Arab Saudi Tembak Jatuh Drone-Rudal Serang Ladang Minyak-Pangkalan Militer

Internasional

Arab Saudi Tembak Jatuh Drone-Rudal Serang Ladang Minyak-Pangkalan Militer

Novi Christiastuti - detikJogja
Jumat, 13 Mar 2026 11:04 WIB
General view of Aramco’s oil field in the Empty Quarter, Shaybah, Saudi Arabia, on January 12, 2024. (Reuters)
Ladang minyak Shaybah di Arab Saudi. (Foto: dok. Reuters)
Jogja -

Serangkaian serangan rudal dan drone menghujani Arab Saudi saat perang antara Iran, negara tetangganya, melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Sedikitnya 24 serangan drone dan rudal berhasil dicegat sepanjang Kamis, (12/3) waktu setempat.

Diketahui, aset-aset militer AS yang berada di wilayah Saudi terus menjadi target serangan udara Teheran yang membalas pengeboman AS dan Israel pada 28 Februari lalu.

Dilansir Al Arabiya yang dikutip detikNews, Jumat (13/3/2026), Otoritas Riyadh mengatakan sejumlah serangan drone itu terdeteksi meluncur ke arah Gurun Rub'Al Khali menuju ke ladang minyak Shaybah yang beberapa hari terakhir menjadi target serangan. Sedangkan sejumlah drone lainnya terdeteksi mengudara ke Provinsi Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertahanan udara sempat mencegat dua serangan rudal balistik, satu di antaranya mengudara ke arah Provinsi Timur, dan satu rudal lagi melesat ke Pangkalan Udara Pangeran Sultan di al-Kharj. Pangkalan Udara Pangeran Sultan ini biasa menjadi lokasi puluhan jet tempur AS.

ADVERTISEMENT

Juru bicara militer Saudi menyebut sistem pertahanan udara negaranya sudah menembak jatuh tujuh drone di Provinsi Timur. Sedangkan, satu drone lainnya ditembak di area Gurun Rub'Al Khali.

Pada Rabu (11/3), sedikitnya 21 drone sudah dicegat dan dihancurkan dekat area Dammam, saat Iran berusaha menargetkan Saudi dalam serangan balasannya. Pertahanan udara Saudi juga mencegat dua drone di area Gurun Rub Al Khali yang meluncur ke ladang minyak Shaybah.

Rentetan serangan itu terus mengancam Saudi meski otoritas Riyadh menegaskan serangan Iran merupakan eskalasi berbahaya dan tidak bisa dibenarkan dengan konsekuensi serius bagi stabilitas regional.

Riyad menegaskan perilaku Teheran tidak mencerminkan prinsip-prinsip negara bertetangga yang baik dan tidak melayani kepentingan perdamaian. Otoritas Saudi juga memperingatkan Iran bakal menjadi "pihak yang paling dirugikan" jika serangan terus berlanjut.

"Kami menekankan bahwa tindakan Iran saat ini terhadap negara-negara kami tidak mencerminkan kebijaksanaan atau kepentingan untuk menghindari perluasan siklus eskalasi, di mana Iran akan menjadi pihak yang paling dirugikan," tegas Kementerian Luar Negeri Saudi dalam peringatannya.

Otoritas Riyadh juga menegaskan kembali hak negara mereka untuk mengambil tindakan apa pun yang diperlukan untuk melindungi rakyat, wilayah, dan kedaulatannya.



(ams/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads