Azizah Bocah TK Perawat Bapak Ingin Jadi Dokter, Pemkot Jogja Janji Bantu

Azizah Bocah TK Perawat Bapak Ingin Jadi Dokter, Pemkot Jogja Janji Bantu

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Minggu, 19 Apr 2026 16:08 WIB
Azizah dan Hermanto saat ditemui di kediamannya, Umbulharjo Kota Jogja, Jumat (17/4).
Azizah saat ditemui di kediamannya, Umbulharjo Kota Jogja, Jumat (17/4/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Azizah Chandrasari (6), bocah TK yang merawat ayahnya, Hermanto (56), yang sedang sakit sambil mengurus rumah, menuai banyak simpati. Azizah ternyata punya cita-cita mulia, ia ingin menjadi dokter hewan. Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, berjanji ikut mengawal proses pendidikan Azizah untuk mencapai impiannya.

Pantauan detikJogja siang ini di Yayasan Rumah Singgah Bumi Damai, Kotagede, Kota Jogja, Hasto beserta rombongan dinas mengunjungi lokasi tersebut yang kini menjadi tempat tinggal Azizah. Hasto tampak berbincang dengan Hermanto, sang ayah, serta Azizah.

Di tengah perbincangan terkait tempat tinggal Azizah di rumah singgah, Hasto juga menanyakan impian Azizah. Bocah cilik itu menjawab dengan lantang bahwa dirinya ingin menjadi dokter hewan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Azizah cita-citanya mau jadi apa?" tanya Hasto kepada Azizah, Minggu (19/4/2026).

ADVERTISEMENT

"Mau jadi dokter. Dokter hewan," jawabnya sambil tersenyum.

Saat ditemui usai berbincang dengan Azizah, Hasto mengaku terenyuh dengan cita-cita mulia bocah tersebut. Ia pun berjanji akan membantu Azizah mewujudkan impiannya.

Wali Kota Hasto Wardoyo saat mengunjungi Azizah, bocah TK yang merawat ayahnya di Yayasan Rumah Singgah Bumi Damai, Kotagede, Kota Jogja, Minggu (19/4/2026).Wali Kota Hasto Wardoyo saat mengunjungi Azizah, bocah TK yang merawat ayahnya di Yayasan Rumah Singgah Bumi Damai, Kotagede, Kota Jogja, Minggu (19/4/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja

"Saya tersentuh, karena saya dokter dan punya kesan khusus terhadap Azizah. Dia jujur dan punya semangat dari dalam hati untuk menjadi dokter. Tadi bapaknya juga bilang, kalau ditanya, dia selalu ingin jadi dokter," ujar Hasto.

"Saya akan membantu bagaimana Azizah bisa mewujudkan cita-citanya. Kalau dia memang semangat, insyaallah kita bisa mendukung Azizah menjadi dokter," lanjutnya.

Hasto menyebut Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja juga memberikan sejumlah bantuan kepada Azizah, termasuk untuk pengobatan ayahnya.

"Bantuan konkretnya, kami punya UPT untuk urusan anak-anak terlantar. Tapi UPT ini belum tentu mampu men-cover semua. Karena itu kami bekerja sama dengan mitra, seperti Yayasan Rumah Singgah, untuk membantu anak-anak yang menjadi sasaran," tuturnya.

"Kami juga minta bapaknya untuk menjalani operasi di RSUD kota. Rujukannya akan diurus, karena di sana ada dokter bedah, bahkan bedah saraf juga bisa dikonsultasikan," tegasnya.

Diketahui, Azizah selama kurang lebih dua pekan terakhir harus merawat ayahnya, Hermanto (56) yang sedang sakit sembari mengurus rumah. Ironisnya, Azizah mengemban tugas itu saat badan kecilnya juga sedang tidak sehat.

Hermanto, yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung, menderita sakit yang ia sendiri mengaku tidak terlalu paham namanya. Benjolan cukup besar muncul di kepalanya yang membuat badannya rentan terasa sakit jika terkena panas dan hujan.

Azizah tinggal bersama ayah dan adiknya, Agip Pranata (5) di sebuah kamar kos berukuran 3x3 meter di Mrican, Giwangan, Umbulharjo, Kota Jogja. Kamar kos kecil itu hanya berjarak kurang lebih 2 meter dari bibir kali Gajah Wong.

Untuk menyambung hidup, Hermanto sehari-hari keliling kota Jogja dengan sepeda mencari botol plastik hingga kardus untuk dijual. Si kecil Agip pun selalu menemani Hermanto berkeliling setiap harinya.



(afn/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads