi sempat juga ngomong nominal sekitar Rp 300 ribu, tapi disuruh minta yang bersangkutan," jelasnya.
Ternyata Pinjol
Ambulans Mercy Jogja juga sempat menghubungi kembali nomor tersebut. Dari situ diketahui yang melakukan order fiktif diduga penagih utang.
"Pas ditelepon balik, sempat mengaku dari pinjol. Pinjol rakyat, katanya. Tapi setelah itu dihubungi, di-VC juga nggak diangkat," katanya.
Ternyata ini juga bukan hal pertama bagi Ambulans Mercy. Aziz menyebut pihaknya sudah tiga kali menerima order fiktif dengan pola yang hampir sama.
"Ini sudah ketiga kalinya kena. Yang pertama dulu sekitar empat tahun yang lalu kena, disuruh antar jenazah di Condongcatur, ternyata nggak ada. Yang kedua itu (sekitar) dua tahun lalu di daerah Mlati," ungkapnya.
Selain itu, nomor pelaku juga sempat menghubungi beberapa ambulans lain di wilayah Yogyakarta.
"Tadi itu masuk ke beberapa nomor ambulans juga, nggak cuma kami. Kebetulan yang bisa datang kami," ujarnya.
Terkait kejadian ini, Aziz mengaku belum berencana melaporkan ke pihak kepolisian. Namun dia berharap peristiwa ini menjadi perhatian agar tidak terulang kembali.
"Kalau jadi atensi (disuruh) laporan ya laporan, kalau enggak ya sudah tidak apa-apa. Sudah tiga kali ini soalnya," jelasnya.
Polisi Usut
Polisi menyatakan telah menerima laporan terkait kasus itu.
"Laporan sudah masuk, sedang dalam penelusuran Satreskrim Polresta Sleman," kata Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, saat dihubungi wartawan, Kamis (23/4/2026).
Argo menjelaskan, kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan akan segera memberikan informasi lebih lanjut. Ia meminta kepada siapapun yang mengalami kejadian serupa agar melapor.
"Jika mengalami hal serupa, silakan melaporkan kepada kepolisian," katanya.
