Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja bakal memberikan bantuan untuk Azizah Chandrasari (6), bocah TK yang merawat ayahnya, Hermanto (56), yang sedang sakit hingga ikut memulung. Pemkot Jogja pun melakukan asesemen guna memilih bantuan yang sesuai.
Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja, Maryustion Tonang, mengatakan asesemen dilakukan pihaknya hari ini dengan melakukan pengecekan ke lapangan.
"Tadi pagi ditelusuri domisilinya oleh TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan)," ujar Tion sapaannya, saat dihubungi detikJogja, Sabtu (18/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tion menyebut bantuan yang bisa diberikan ke keluarga Azizah beragam, bisa bantuan dari pemkot hingga tingkat kementerian. Hasil asesmen lah yang nantinya menjadi dasar pemilihan bantuan.
"Ya (pemberian bantuan sesuai dengan hasil asesmen), kalau KTP kota bisa aja dititipkan UPT Pengasuhan anak, kalau orang tuanya lansia bisa dititipkan UPT Lansia Terlantar. Nanti tunggu hasil asesmen," papar Tion.
"Banyak cara lah (memberikan bantuan), hasil asemen menjadi pijakan dalam mencari solusi. Rencana juga akan diajukan untuk bantuan atensi bagi AMPK (anak yang memerlukan perlindungan khusus) ke Kemensos," sambungnya.
Diberitakan, Azizah, selama kurang lebih dua pekan terakhir harus merawat ayahnya, Hermanto (56) yang sedang sakit sembari mengurus rumah. Ironisnya, Azizah mengemban tugas itu saat badan kecilnya juga sedang tak sehat.
Hermanto, yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung, menderita sakit yang ia sendiri mengaku tidak terlalu paham namanya. Benjolan cukup besar muncul di kepalanya yang membuat badannya rentan terasa sakit jika terkena panas-hujan.
"Ini kan sakit ini. Ini dia kalau kena panas udah kepanasan, kan cari rosok kan setiap harinya. Kalau udah kepanasan ngentak, ngenyut. Kalau kedinginan juga ngentak, ngenyut gitu," jelas Hermanto saat ditemui di kediamannya, Jumat (17/4).
"Ya hampir dua tahun kan. Nggak tahu, tahu-tahu nimbul kayak gitu. (Benjolannya) Awalnya kecil. Udah (diperiksa), dulu udah lama, tapi masih nggak sebesar ini. Bukan (tumor)," sambungnya.
Sakit itu lah yang membuatnya harus istirahat 2 pekan terakhir. Hermanto harus istirahat penuh di rumah tanpa bisa berbuat banyak. Melihat kondisi ayahnya itu, Azizah pun mau tidak mau mengambil alih pekerjaan rumah.
"Padahal dia sakit kemarin. Kan udah dua minggu, jadi kan dia yang nyuci baju, ya bersihin aja. Nyuci piring, pijetin, sering ke warung beli pel gitu," ungkap Hermanto.
"Itu juga kan kemarin pas dia sakit juga, udah dia sakit, aku sakit. Dia kan mengalami gejala tipes itu rambutnya rontok itu, rontok-rontok itu," lanjutnya.
Hermanto pun mengaku belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Menurutnya, bantuan baru datang dari uluran tangan orang-orang baik.
"Belum ada (bantuan dari Pemerintah). Ya dari pemerintah ya dibantu lah gitu ya. Ya sedikitpun yang penting ada bantuan gitu, keluarga saya gitu, sekolah iya, sekolahnya juga iya gitu makanya," harap Hermanto.
(ams/apu)












































Komentar Terbanyak
KPAI Ungkap Pengakuan Bidan Penampung 11 Bayi di Rumah Sleman
Respons Nadiem Makarim Usai Dituntut 18 Tahun Penjara
Kepsek SMAN 1 Pontianak Dipanggil Disdikbud Buntut Viral Cerdas Cermat MPR