RS Sardjito Ungkap Respons UGM soal Pengembalian Elda Residen Penghina Pasien BPJS

RS Sardjito Ungkap Respons UGM soal Pengembalian Elda Residen Penghina Pasien BPJS

Adji G Rinepta - detikJogja
Kamis, 06 Agu 2026 15:42 WIB
Ilustrasi dokter
Ilustrasi dokter. Foto: Shutterstock
Jogja -

RSUP dr Sardjito menghentikan praktik stase mahasiswi bernama Elda Putri Rahardini yang berkomentar nyinyir di media sosial terhadap pasien BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan. Elda juga dikembalikan ke UGM. Pihak UGM disebut menyambut positif atas keputusan itu.

Diketahui, Yurizal merupakan pasien yang postingannya mengeluhkan harus menunggu kamar rawat inap selama delapan jam. Yurizal akhirnya meninggal beberapa hari kemudian.

Sebagai informasi, stase adalah masa rotasi praktik klinik yang harus dijalani oleh mahasiswa kedokteran, kedokteran gigi, atau keperawatan (dokter muda/koas) di rumah sakit, puskesmas, atau klinik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan, mengatakan mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) bernama Elda Putri Rahardini itu sedang stase di RS dr Sardjito. Dengan adanya kasus ini, RS Sardjito menghentikan stase Elda.

"Sardjito kewenangannya adalah menghentikan yang bersangkutan namanya stase. Stase itu praktik di Sardjito. Itu kita hentikan. Tapi yang menonaktifkan, yang punya hak menonaktifkan itu adalah UGM," kata Banu saat dihubungi wartawam, Kamis (6/8/2026).

ADVERTISEMENT

Banu menjelaskan, langkah ini merupakan hasil dari koordinasi tim RS Sardjito dan UGM bernama Tim pendidikan bermartabat.

"Yang bersangkutan kita nonaktifkan dan dihentikan stasenya itu dulu langkah pertama. Itu sudah dilakukan kemarin. Begitu ada peristiwa kita langsung hold dia," ungkap Banu.

"Kita kembalikan ke UGM dan UGM itu memang bersambut positif. Kalau kayak begini kita hentikan dia pendidikan proses pendidikannya itu selama proses investigasi lebih lanjut kita hentikan dulu di pendidikan bermartabat ini gitu," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, akun @erudarahaadini milik Elda Putri Rahardini viral karena komentarnya bernada menghina pasien BPJS yang mengeluhkan menunggu 8 jam. Akun itu disebut-sebut merupakan tenaga kesehatan (nakes) di RSUP dr Sardjito. Namun, belakangan RSUP dr Sardjito menegaskan bahwa Elda bukanlah karyawannya.

"PP nya kayak orang Have tapi aslinya Haven't kah? haven't some brain cells," tulis akun @erudarahaadini mengomentari utas @yurizaltrich. Jika diterjemahkan "PP nya sih kayak orang berada, padahal aslinya nggak. Malah kayak nggak punya otak."

Sontak komentar itu mendapat tanggapan negatif dari netizen. Salah satu akun Threads bernama @sunyidibaliksenyum bahkan mengungkap identitas pemilik akun @erudarahaadini.

"Jejak digital para welcome to WALL OF FAME, manusia minim empati. kita mulai dari yang pertama dulu ya, ada dr. Elda Putri Rahardini, M.D., Ph.D., alumni UGM dan penerima beasiswa LPDP. semoga setelah ini jadi lebih bijak ya dokter erudarahaadini," tulis akun @sunyidibaliksenyum.



(dil/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads