Renungan Harian Katolik 17 Maret 2026 dan Bacaan Hari Ini: Kemalasan

Renungan Harian Katolik 17 Maret 2026 dan Bacaan Hari Ini: Kemalasan

Santo - detikJogja
Selasa, 17 Mar 2026 04:02 WIB
Renungan harian Katolik 17 Maret 2026 lengkap bacaan Injil dan doa penutupnya.
Renungan harian Katolik. (Foto: Arcaion/Pixabay)
Jogja -

Bagi umat Katolik, renungan harian Katolik hari ini adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.

Berdasarkan Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 17 Maret 2026 merupakan hari biasa pekan IV Prapaskah dengan peringatan kisah Yusuf dari Arimatea, Murid Yesus; Santo Patrisius, Uskup dan Pengaku Iman; dan Santa Gertrudis dari Nivelles, Pengaku Iman. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah ungu.

Mengangkat tema tentang kemalasan, mari simak renungan Katolik hari Selasa, 17 Maret 2026 yang dihimpun dari buku "Inspirasi Pagi" oleh Antonius Eko Sugiyanto. Renungan harian Katolik berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil dan doa Katolik hari ini sebagai penutup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Renungan Katolik Hari Ini Selasa, 17 Maret 2026

Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 17 Maret 2026

Sebelum berefleksi dalam renungan Katolik hari ini, umat dapat membaca bacaan Katolik hari ini, 17 Maret 2026. Adapun menurut kalender liturgi Komisi Liturgi KWI, bacaan Katolik hari ini dimulai dengan Yeh. 47:1-9,12; dilanjut Mazmur Mzm. 46:2-3,5-6,8-9; bacaan Injil Yoh. 5:1-16; dan bacaan ofisi Im 19:1-18.31-37. Berikut ini uraian lengkapnya dengan bacaan Injil versi panjang:

ADVERTISEMENT

Bacaan I Yeh. 47:1-9,12

  • Yeh 47:1 Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah.
  • Yeh 47:2 Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.
  • Yeh 47:3 Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki.
  • Yeh 47:4 Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut; kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang.
  • Yeh 47:5 Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi.
  • Yeh 47:6 Lalu ia berkata kepadaku: "Sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?" Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai.
  • Yeh 47:7 Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana.
  • Yeh 47:8 Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
  • Yeh 47:9 sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.
  • Yeh 47:12 Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."

Bacaan Mazmur Mzm. 46:2-3,5-6,8-9

  • Mzm 46:2 (46-3) Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;
  • Mzm 46:3 (46-4) sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Sela
  • Mzm 46:5 (46-6) Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.
  • Mzm 46:6 (46-7) Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumipun hancur.
  • Mzm 46:8 (46-9) Pergilah, pandanglah pekerjaan Tuhan, yang mengadakan pemusnahan di bumi,
  • Mzm 46:9 (46-10) yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi, yang mematahkan busur panah, menumpulkan tombak, membakar kereta-kereta perang dengan api!

Bacaan Injil Yoh. 5:1-16

  • Yoh 5:1 Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.
  • Yoh 5:2 Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
  • Yoh 5:3 dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
  • Yoh 5:4 Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya.
  • Yoh 5:5 Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
  • Yoh 5:6 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
  • Yoh 5:7 Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."
  • Yoh 5:8 Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
  • Yoh 5:9 Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.
  • Yoh 5:10 Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: "Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu."
  • Yoh 5:11 Akan tetapi ia menjawab mereka: "Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah."
  • Yoh 5:12 Mereka bertanya kepadanya: "Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?"
  • Yoh 5:13 Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.
  • Yoh 5:14 Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk."
  • Yoh 5:15 Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.
  • Yoh 5:16 Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.

Bacaan Ofisi Im 19:1-18.31-37

  • Im 19:1 Tuhan berfirman kepada Musa:
  • Im 19:2 "Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, Tuhan, Allahmu, kudus.
  • Im 19:3 Setiap orang di antara kamu haruslah menyegani ibunya dan ayahnya dan memelihara hari-hari sabat-Ku; Akulah Tuhan, Allahmu.
  • Im 19:4 Janganlah kamu berpaling kepada berhala-berhala dan janganlah kamu membuat bagimu dewa tuangan; Akulah Tuhan, Allahmu.
  • Im 19:5 Apabila kamu mempersembahkan korban keselamatan kepada Tuhan, kamu harus mempersembahkannya sedemikian, hingga Tuhan berkenan akan kamu.
  • Im 19:6 Dan haruslah itu dimakan pada hari mempersembahkannya atau boleh juga pada keesokan harinya, tetapi apa yang tinggal sampai hari yang ketiga haruslah dibakar habis.
  • Im 19:7 Jikalau dimakan juga pada hari yang ketiga, maka itu menjadi sesuatu yang jijik dan Tuhan tidak berkenan akan orang itu.
  • Im 19:8 Siapa yang memakannya, akan menanggung kesalahannya sendiri, karena ia telah melanggar kekudusan persembahan kudus yang kepada Tuhan. Nyawa orang itu haruslah dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya.
  • Im 19:9 Pada waktu kamu menuai hasil tanahmu, janganlah kausabit ladangmu habis-habis sampai ke tepinya, dan janganlah kaupungut apa yang ketinggalan dari penuaianmu.
  • Im 19:10 Juga sisa-sisa buah anggurmu janganlah kaupetik untuk kedua kalinya dan buah yang berjaTuhan di kebun anggurmu janganlah kaupungut, tetapi semuanya itu harus kautinggalkan bagi orang miskin dan bagi orang asing; Akulah Tuhan, Allahmu.
  • Im 19:11 Janganlah kamu mencuri, janganlah kamu berbohong dan janganlah kamu berdusta seorang kepada sesamanya.
  • Im 19:12 Janganlah kamu bersumpah dusta demi nama-Ku, supaya engkau jangan melanggar kekudusan nama Allahmu; Akulah Tuhan.
  • Im 19:13 Janganlah engkau memeras sesamamu manusia dan janganlah engkau merampas; janganlah kautahan upah seorang pekerja harian sampai besok harinya.
  • Im 19:14 Janganlah kaukutuki orang tuli dan di depan orang buta janganlah kautaruh batu sandungan, tetapi engkau harus takut akan Allahmu; Akulah Tuhan.
  • Im 19:15 Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan; janganlah engkau membela orang kecil dengan tidak sewajarnya dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili orang sesamamu dengan kebenaran.
  • Im 19:16 Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah Tuhan.
  • Im 19:17 Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia.
  • Im 19:18 Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah Tuhan.
  • Im 19:31 Janganlah kamu berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal; janganlah kamu mencari mereka dan dengan demikian menjadi najis karena mereka; Akulah Tuhan, Allahmu.
  • Im 19:32 Engkau harus bangun berdiri di hadapan orang ubanan dan engkau harus menaruh hormat kepada orang yang tua dan engkau harus takut akan Allahmu; Akulah Tuhan.
  • Im 19:33 Apabila seorang asing tinggal padamu di negerimu, janganlah kamu menindas dia.
  • Im 19:34 Orang asing yang tinggal padamu harus sama bagimu seperti orang Israel asli dari antaramu, kasihilah dia seperti dirimu sendiri, karena kamu juga orang asing dahulu di tanah Mesir; Akulah Tuhan, Allahmu.
  • Im 19:35 Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan, mengenai ukuran, timbangan dan sukatan.
  • Im 19:36 Neraca yang betul, batu timbangan yang betul, efa yang betul dan hin yang betul haruslah kamu pakai; Akulah Tuhan, Allahmu yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir.
  • Im 19:37 Demikianlah kamu harus berpegang pada segala ketetapan-Ku dan segala peraturan-Ku serta melakukan semuanya itu; Akulah Tuhan."

Renungan Harian Katolik Selasa 17 Maret 2026

Pasrah atau malas? Perbedaan keduanya begitu tipis. Seorang siswa merasa gugup menjelang datangnya ujian. Merasa diri bukan anak yang pintar, ia bahkan sampai tidak bisa tidur memikirkan hal itu.

Namun, ia pun tidak lalu belajar agar bisa memahami materi pelajaran. Ia berpikir, belajar tidak ada gunanya karena toh ia tidak akan mengerti juga. Saat ujian tiba, pertanyaan-pertanyaan yang muncul begitu sulit baginya. Ia pun pasrah, dan alhasil, nilainya pun jatuh.

Yesus hari ini berjumpa dengan seorang lumpuh di Kolam Betesda. Ia menanyakan apakah laki-laki itu ingin sembuh. Namun, alih-alih menjawab, "Ya, aku ingin sembuh," orang itu membuat alasan tentang tidak adanya orang yang membantu dirinya untuk masuk ke dalam kolam.

Setelah disembuhkan Yesus, orang itu bahkan "menyalahkan" Dia karena menyembuhkannya pada hari Sabat. Ia tidak diceritakan mengungkapkan rasa terima kasih kepada Yesus.

Padahal, banyak sekali orang yang mencari penyembuhan di Kolam Betesda. Namun, yang disembuhkan Yesus hanya dirinya, itu pun ia tidak meminta kesembuhan kepada-Nya.

Sering kali dalam hidup ini, kita "nyaman" dengan penderitaan. Penderitaan dapat kita jadikan alasan untuk mengiba dan meminta perhatian dari orang lain.

Beberapa orang menikmati penderitaan mereka, sebab dari situlah mereka bisa mendapat bantuan dan dukungan hidup dari orang lain. Kita kadang bermimpi meraih hasil maksimal dalam setiap hal yang kita kerjakan secara minimal.

Stop menjadi pemalas! Kita tidak bersikap pasrah ketika kita hanya menunggu perhatian atau kemurahan hati orang lain. Sikap itu menandakan bahwa kita ini malas! Jangan pula menjadi pribadi celaka, yakni pribadi yang setelah mendapat kebaikan, tidak membalasnya dengan melakukan kebaikan yang lain.

Pada suatu kesempatan, Paus Fransiskus pernah berpesan agar umat Katolik jangan malas. Ia berkata, "Kemalasan adalah godaan yang sangat berbahaya.

Kemalasan membuat orang merasa bahwa segala sesuatu tidak ada artinya dan tidak ada yang layak untuk diperjuangkan. Ini adalah semacam 'psikologi makam' yang membunuh harapan dari dalam" (audiensi umum di Vatikan, 14 Februari 2024).

Doa Katolik Hari Ini

Tuhan, kami menjalankan puasa tobat ini dengan semangat suci. Semoga dengan demikian kami menyiapkan diri untuk mewartakan berita gembira tentang penyelamatan-Mu.

Demi Yesus Kristus, Putra-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Demikian renungan harian Katolik hari ini Selasa, 17 Maret 2026 dengan bacaan Injil dan doa penutup. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita. Amin.

FAQ

1. Renungan harian Katolik 17 Maret 2026 tentang apa?

Renungan Katolik hari ini 17 Maret 2026 mengangkat refleksi tentang kemalasan yang dapat berujung pada penderitaan dalam hidup.

2. Apa bacaan Injil Katolik hari ini 17 Maret 2026?

Bacaan Injil Katolik 17 Maret 2026 adalah Yohanes 5 mulai dari ayat 1 sampai 16.

3. Kisah siapa yang diperingati dalam Liturgi Katolik hari ini 17 Maret 2026?

Dalam renungan harian Katolik 17 Maret 2026, kita juga merenungi kisah Yusuf dari Arimatea (Murid Yesus), Santo Patrisius (Uskup dan Pengaku Iman), dan Santa Gertrudis dari Nivelles (Pengaku Iman).




(sto/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads