Giliran Kapal Malaysia Diizinkan Lewati Selat Hormuz oleh Iran

Internasional

Giliran Kapal Malaysia Diizinkan Lewati Selat Hormuz oleh Iran

Anisa Indraini - detikJogja
Kamis, 26 Mar 2026 20:12 WIB
Malaysias Prime Minister Anwar Ibrahim speaks at the opening ceremony of the 47th ASEAN Summit and Related Summits in Kuala Lumpur, Malaysia October 26, 2025. REUTERS/Chalinee Thirasupa
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Foto: REUTERS/Chalinee Thirasupa
Jogja -

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyebut Iran telah mengizinkan kapal tanker Malaysia melewati Selat Hormuz. Malaysia menjadi negara kesekian yang diizinkan lewat setelah China-India.

Dilansir detikFinance, Anwar Ibrahim menyampaikan kabar tersebut dalam pidato yang disiarkan di televisi. Anwar berterima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian karena telah mengizinkan kapal-kapal Malaysia untuk melewati Selat Hormuz.

"Kami sekarang sedang dalam proses membebaskan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang," ujar Anwar dikutip dari Reuters, Kamis (26/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Malaysia disebut telah berbicara dengan Iran dan negara-negara lain untuk menjembatani negosiasi perdamaian di Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

"Tetapi ini tidak mudah, karena Iran merasa telah berulang kali ditipu dan merasa sulit untuk menerima langkah-langkah menuju perdamaian tanpa jaminan keamanan yang jelas dan mengikat bagi negara mereka," tutur Anwar Ibrahim.

Diketahui, kapal tanker dari sejumlah negara diizinkan melewati Selat Hormuz. Kapal yang diizinkan melintas harus berasal dari negara yang dianggap bersahabat, salah satunya India.

Hal itu diungkap langsung di akun media sosial X milik Konsulat Jenderal Iran di Mumbai yang mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Dalam unggahan tersebut, tercatat lima negara mendapat lampu hijau untuk melintasi Selat Hormuz.

"Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi: Kami mengizinkan pelayaran melalui Selat Hormuz bagi negara-negara sahabat termasuk China, Rusia, India, Irak dan Pakistan," tulis unggahan tersebut, dikutip dari The Economic Times.



(afn/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads