Selama ini, kulit biasanya langsung masuk tempat sampah begitu buah akan dimakan. Alasannya pun sederhana, kulit buah sering kali pahit, berbulu, atau sekadar tidak enak untuk dikunyah.
Ternyata, anggapan tersebut ternyata tidak berlaku untuk semua jenis buah, lho detikers. Sebab, beberapa buah justru memiliki kandungan serat, vitamin, mineral, hingga antioksidan di bagian kulit.
Dengan demikian, mengupas buah perlu dilakukan dengan hati-hati. Apabila terlalu dalam, maka sebagian nutrisi yang sebenarnya masih bisa dikonsumsi turut terbuang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, buah apa saja yang bisa dimakan bersama kulitnya? Berikut daftar buahnya.
9 Buah yang Bisa Dimakan Bersama Kulitnya
Dilansir WebMD, sejumlah kulit buah diketahui dapat dimakan dan memiliki kandungan nutrisi yang menarik. Di antaranya adalah:
1. Apel
Apel menjadi salah satu buah yang bisa dimakan langsung bersama kulitnya. Kulit apel mengandung serat dan quercetin, sebuah senyawa flavonoid.
Kulit apel bahkan mengandung lebih banyak vitamin dan serat dibandingkan bagian dalam buahnya. Sebagaimana detikers ketahui, serat berperan membantu menjaga kesehatan pencernaan.
2. Pir
Pir juga termasuk buah yang kulitnya bisa ikut disantap. Kulit tipis buah ini menyumbang serat yang dapat membantu pencernaan dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.
Selain serat, kulit pir mengandung berbagai senyawa fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan. Karena itu, mengonsumsi pir secara utuh bisa memberikan tambahan nutrisi dibandingkan hanya menyantap daging buahnya.
3. Anggur
Kita biasa makan anggur tanpa mengupas kulitnya terlebih dahulu. Ternyata kebiasaan tersebut justru bisa membantu mendapatkan kandungan nutrisi dari kulitnya.
Kulit anggur, terutama yang berwarna merah atau ungu, mengandung pigmen antosianin dan berbagai polifenol. Kulitnya dikenal mengandung resveratrol yang banyak diteliti karena kaitannya dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah.
4. Jambu Biji
Jambu biji adalah buah yang sejak lama umum dimakan bersama kulitnya. Bagian kulit buah satu ini memberikan tambahan serat, sedangkan dagingnya dikenal sebagai sumber vitamin C.
Kulit dan lapisan yang berada dekat dengan kulit jambu biji mengandung senyawa bioaktif, termasuk polifenol dan komponen antioksidan. Tak heran jika jambu biji sering disantap langsung tanpa perlu repot mengupasnya terlebih dahulu.
5. Kiwi
Kulit kiwi mungkin menjadi salah satu bagian buah yang paling sering membuat orang ragu untuk memakannya. Teksturnya berbulu dan terasa agak kasar sehingga banyak orang memilih mengupasnya.
Padahal, kulit kiwi dapat dimakan dan mengandung antioksidan, flavonoid, serta vitamin C. Kandungan tersebut bahkan lebih banyak terdapat pada kulit dibandingkan bagian dalamnya.
6. Persik
Buah persik memiliki kulit berbulu halus yang sebenarnya bisa ikut dimakan. Kulitnya mengandung antioksidan, vitamin, serta serat.
Kulit persik mengandung vitamin A dan karotenoid yang merupakan kelompok antioksidan. Bagusnya lagi bisa mengurangi resiko katarak mata.
7. Semangka
Bukan hanya bagian merahnya yang bisa dimanfaatkan. Bagian putih yang berada di antara daging merah dan kulit hijau semangka juga mengandung nutrisi sehingga sayang dilewatkan begitu saja.
Kulit semangka mengandung asam amino bernama sitrulin. Bahkan, kandungan sitrulin pada kulitnya disebut lebih tinggi dibandingkan daging buahnya. Bagian tersebut dapat diolah dengan cara dijus, ditumis, atau diawetkan sehingga tidak mesti dimakan mentah.
8. Mentimun
Mentimun sebenarnya tidak perlu dikupas untuk dimakan. Kulit luarnya yang berwarna hijau tua mengandung serat, kalium, antioksidan, dan vitamin K.
Vitamin K merupakan nutrisi yang berperan dalam kesehatan tulang dan proses pembekuan darah. Karena itu, mengonsumsi mentimun bersama kulitnya bisa menjadi pilihan selama kondisinya bersih dan layak makan.
Namun, mentimun yang memiliki lapisan lilin cukup tebal sebaiknya diperhatikan sebelum dikonsumsi bersama kulitnya.
9. Terung
Terung memang lebih sering dimasak sebagai sayuran, tetapi secara botani terung sejatinya digolongkan buah. Bagian kulitnya juga ternyata bisa dimakan.
Kulit terung mengandung antioksidan, terutama pada varietas yang berwarna lebih gelap. Terung ungu, misalnya, memiliki kandungan nutrisi pada kulit yang lebih banyak dibandingkan varietas berwarna putih. Teksturnya memang bisa terasa sedikit kenyal setelah dimasak.
Apakah Boleh Asal Makan Kulit Buah?
Meski sejumlah kulit buah bisa dimakan, bukan berarti buah dapat langsung disantap tanpa dibersihkan. Kulit merupakan bagian yang paling banyak bersentuhan dengan lingkungan sehingga perlu dicuci terlebih dahulu menggunakan air mengalir.
Buah dapat dicuci sambil digosok perlahan untuk membantu menghilangkan debu, kotoran, dan sisa lapisan pada permukaannya. Buah yang sudah memar, rusak, atau berjamur juga sebaiknya tidak dikonsumsi.
Jadi, jangan buru-buru menganggap kulit buah sebagai sampah. Apel, pir, anggur, jambu biji, kiwi, persik, semangka, mentimun, hingga terong ternyata memiliki bagian luar yang masih bisa dimanfaatkan.
Kenapa Kulit Buah Memiliki Banyak Nutrisi?
Dirujuk Jurnal Teknologi dan Industri Pangan IPB University, kulit buah mengandung sejumlah senyawa yang bermanfaat, seperti vitamin C dan senyawa fenolik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit buah bengalun memiliki kandungan vitamin C sebesar 76,9±3 mg/100 gram dan total fenol sebesar 1.112±8 mg GAE/kg. Ekstrak kulit buah tersebut juga menunjukkan adanya aktivitas antioksidan berdasarkan pengujian DPPH.
Temuan ini menunjukkan bahwa kulit buah tidak selalu hanya menjadi bagian yang dibuang. Bagian tersebut dapat mengandung senyawa bioaktif seperti vitamin C dan fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan.
Kulit buah memang dapat memiliki kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif yang menarik. Namun, jika ingin mengonsumsi kulit buah secara langsung, tetap perlu memperhatikan jenis buah, kondisi kulit, serta kebersihannya sebelum dimakan.
Bagaimana, detikers sudah pernah makan buah-buah tersebut bersama kulitnya? Jika belum segera coba dan nikmati sensasi baru makan buah bersama kulitnya, yuk!
Artikel ini ditulis oleh Ovilia Putri Ramadhani Mahasiswa Magang Pendidikan di detikcom
