Polisi Ungkap Motif di Balik Pengeroyokan Tewaskan Ilham Pelajar Bantul

Polisi Ungkap Motif di Balik Pengeroyokan Tewaskan Ilham Pelajar Bantul

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Selasa, 21 Apr 2026 13:45 WIB
Ilustrasi pengeroyokan sejoli usai nobar
Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Dok.Detikcom
Jogja -

Polisi menyebut motif pengeroyokan hingga berujung tewasnya pelajar asal Pandak, Bantul, Ilham Dwi Saputra (16) karena balas dendam. Sedangkan latar belakang balas dendam itu karena permasalahan antargeng.

"Untuk motifnya lebih ke arah balas dendam, permasalahan antargeng," kata Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Achmad Mirza kepada wartawan di Bantul, Selasa (21/4/2026).

Selain itu, Ilham sempat mengelak ketika pelaku menanyai soal keanggotaan geng. Di mana hal tersebut memicu emosi pelaku dan berujung pengeroyokan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena saat di TKP korban diinterogasi, ditanya apakah kamu geng ini, dan saat itu korban tidak mengakui lalu salah satu pelaku memukul korban dan diikuti yang lainnya," ujarnya.

Terkait apakah pengeroyokan tersebut telah pelaku rencanakan sebelumnya, Achmad mengaku masih melakukan pendalaman.

ADVERTISEMENT

"Masih kami dalami apakah direncanakan sebelumnya atau tidak," ucapnya.

Di sisi lain, Achmad mengungkapkan, polisi telah menetapkan dua pelaku yakni BLP (18), warga Kretek, Bantul dan YP (21), warga Bambanglipuro, Bantul sebagai tersangka. Keduanya juga telah menjalani penahanan di Polres Bantul.

"Dua pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Bantul," katanya.

Diberitakan sebelumnya, polisi telah meringkus dua pelaku pengeroyokan yang membuat pelajar asal Pandak, Bantul, Ilham Dwi Saputra (16) meninggal dunia. Saat ini polisi masih memburu lima pelaku lainnya.

"Satreskrim Polres Bantul berhasil mengamankan 2 (dua) orang pelaku penganiayaan terhadap IDS (16) warga Pandak, Bantul yang terjadi pada hari Selasa tanggal 14 April 2026 sekira pukul 23.00 WIB di Pandak, Bantul," kata Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto saat dihubungi wartawan, Senin (20/4).

Rita melanjutkan, dua pelaku masing-masing berinisial BLP (18), warga Kretek, Bantul dan YP (21), warga Bambanglipuro, Bantul. Lebih lanjut, keduanya polisi amankan di hari dan tempat yang berbeda.

"Pelaku (BLP) diamankan di Kretek hari Selasa (15/4/2026) malam dan satunya (YP) diamankan di Babarsari, Sleman hari Rabu (16/4/2026) pagi," ujarnya.



(par/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads