Seorang bocah berusia 2 tahun bernama Muhammad Riski Noprian membuat masyarakat di Kelurahan Gonjak, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) geger. Balita itu tiba-tiba sudah berada di atap rumah, dengan proses evakuasinya berlangsung menegangkan.
Aksi Riski itu terekam dan viral di media sosial. Dalam video yang beredar, balita itu terlihat tenang saat merayap di atas genting yang miring.
Namun, kondisinya berbeda di bawah. Sejumlah warga dan tetangga terdengar berteriak histeris dan panik melihat aksi balita itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlihat pula seorang wanita dewasa yang diduga ibu korban berusaha membujuk balita tersebut agar tidak bergerak, sementara warga lain berupaya melakukan penyelamatan.
Dilansir detikBali, Eliza, ibu dari bocah itu, mengungkap dia sempat bingung bagaimana cara menurunkan putranya. Kebetulan, tak jauh dari rumahnya tengah berlangsung proyek dapur makan bergizi gratis (MBG).
Tukang yang terlibat dalam proyek kemudian datang ke rumah Eliza sambil membawa tangga. Tukang itu naik ke genting dan berhasil menyelamatkan Riski.
"Saya panik. Anak saya diturunkan pakai tangga, diambil sama tukang di sana," kata Eliza sembari menunjukkan proyek dapur MBG di sebelah rumahnya, Kamis (23/4/2026).
Eliza menuturkan proses menurunkan Riski berlangsung dramatis. Ia dan keluarganya harus berusaha supaya balita tersebut tidak sampai bergerak selama di atap rumah.
"Sekitar satu jam (di atas genteng)," imbuhnya.
Hilang Saat Bermain Pasir
Eliza melanjutkan, insiden itu terjadi Selasa (21/4) pukul 10.00 Wita.
Ia mengaku baru saja keluar dari kamar mandi, ketika neneknya menanyakan di mana anaknya. Ia lantas mencarinya dan melihat Riski sudah naik ke genting rumah.
Diduga, Riski naik ke atap lewat kandang ayam yang letaknya berada tepat di bawah bangunan rumah.
"Saya lagi di kamar mandi. Lalu ditanya sama nenek, mana anaknya, terus aku cari tiba-tiba udah di atas," kata Eliza.
Dikatakan Eliza, saat ditinggal ke kamar mandi, putranya itu tengah bermain pasir di dekat rumah tetangganya. Ia mengakui bahwa putranya itu memang dikenal aktif.
"Lagi main di sana (menunjukkan tumpukan pasir). Sendiri," imbuhnya.
