Viral Ambulans Kena Prank DC di Sleman, Polisi Buru Pelaku

Viral Ambulans Kena Prank DC di Sleman, Polisi Buru Pelaku

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Kamis, 23 Apr 2026 15:28 WIB
Aksi orderan fiktif yang diduga dilakukan oleh oleh debt collector pinjaman online (pinjol) diterima ambulans relawan di Kabupaten Sleman.
Ilustrasi. Foto: Getty Images/ananaline
Sleman - Aksi orderan fiktif yang diduga dilakukan oleh oleh debt collector pinjaman online (pinjol) diterima ambulans relawan di Kabupaten Sleman. Kasus tersebut kini dalam penyelidikan Polresta Sleman.

Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima laporan kasus tersebut.

"Laporan sudah masuk, sedang dalam penelusuran Satreskrim Polresta Sleman," kata Argo saat dihubungi wartawan, Kamis (23/4/2026).

Argo menjelaskan, kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan akan segera memberikan informasi lebih lanjut. Ia meminta kepada siapapun yang mengalami kejadian serupa agar melapor.

"Jika mengalami hal serupa, silakan melaporkan kepada kepolisian," katanya.

Sebelumnya, viral aksi orderan fiktif yang diterima ambulans relawan di Kapanewon Depok, Kabupaten, Sleman. Aksi itu diduga dilakukan oleh debt collector pinjaman online (pinjol).

Peristiwa itu viral setelah diunggah oleh akun Instagram @merapi_uncover. Tampak dalam unggahan itu disertakan video memperlihatkan sebuah ambulans datang ke lokasi yang ternyata bukan situasi medis darurat, melainkan terkait penagihan utang pinjaman online.

"WASPADA TEROR ORDER FIKTIF: MENYALAHGUNAKAN LAYANAN EMERGENCY!

Mohon perhatian khususnya untuk warga Sleman dan pihak berwajib. Aksi teror dari oknum operator Pinjol kini sudah sangat meresahkan dan kelewat batas. Mereka tidak lagi hanya memesan makanan, tapi sudah berani menyalahgunakan layanan Ambulance dan Damkar Sleman untuk melakukan order fiktif.," tulis keterangan dalam postingan tersebut seperti dilihat detikJogja, Rabu (22/4/2026).

Admin Ambulans Mercy Jogja, Aziz Apri Nugroho, menceritakan awal mula kejadian tersebut. Dia mengatakan menerima telepon dari nomor tak dikenal yang meminta penjemputan pasien darurat sekitar pukul tiga sore.

"Awalnya ditelepon nomor asing, diminta mendatangi lokasi. Katanya ada pasien emergency minta diantar ke Rumah Sakit Panti Rapih," kata Aziz saat dihubungi wartawan, Rabu (22/4).

Permintaan itu kemudian diteruskan kepada sopir ambulans, Muklis, untuk ditindaklanjuti ke lokasi di wilayah Caturtunggal, Depok, Sleman.

Namun setibanya di lokasi, Muklis tidak menemukan pasien yang dimaksud. Warga sekitar juga menyebut nama yang dicari sudah tidak tinggal di alamat tersebut.

"Sudah sampai sana ternyata nggak ada pasiennya. Warga juga bilang orang yang dicari sudah pindah sejak tiga tahun lalu," ujarnya.




(apl/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads