Polisi Sisir CCTV Buru Penabrak Dosen hingga Tewas di Jalan Kaliurang

Polisi Sisir CCTV Buru Penabrak Dosen hingga Tewas di Jalan Kaliurang

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Senin, 20 Apr 2026 10:47 WIB
Man holding hand of girl lying on road, unconscious victim of car accident, 911
Ilustrasi kecelakaan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Motortion
Sleman -

Penyidik Polresta Sleman memburu pelaku tabrak lari yang menewaskan dosen di Jalan Kaliurang Km 16,5, Ngemplak, Sleman, kemarin. Petugas saat ini masih menyisir CCTV untuk mengidentifikasi pelaku.

Adapun dalam kecelakaan tersebut korban diketahui berinisial SPH (74), laki-laki, seorang dosen, warga Harjobinangun, Pakem, Sleman.

Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro menjelaskan petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai saat ini masih dalam penelusuran dan penyelidikan dari Sat Lantas Polresta Sleman," kata Argo saat dihubungi wartawan, Senin (20/4/2026).

ADVERTISEMENT

Sejumlah rekaman CCTV turut dianalisa untuk mencari petunjuk guna mengungkap identitas kendaraan penabrak dan pelaku.

"Masih proses mencari CCTV yang jelas," ujarnya.

Terkait dengan profesi korban, Argo menyebut dari kartu identitas yang bersangkutan merupakan dosen. Akan tetapi, kepolisian belum menelusuri lebih lanjut di kampus mana korban bekerja.

"Data yang kami dapat di KTP pekerjaan sebagai dosen, dosen mana kepolisian tidak mencari informasi lebih dalam," pungkasnya.

Sebelumnya, kecelakaan tabrak lari menewaskan seorang dosen terjadi di Kabupaten Sleman.

Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro menjelaskan peristiwa itu terjadi di Jalan Kaliurang Km 16,5, tepatnya di depan CV Inmira, Kledokan, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman pada Minggu (19/4) sekitar pukul 04.40 WIB.

"Kejadian kecelakaan Korban inisial SPH (74), laki-Laki, dosen, warga, Harjobinangun, Pakem, Sleman," kata Argo saat dihubungi wartawan, Minggu (19/4).

Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa itu bermula saat korban berjalan kaki dari arah barat dan hendak menyeberang ke arah timur. Korban saat itu diduga hendak menunaikan salat subuh.

"Semula pejalan kaki berjalan dari arah barat bermaksud menyeberang jalan ke arah timur, bersamaan dengan itu dari arah utara ke selatan melaju mobil yang tidak diketahui identitasnya," ujarnya.

Karena jarak yang sudah dekat, mobil tersebut menabrak korban hingga terpental dan jatuh di jalan. Setelah kejadian, kendaraan pelaku tidak berhenti dan langsung melarikan diri ke arah selatan.

"Karena jarak yang sudah dekat mobil membentur korban sehingga terpental dan terjatuh, sedangkan mobil tetap melaju meninggalkan TKP ke arah selatan," jelasnya.

Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Panti Nugroho. Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP serta mengamankan barang bukti.

Atas kejadian itu, korban menderita luka cukup serius dan akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.

"Korban luka cedera kepala berat, tulang leher patah,tulang punggung patah, pergelangan kaki patah. Korban meninggal dunia di TKP kemudian dibawa ke RS Panti Nugroho," katanya.



(par/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads