Puluhan siswa di Jetis, Bantul mengalami gejala keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) pada Senin (13/4) . Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul meminta SPPG yang menyuplai makanan disetop sementara.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji, menyebut SPPG yang menyuplai SMP di Jetis masih beroperasi usai terjadi dugaan keracunan. Dia meminta agar SPPG itu disetop sementara.
"Kalau dari Satgas Kabupaten berharap tutup dulu sementara hingga diketahui penyebabnya apa. Tapi tadi SPPG dari korwil sudah laporan ke pusat dan tinggal tunggu keputusannya seperti apa dari pusat, karena yang punya wewenang dari pusat," katanya saat dihubungi wartawan, Selasa (14/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, ada sekitar 80 siswa dan guru yang mengalami keracunan MBG. 77 murid berasal dari SMPN Jetis, kemudian ada dua guru dan satu murid di SMP swasta di Jetis.
"Data terbaru menyebut ada 80 orang yang diduga keracunan itu (MBG). Tapi semuanya sudah terkondisi," jelasnya.
Terkait penyebab puluhan orang mengalami gejala keracunan makanan, Hermawan mengaku belum bisa mengungkapkannya. Mengingat untuk menentukan penyebabnya harus berdasarkan uji laboratorium terhadap sampel makanan.
"Dari Dinkes (Bantul) sudah mengambil sampel makanan dan saat ini sedang diuji laboratorium," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, puluhan murid salah satu SMPN di Jetis, Bantul mengalami keracunan setelah mengkonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG). Mereka mengalami keracunan sehari pasca mengkonsumsi MBG.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul, Samsu Aryanto mengatakan, bahwa awalnya murid-murid mengkonsumsi MBG kemarin, Senin (13/4). Adapun menu MBG saat itu adalah nasi, ayam bakar, sayur sawi, tahu goreng dan buah semangka.
"Lalu pagi tadi beberapa murid merasakan gejala mual, diare, muntah dan pusing," katanya kepada wartawan, Selasa (14/4).
Mengetahui hal tersebut, guru langsung membawa muridnya yang mengalami gejala keracunan ke Puskesmas 2 Jetis. Ternyata jumlah murid yang mengalami gejala keracunan terus bertambah jumlahnya.
"Berdasarkan laporan dari Puskesmas Jetis 2 ada 71 murid yang diduga mengalami keracunan MBG," ujarnya.
(afn/apl)












































Komentar Terbanyak
KPAI Ungkap Pengakuan Bidan Penampung 11 Bayi di Rumah Sleman
Respons Nadiem Makarim Usai Dituntut 18 Tahun Penjara
Siasat Keji Istri Ketahuan Selingkuh Lalu Gorok Suami di Parangtritis