Pengakuan Jukir Alkid Jogja Usai Dituding Tarik Pungli Rp 1 Juta Per Hari

Pengakuan Jukir Alkid Jogja Usai Dituding Tarik Pungli Rp 1 Juta Per Hari

Tim detikJogja - detikJogja
Sabtu, 19 Sep 2026 15:16 WIB
Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan, menemui juru parkir di kawasan Alun-alun Kidul Jogja, Jumat (18/9/2026) malam.
Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan, menemui juru parkir Supriyo (kemeja kotak-kotak) di kawasan Alun-alun Kidul Jogja, Jumat (18/9/2026) malam. Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Viral di media sosial Juru parkir (jukir) di Alun-alun Kidul (Alkid) Jogja disebut menarik pungli Rp 1 juta per hari kepada pihak restoran truk yang telah mendapat izin Keraton. Begini klarifikasi pihak jukir.

"Rp 1 juta, dikali 5 hari jadi Rp 5 juta. Sudah saya bagi-bagi to (kepada para jukir). Terjadilah jualan di sini," kata salah satu jukir di Alkid Jogja, Supriyo, Jumat (18/9/2026) malam.

Supriyo menjelaskan, peristiwa bermula saat pihak dari food truck itu mengecek lokasi sebelum berjualan di Alkid. Dia bilang, pihak resto saat itu mengatakan bahwa food truck akan digelar di sisi selatan Sasana Hinggil memanjang dari barat ke timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Supriyo, lokasi food truck itu akan memakan lahan parkir yang menjadi tempat beberapa jukir mencari nafkah sehari-hari. Dia menyebut food truck itu rencananya akan buka mulai sore hingga malam.

"Dari Bolosego ke sini, tanya, mau menggelar event jualan di sini, (lokasinya) dari sana (barat) sampai sini (timur). Saya sterilkan karena sini kan buat parkir," ujar Supriyo kepada Wawalkot Jogja di depan Sasana Hinggil, malam tadi.

ADVERTISEMENT

Supriyo mengatakan, Rp 1 juta itu merupakan kesepakatan sebagai kompensasi lantaran lahan parkir digunakan untuk food truck. Dia bilang, kompensasi itu telah dibagi kepada beberapa jukir yang sehari-hari mangkal di lokasi tersebut.

"Terus selang sehari (pihak resto) minta kembali uangnya. Bilang, 'saya yang 4 hari nggak jadi, sehari saja, saya minta kompensasi yang 4 hari, minta kembali Rp 3 juta'. Ya saya kembalikan," sambungnya.

Pihaknya pun telah mengembalikan uang tersebut. Supriyo menambahkan, pengembalian uang itu sedianya akan dilakukan di Polsek Kraton. Namun, pihak resto akhirnya tidak hadir ke Polsek.

Alhasil, uang yang diminta itu dikembalikan dengan cara ditransfer. Supriyo menyebut pihak resto juga mengucapkan terima kasih atas pengembalian uang tersebut.

"Perjanjiannya itu ketemunya mau di Polsek. Polsek telepon saya, 'ya pak saya ke Polsek', tapi (resto) Bolosego malah ndak hadir. Akhirnya ditransfer sama ini (menunjuk salah satu jukir). Terus 'ya sudah mas saya terima kasih'," ujarnya menirukan percakapannya dengan pihak restoran itu.

Ia sendiri heran mengapa peristiwa ini justru diviralkan. "Nah selanjutnya kok malah viral kayak gini," kata Supriyo.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video berisi curhatan pemilik restoran yang membuka food truck di Alun-alun Kidul (Alkid) Jogja viral di media sosial. Pemilik food truck itu mengungkap kena pungli parkir hingga Rp 1 juta per hari dan juga jatah makan untuk preman dan polisi.

Video itu diunggah akun TikTok @dyahfardisa. Sedianya food truck itu bakal dia buka pada 16-20 September 2026, namun hanya bertahan sehari. Alasannya, dia mengaku terkena pungli oleh pihak berbagai pihak meski sudah mengantongi izin resmi ke Keraton Jogja.

"Tak pikir rampung wes di situ aja, ternyata ora e ges, punglinya banyak, opo disebut nek ora pungli. Kita bayar parkir Rp 1 juta per hari, total Rp 5 juta, itu aja sudah nego tadinya tukang parkir minta sehari Rp 2,5 juta, total Rp 12,5 juta, ini parkir trucknya ya," paparnya dalam unggahan itu dilihat detikJogja, Jumat (18/9).

Respons Wawalkot Jogja

Wawalkot Jogja Wawan Harmawan pun buka suara usai mendengar penjelasan Supriyo.

"Sebetulnya lihat sesuatu hal itu kan tidak boleh langsung diviralkan, jadi semuanya harus dikonfirmasi, jadi semuanya biar klir. Itu yang kami harapkan, jadi semua enak, nyaman, tidak semuanya niat untuk memviralkan suatu hal yang belum tentu semuanya benar," kata Wawan.

Wawan menyatakan Pemkot Jogja menyerahkan proses pengusutan dugaan pungli ini ke kepolisian.

"Ya saya kira apa yang disampaikan keraton, komitmennya, sangat betul sekali. Memang kalau tugas dari pihak berwenang untuk menanyakan lebih lanjut, lebih detail, informasi konkretnya seperti apa," ujarnya.

"Kita lihat nanti di Kepolisian, kan wewenangnya kepolisian itu. Tadi saya sudah koordinasi juga dengan kepolisian, melihat potensi-potensi (pelanggaran hukum)," sambung Wawan.

Disinggung soal upaya agar kejadian serupa tak terulang lagi, Wawan mengatakan pihaknya akan mengundang pihak-pihak terkait untuk duduk bersama.

"Ya tentu kami akan coba undang untuk pihak-pihak ini semuanya, dan ini tidak hanya berlaku di Alun-Alun Selatan saja. Jadi semuanya akan kita kondisikan supaya tidak terjadi terulang di tempat-tempat yang lain juga," ucap dia.



(afn/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads