Mojtaba Khamenei Disebut Diam-diam Terbang ke Rusia untuk Operasi

Internasional

Mojtaba Khamenei Disebut Diam-diam Terbang ke Rusia untuk Operasi

Novi Christiastuti - detikJogja
Senin, 16 Mar 2026 14:57 WIB
Pemimpin Tertintinggi Iran Mojtaba Khamenei dikabarkan terbang ke Rusia diam-diam untuk operasi.
Mojtaba Khamenei dikabarkan terbang ke Rusia diam-diam untuk operasi. (Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)
Jogja -

Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dikabarkan terbang ke Rusia diam-diam untuk menjalani operasi. Mojtaba disebut mengalami luka-luka akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari 2026 lalu.

Dilansir detikNews mengutip Metro.co.uk, Senin (16/3/2026), evakuasi rahasia itu dilakukan agar Mojtaba bisa menjalani operasi kaki untuk menyelamatkan nyawanya. Operasi anak mendiang Ayatollah Ali Khamenei itu dilaporkan dilakukan di Istana Kepresidenan Vladimir Putin.

Mojtaba sempat merilis pernyataan penuh amarah dan menuntut balas dendam terhadap AS dan Israel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Surat kabar Kuwait, Al-Jarida, melaporkan Mojtaba telah dievakuasi dari bunker yang dihantam serangan AS-Israel. Bunker ini merupakan tempat persembunyian ayahnya, ibu, istri dan anak laki-lakinya yang tewas dalam serangan AS-Israel itu.

ADVERTISEMENT

Dalam laporan Al-Jarida, Mojtaba 'diselundupkan' keluar Iran untuk menjalani operasi rahasia di Rusia. Dalam evakuasi rahasia itu disebutkan Mojtaba diterbangkan dengan pesawat militer Rusia dalam kondisi terluka parah.

Setibanya di Rusia, Mojtaba disebut Al-Jarida menjalani operasi yang "sukses" di salah satu istana kepresidenan Putin.

Berbagai laporan menyebut kondisi Mojtaba beragam mulai dari patah kaki dan luka gores di wajah hingga kehilangan satu kaki dan dalam kondisi koma.

Al-Jarida menyebut informasi yang belum diverifikasi kebenarannya itu bersumber dari "pejabat tinggi yang dekat dengan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru". Namun, Teheran belum menanggapi langsung laporan media itu.

Otoritas Iran mengatakan Mojtaba masih hidup, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya mendengar informasi soal pemimpin tertinggi Iran yang baru itu sudah tidak bernyawa.

"Pemimpin revolusi dalam keadaan sehat dan sepenuhnya memantau situasi," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi.

Sebagai informasi, Mojtaba Khamenei terpilih menggantikan almarhum ayahnya, Ali Khamenei, sejak 1 Maret. Khamenei tewas dalam serangan awal AS-Israel pada 28 Februari lalu.

Namun, hingga saat ini, Mojtaba belum tampil langsung di hadapan publik Iran. Pernyataan pertamanya disampaikan Mojtaba lewat surat tertulis yang dibacakan seorang presenter televisi Iran pada Kamis (12/3) pekan lalu.

Dalam pernyataannya itu, Mojtaba berjanji bakal menutup Selat Hormuz dan menyerukan negara-negara tetangga Iran agar menutup pangkalan militer AS di wilayah mereka. Dia juga mengancam negara-negara itu bakal menjadi sasaran serangan Teheran jika pangkalan militer AS itu tidak ditutup.

"Saya meyakinkan semua orang bahwa kami tidak akan menahan diri untuk membalas darah para martir," tegasnya.




(ams/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads