Perempuan asal Gorontalo, Sitti Sahida Sahari (28), sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Perempuan itu ternyata sengaja bersembunyi dari orang tuanya agar tak diminta pulang ke Gorontalo.
Keberadaan Sitti ditemukan tim Satreksrim dan Jatanras Polrestabes Makassar di wilayah Sudiana pada Sabtu, 14 Maret 2026 malam. Sitti dilaporkan hilang sejak Senin (9/3) sekitar pukul 13.00 WIB.
"Dia itu ternyata bukan hilang tapi menghilangkan diri, menghindari dari keluarganya. Karena orang tuanya mau dia pulang ke Gorontalo, sementara dia masih mau di Makassar," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Devi Sujana kepada detikSulsel, Senin (16/3).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Sitti diduga menilap uang dari gerai makanan cepat saji tempatnya bekerja. Dia pun memilih mengundurkan diri dan pindah tempat kerja agar bisa bertahan di Makassar.
Sitti berhasil ditemukan usai polisi mengumpulkan keterangan dari ayah dan rekan korban di tempatnya bekerja. Selain itu, polisi juga menyebarluaskan informasi hilangnya Sitti ke masyarakat.
"Kita berusaha hubungi sana-sini, banyak yang dihubungi. Karena namanya orang ngumpet gitu. Padahal si anak itu mungkin sudah tahu viral, tapi tidak juga berusaha menghubungi orang tuanya," ujar Devi.
Polisi pun mengungkap alasannya tidak menerbitkan Laporan Polisi (LP) terkait hilangnya korban. Hal ini karena korban tidak mengalami tindak kriminal dan hanya bersembunyi dan sulit dihubungi karena tidak mau kembali ke Gorontalo.
"Tidak ada (tindak kriminal), makanya dari awal itu anggota Polsek dengan beberapa informasi baik dari bapaknya, dari rekan kerjanya, menyimpulkan kalau ini pidananya tidak ada, tidak ada penculikan atau penghilangan paksa. Sehingga tidak dibuatkan LP saat itu, cuma pencarian tetap dilakukan," jelas Devi.
Pamit Bekerja ke Orang Tua
Sebagai informasi, Sitti dilaporkan hilang oleh ayahnya Hamzah Sahari ke SPKT Polsek Panakkukang, Senin (9/3) sekitar pukul 13.00 WIB. Korban disebut pamit bekerja ke Makassar untuk bekerja di salah satu gerai makanan cepat saji.
"Kami mencatat identitas orang yang melapor yaitu Hamzah Sahari, alamat Gorontalo, anaknya Sitti Sahadi Sahari (dilaporkan hilang)," kata Kepala Jaga SPKT Regu Dua Polsek Panakkukang Aipda Asri kepada detikSulsel, Jumat (14/3).
Korban sempat menghubungi ayahnya dan mengaku hendak dilamar seorang pria. Namun, korban menolaknya karena masih ingin fokus berkarier.
"Curhat lah orang tuanya pada kami bahwasanya anaknya ada yang mau lamar tapi tidak mau anaknya, jadi (korban) menghindar," tuturnya.
Belakangan ayah korban juga baru mengetahui anaknya telah dipecat dari gerai tempatnya bekerja. Korban dipecat karena diduga menyelewengkan uang perusahaan.
"Terus ada informasi di manajemen (gerai tersebut) dia dikasih keluar karena mencuri uang perusahaan," ungkap Asri.
(ams/dil)












































Komentar Terbanyak
Iran soal Video Kemunculan Netanyahu: Jika Masih Hidup Akan Terus Kami Kejar
Rismon Sianipar Kini Bilang Ijazah Jokowi-Gibran Asli, Begini Temuannya
Terungkap Alasan Alvi Tega Mutilasi Kekasih Jadi Ratusan Potong