Sosok Ilham Pelajar Bantul Korban Pengeroyokan Maut di Mata Gurunya

Sosok Ilham Pelajar Bantul Korban Pengeroyokan Maut di Mata Gurunya

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Rabu, 22 Apr 2026 18:04 WIB
Suasana rumah duka Ilham Dwi Saputra (16), korban pengeroyokan berujung tewas di Pandak, Bantul, Senin (20/4/2026).
Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Jogja -

Guru SMAN 1 Bambanglipuro, Bantul mengenang sosok Ilham Dwi Saputra (16), korban pengeroyokan berujung tewas di Pandak, Bantul. Ilham dikenang sebagai anak yang berkelakuan baik dan sewajarnya remaja saat di sekolah.

"Kalau di sekolah ya berkelakuan wajar seperti siswa yang lainnya," kata Guru Bimbingan dan Konseling (BK), SMAN 1 Bambanglipuro, Heni Widayati kepada wartawan, Rabu (22/4/2026).

Heni juga bercerita jika Ilham pernah mendapat mendapat teguran dari sekolah. Pasalnya, Ilham ketahuan melompat pagar sekolah dan berujung pemanggilan terhadap orang tuanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia pernah lompat pagar sekolah dan sering ramai ketika di kelas. Tapi, kalau dibilang nakal ya itu sebatas kenakalan remaja saja dan masih wajar," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Heni juga mengenang jika hari Selasa (14/4) merupakan hari terakhir Heni bertemu Ilham. Saat itu Ilham berpamitan untuk pulang ke rumah dan bilang kalau akan semangat belajar.

"Saya juga dipamiti, dia jabat tangan dan bilang kalau saya sekarang semangat belajar," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pelajar asal Payungan, Ciren, Triharjo, Pandak, Bantul, Ilham Dwi Saputra (16) menjadi korban pengeroyokan berupa pemukulan hingga berujung meninggal dunia. Pelajar itu sebelumnya menjalani perawatan medis hampir sepekan, orang tua korban meminta pelaku dihukum semaksimal mungkin.

Ayah Ilham, Sugeng Riyanto menjelaskan, awalnya Ilham berada di rumah hari Selasa (14/4) sekitar pukul 21.00 WIB. Selanjutnya, pukul 21.30 WIB Sugeng dan kakak dari Ilham hendak tidur.

"Nah, itu tiba-tiba ada dua orang pakai Nmax kalau nggak salah boncengan jemput anak saya sekitar jam 10 malam," katanya kepada wartawan di rumah duka, Pandak, Bantul, Senin (20/4).

Berdasarkan rekan anaknya, Sugeng menyebut jika dua orang yang mengendarai motor itu membawa Ilham ke belakang salah satu SMAN di Bambanglipuro, Bantul. Sesampainya di lokasi, tiba-tiba datang dua orang berboncengan mengendarai motor Honda Scoopy.

"Dua orang boncengan pakai Scoopy itu lalu membawa pergi anak saya dengan posisi anak saya di tengah (bonceng tiga)," ujarnya.

Karena curiga, salah satu rekan Ilham membuntutinya hingga ke Lapangan Gadung Melati, Pandak. Sesampainya di lapangan tersebut, Ilham sudah dikerubuti sekitar 10 orang.

"Terus anak saya cuma ditanya 'kamu ikut geng ini' dan dijawab 'tidak'. Nah, setelah itu anak saya langsung dipukuli rame-rame, ada yang pakai selang, ada yang pakai paralon, pakai gunting, disundut rokok, bahkan dilindas pakai motor berulang kali," ucapnya.



(par/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads