RSUP soal Penghina Pasien BPJS: Kami Tak Mau ada Elda di Klinis Sardjito

RSUP soal Penghina Pasien BPJS: Kami Tak Mau ada Elda di Klinis Sardjito

Adji G Rinepta - detikJogja
Kamis, 06 Agu 2026 15:32 WIB
RSUP dr Sardjito Yogyakarta
Foto: RSUP dr Sardjito Yogyakarta (Jauh Hari/detikcom)
Jogja -

RSUP dr Sardjito mengembalikan Elda Putri Rahardini yang tengah menjadi residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) ke Universitas Gadjah Mada (UGM). Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan, menyebut pihaknya tak mau Elda ada di klinis di Sardjito.

"Kami tidak mau ada Elda itu ada di klinis di Sardjito," ujar Banu saat dihubungi wartawan, Kamis (6/8/2026).

Elda dikembalikan ke UGM usai komentarnya terhadap pasien BPJS Yurizal di media sosial viral. Komentar Elda terhadap curhatan Yurizal karena 8 jam tak mendapat ruang perawatan itu viral karena dianggap menghina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banu menyebut pihaknya sudah melakukan investigasi terkait peristiwa itu. Penghentian praktik Elda adalah langkah yang diambil dalam proses investigasi.

ADVERTISEMENT

"Kalau kayak begini kita hentikan dia, pendidikan, proses pendidikannya itu selama proses investigasi lebih lanjut kita hentikan dulu di pendidikan bermartabat ini, gitu," tegasnya.

"Sardjito kewenangannya adalah menghentikan yang bersangkutan namanya stase. Stase itu praktik di Sardjito. Itu kita hentikan. Tapi yang menonaktifkan, yang punya hak menonaktifkan itu adalah UGM," jelas Banu.

Diketahui, akun @erudarahaadini milik Elda Putri Rahardini viral karena komentarnya bernada menghina pasien BPJS yang mengeluhkan menunggu 8 jam untuk mendapat kamar rawat inap. Kasus ini semakin heboh usai Yurizal dikabarkan meninggal.

"PP nya kayak orang Have tapi aslinya Haven't kah? haven't some brain cells," tulis akun @erudarahaadini mengomentari utas @yurizaltrich. Jika diterjemahkan "PP nya sih kayak orang berada, padahal aslinya nggak. Malah kayak nggak punya otak."



(afn/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads