SPPG Irit Bicara Usai Siswa-Guru SMPN 3 Jetis Bantul Keracunan MBG

SPPG Irit Bicara Usai Siswa-Guru SMPN 3 Jetis Bantul Keracunan MBG

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Rabu, 15 Apr 2026 13:42 WIB
Suasana SMPN 3 Jetis, Bantul, Rabu (15/4/2026).
SMPN 3 Jetis Bantul. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Jogja -

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai makan bergizi gratis (MBG) ke SMPN 3 Jetis, Bantul, irit bicara saat dikonfirmasi terkait puluhan murid yang diduga keracunan usai menyantap MBG. SPPG tersebut mengaku akan memberikan keterangan resmi.

"Nanti kita umumkan, pokoknya nanti kita kasih keterangan secepatnya," kata Kepala SPPG yang menyuplai MBG di SMPN 3 Jetis, Hanif Saka kepada wartawan di Jetis, Bantul, Rabu (15/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait adanya dugaan keracunan di SMPN 3 Jetis usai mengonsumsi menu MBG, Hanif belum bisa berkomentar banyak. Menurutnya semua itu menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan.

"Nanti dari Labkesda. Pokoknya nanti kami beri konfirmasi ke media," ucapnya secara singkat.

ADVERTISEMENT

Diberitakan sebelumnya, pihak SMPN 3 Jetis, Bantul mengaku sudah tidak menerima kiriman makan bergizi gratis (MBG) setelah guru dan muridnya mengalami gejala keracunan. Saat ini sebagian besar muridnya sudah masuk dan mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).

"Sejak kemarin kami setop. Kejadian hari Senin (14/4/2026) dan hari Selasa kami setop, karena Senin pagi sekitar jam 8 suasana sudah tidak begitu kondusif, anak-anak banyak yang izin ke toilet," kata Kepala SMPN 3 Jetis, Widodo kepada wartawan di Jetis, Bantul, Rabu (15/4/2026).

Widodo mengatakan, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan pendistribusian MBG mulai hari ini.

"Kalau SPPGnya tidak melakukan pendistribusian MBG mulai hari Rabu (15/6) hingga waktu yang belum dapat ditentukan dari pihak SPPG," ujarnya.

Terkait kondisi siswanya, Widodo mengatakan sebagian besar telah mengikuti KBM. Dia bilang, hingga saat ini total murid yang mengalami gejala keracunan mencapai 75 orang.

"Yang kemarin ke Puskesmas itu masih kami izinkan di rumah untuk memulihkan stamina dan psikisnya. Untuk yang tidak ke puskesmas kami imbau untuk masuk mengikuti KBM," ucapnya.

Widodo menjelaskan ada juga sebagian guru yang mengalami gejala keracunan. Pasalnya guru-guru tersebut ikut menyantap MBG.

"Untuk guru itu terdampak sekitar 30 orang. Tapi sekarang mereka sudah sehat semua dan melaksanakan tugasnya kembali," katanya.



(par/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads