Tak Hanya Minyak, Logistik Obat Kanker-Vaksin Juga Terdampak Perang Timteng

Internasional

Tak Hanya Minyak, Logistik Obat Kanker-Vaksin Juga Terdampak Perang Timteng

Khadijah Nur Azizah - detikJogja
Rabu, 25 Mar 2026 18:39 WIB
Ilustrasi Vaksin
Ilustrasi Vaksin. Foto: Shutterstock/
Jogja -

Konflik panas di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Israel vs Iran tak hanya mengancam pasokan energi saja, tetapi juga dunia medis. Jalur udara yang selama ini diandalkan sebagai jalur pengiriman obat-obatan kritis seperti obat kanker dan vaksin mulai mengalami kelumpuhan.

Adanya penutupan bandara-bandara besar di wilayah Teluk seperti Dubai, Abu Dhabi, dan Doha juga mengancam kelancaran logistik obat-obatan. Padahal, sejumlah bandara tersebut merupakan pusat fasilitas cold-chain (rantai dingin) terbesar yang menjaga suhu obat-obatan sensitif agar tetap efektif hingga ke tangan pasien.

Dikutip dari detikHealth, sebagaimana dilansir Reuters, karakteristik obat kanker modern dan vaksin ini sangat bergantung pada stabilitas suhu. Sebagaimana diketahui, obat-obatan seperti antibodi monoklonal tidak boleh mengalami keterlambatan pengiriman karena masa simpannya yang singkat dan kerentanannya terhadap perubahan cuaca.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang pakar kesehatan global dari Council on Foreign Relations, Prashant Yadav, memperingatkan stok obat-obatan sensitif dan mahal ini biasanya hanya tersedia untuk tiga bulan.

ADVERTISEMENT

"Jika situasi tidak membaik dalam empat hingga enam minggu, pasien kanker berisiko harus mengulang terapi dari awal atau menghadapi perburukan kondisi yang fatal karena pengobatan yang terhenti," katanya.

Dengan kondisi demikian, perusahaan farmasi kini terpaksa menempuh jalur darat yang berisiko. Obat-obatan diterbangkan ke bandara yang masih dibuka seperti Jeddah atau Riyadh di Arab Saudi, kemudian diangkut menggunakan truk pendingin melintasi padang pasir.

Rute selanjutnya melalui Istanbul, Oman, hingga Singapura pun mulai diambil. Namun, strategi ini dapat menyebabkan biaya logistik yang meroket dan risiko kerusakan obat yang meningkat akibat waktu tempuh yang lebih lama. Tak hanya obat, komponen vital seperti penutup vial (botol obat) dan plastik kantong infus pun mulai terancam langka karena jalur pengapalan yang terganggu.

Industri farmasi kini sedang berpacu dengan waktu, mereka berusaha memetakan ulang rute pengiriman sebelum gudang-gudang penyimpanan di berbagai negara benar-benar kosong.



(par/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads