Ulah Gadis Gorontalo Bikin Heboh Keluarga gegara Dikira Hilang di Makassar

Ulah Gadis Gorontalo Bikin Heboh Keluarga gegara Dikira Hilang di Makassar

Tim detikSulsel - detikSulsel
Senin, 16 Mar 2026 07:30 WIB
Siti Sahida Sahari (28), gadis asal Gorontalo yang dilaporkan hilang di Makassar. Dokumen Istimewa
Siti Sahida Sahari (28), gadis asal Gorontalo yang dilaporkan hilang di Makassar. Foto: Dokumen Istimewa
Makassar -

Keberadaan gadis asal Gorontalo bernama Sitti Sahida Sahari (28) yang sempat dilaporkan hilang di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya diketahui. Sitti rupanya sengaja bersembunyi dari orang tuanya agar tidak diminta pulang ke Gorontalo.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Devi Sujana mengatakan Sitti ditemukan oleh tim Reserse Kriminal (Reskrim) dan Jatanras Polrestabes Makassar di wilayah Sudiang pada Sabtu (14/3) malam. Sitti mengaku terlibat perselisihan dengan orang tuanya sehingga memilih menghilang dan tidak dapat dihubungi.

"Dia itu ternyata bukan hilang tapi menghilangkan diri, menghindari dari keluarganya. Karena orang tuanya mau dia pulang ke Gorontalo, sementara dia masih mau di Makassar," ujar Devi kepada detikSulsel, Minggu (16/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sitti juga diduga menyelewengkan uang dari gerai makanan cepat saji tempatnya bekerja. Sehingga ia memilih mengundurkan diri dan pindah tempat kerja agar tetap bisa bertahan di Makassar.

Devi menjelaskan korban berhasil ditemukan usai mengumpulkan keterangan dari ayah dan rekan korban di gerai bekas korban bekerja. Aparat juga menyebarluaskan informasi tersebut kepada warga sekitar untuk membantu proses pencarian.

ADVERTISEMENT

"Kita berusaha hubungi sana-sini, banyak yang dihubungi. Karena namanya orang ngumpet gitu. Padahal si anak itu mungkin sudah tahu viral, tapi tidak juga berusaha menghubungi orang tuanya," ujar Devi.

Devi menegaskan bahwa korban tidak mengalami tindak kriminal apa pun yang menyebabkan ia bersembunyi dan sulit dihubungi. Korban murni hilang kontak karena tidak ingin kembali ke Gorontalo.

Hal itu juga yang menjadi dasar aparat tidak menerbitkan Laporan Polisi (LP). Sehingga Ia menegaskan, pihaknya bekerja dan mencari korban sejak hari pertama dilaporkan, sekaligus membantah isu bahwa laporan tersebut ditolak oleh aparat.

"Tidak ada (tindak kriminal), makanya dari awal itu anggota Polsek dengan beberapa informasi baik dari bapaknya, dari rekan kerjanya, menyimpulkan kalau ini pidananya tidak ada, tidak ada penculikan atau penghilangan paksa. Sehingga tidak dibuatkan LP saat itu, cuma pencarian tetap dilakukan," pungkas Devi.

Sitti Sempat Tolak Lamaran Pria

Sitti dilaporkan hilang oleh ayahnya, Hamzah Sahari ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Panakkukang pada Senin (9/3) sekitar pukul 13.00 Wita. Ayah korban mengungkap bahwa korban ke Makassar untuk bekerja di salah satu gerai makanan cepat saji.

"Kami mencatat identitas orang yang melapor yaitu Hamzah Sahari, alamat Gorontalo, anaknya Sitti Sahadi Sahari (dilaporkan hilang)," kata Kepala Jaga SPKT Regu Dua Polsek Panakkukang Aipda Asri kepada detikSulsel, Jumat (14/3).

Asri mengatakan berdasarkan keterangan ayah korban, Sitti berangkat ke Makassar sekitar September 2025. Korban masih intens berkomunikasi dengan keluarga hingga Januari 2026 sebelum akhirnya menghilang tanpa kabar.

Ia mengungkap bahwa korban sempat menghubungi sang ayah dan mengaku bahwa dirinya hendak dilamar oleh seorang pria. Namun, korban memilih menolak lamaran tersebut karena merasa belum cocok dan masih ingin fokus berkarier.

"Curhat lah orang tuanya pada kami bahwasanya anaknya ada yang mau lamar tapi tidak mau anaknya, jadi (korban) menghindar," tuturnya.

Belakangan ayah korban juga baru mengetahui anaknya telah dipecat dari gerai tempatnya bekerja. Korban dipecat karena diduga menyelewengkan uang perusahaan.

"Terus ada informasi di manajemen (gerai tersebut) dia dikasih keluar karena mencuri uang perusahaan," ungkap Asri.

Heboh Laporan Ditolak Polisi

Kasus ini awalnya heboh usai laporan ayah korban disebut ditolak oleh polisi. Menanggapi hal itu, polisi menegaskan bahwa aduan tersebut telah diterima dan diproses.

"(Penolakan) itu sebenarnya enggak betul. Kita layani dengan baik sesuai SOP. Itu kan orang tuanya datang sama kerabatnya melapor tentang anaknya yang hilang sudah usia 28 tahun (namanya) Sitti Sahida Sahari.," kata Kapolsek Panakkukang Kompol Ema Ratna kepada detikSulsel, Jumat (13/3).

Ema mengatakan pihaknya telah mengumpulkan identitas awal dari ayah korban setelah menerima aduan tersebut. Berdasarkan keterangan ayah korban, korban juga disebut mengalami masalah dengan kantor tempatnya bekerja.

"Orang tuanya mengatakan bahwa memang ini anaknya ada masalah di tempat kerjanya. Dia kan kerja di Mie Gacoan Pettarani, terus dia dipecat ki karena menyelewengkan (uang perusahaan)," tuturnya.

Ia pun menjelaskan, bahwa laporan tersebut masih memerlukan informasi akurat untuk ditindaklanjuti. Sehingga pihaknya menyarankan pelapor meminta bantuan kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Tamamaung untuk mencari korban terlebih dahulu.

"Kalau Bhabinkamtibmas kami, dia sebar ki berita (kehilangan orang) ke grup-grup warga. Sampai berterima kasih itu omnya yang bawa (ayah korban) di sini melapor," bebernya.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Keji! Ayah di Gorontalo Aniaya Bayi Sambil Video Call Istri"
[Gambas:Video 20detik] (asm/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads