Gereja GMS Bantul Janji Segera Lengkapi Administrasi

Gereja GMS Bantul Janji Segera Lengkapi Administrasi

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Rabu, 27 Mei 2026 06:47 WIB
Gereja Misi Sejahtera (GMS) tengah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna melengkapi syarat perizinan tempat ibadah.
Gereja Misi Sejahtera (GMS) Bantul di Glugo, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Selasa (26/5/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Bantul -

Gereja Misi Sejahtera (GMS) menyatakan tengah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna melengkapi administrasi syarat-syarat perizinan tempat ibadah.

"Kita sedang terus berkoordinasi terkait kelengkapan administrasi," kata Humas GMS Pusat, Josiah Michael saat dihubungi wartawan, Rabu (27/5/2026).

Josiah mengatakan, semua itu sebagai wujud GMS Bantul betul-betul siap melengkapi syarat terkait izin tempat ibadah. Saat ini GMS Bantul sedang mengurus kelengkapan dokumen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan GMS Bantul siap melengkapi jika masih ada dokumen lagi yang diperlukan," ujar Josiah.

ADVERTISEMENT

Diberitakan sebelumnya, postingan bernarasi adanya pembubaran ibadah di salah satu gereja di Sewon, Bantul, oleh salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) ramai di media sosial (medsos). Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bantul mengaku tengah mengambil langkah agar situasi tetap kondusif.

"Lagi dan lagi, hari ini saya mendapatkan laporan tentang adanya pembubaran ibadah paksa yang dialami oleh Jemaat Gereia GMS Bantul oleh oknum-oknum Intolerans. bahkan sampai memakai kekerasan. tolong diatensi broku @yudhawk157," kata akun Instagram @davidherson_official seperti dilihat detikJogja.

"Apa mereka lupa bahwa Negara ini menjamin sesuai dengan Pasal 29:1&2 Undang-undang dasar 1945 bahwa setiap negara berhak untuk beribadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Mohon perhatiannva dan tindak secara tegas oknum-oknum intolerans tersebut @kapolri_indonesia @pemkabbantul @kemenag_ri @polresbantuldiy @poldajogja," lanjut akun tersebut.

Plt Kepala Kesbangpol Bantul, Yulius Suharta, membenarkan adanya kejadian tersebut. Yulius menyebut kejadian itu terjadi pada Minggu (24/5/2026).

"Kesbangpol tidak hanya pada posisi menunggu laporan, tapi dari informasi kemarin ketika berkembang akan ada penolakan terkait kegiatan GMS, kami sudah mengkoordinasikannya," katanya saat dihubungi wartawan, Senin (25/5/2026).

Yulius menyebut Kesbangpol telah mencoba untuk melakukan antisipasi terkait pergerakan tersebut. Akan tetapi, kejadian tersebut akhirnya tetap terjadi.

"Kami sudah mencoba untuk mengantisipasi, tapi memang faktanya kemarin terjadi pergerakan di tempat kegiatan GMS seperti itu," ucapnya.

Oleh sebab itu, Kesbangpol akan melakukan pembahasan terkait kejadian di Panggungharjo, Sewon, Bantul. Semua itu agar situasi tetap kondusif di tengah-tengah masyarakat.

"Tapi yang terpenting kita sudah mencoba untuk langkah cepat dalam rangka bagaimana kondusivitas Kabupaten Bantul itu tetap terjaga," ujarnya.




(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads