Trump Sarankan Iran Tidak Main di Piala Dunia 2026

Internasional

Trump Sarankan Iran Tidak Main di Piala Dunia 2026

Matius Alfons Hutajulu - detikJogja
Jumat, 13 Mar 2026 09:48 WIB
Trump sarankan Iran tidak main di Piala Dunia 2026.
Trump saat menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan Kongres AS pada Selasa (24/2) waktu setempat. Foto: AP Photo/Matt Rourke
Jogja -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan tidak mempermasalahkan Tim Nasional (Timnas) Iran tetap berkiprah di Piala Dunia 2026, di mana AS menjadi salah satu tuan rumah. Namun, Trump mengingatkan soal keselamatan para pemain.

Komentar Trump, dilansir detikNews yang mengutip AFP, Kamis (12/2/2026), komentar Trump itu muncul dua hari setelah dia mengatakan kepada presiden induk organisasi sepakbola (FIFA), Gianni Infantino, bahwa para pemain Iran tetap diterima di tengah konflik yang berkecamuk di Timur Tengah.

"Tim Nasional Sepak Bola Iran dipersilakan untuk ikut serta dalam Piala Dunia, tetapi saya benar-benar tidak percaya bahwa pantas bagi mereka untuk berada di sana, demi nyawa dan keselamatan mereka sendiri," kata Trump di platform Truth Social miliknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui, Timur Tengah bergejolak setelah AS bersama Israel membombardir Iran sejak 28 Februari 2026. Konflik ini menimbulkan Iran terkait kepastian mereka berpartisipasi di Piala Dunia, yang bakal dihelat pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

Awal pekan ini, Infantino sudah berujar, dia membahas soal situasi di Iran saat bertemu Trump di Gedung Putih. Trump disebut mempersilakan Negeri Para Mullah untuk ikut serta di Piala Dunia.

"Presiden Trump menegaskan kembali bahwa tim Iran, tentu saja, dipersilakan untuk berkompetisi di turnamen di Amerika Serikat," tulisnya setelah pertemuan pada hari Selasa (10/3).

Sebelumnya, Trump sempat memberikan komentarnya mengenai kasus para pemain sepak bola wanita Iran yang berkunjung ke Australia, menyerukan agar mereka mendapatkan suaka.

Para pemain khawatir mereka akan menghadapi pembalasan di negara asal mereka karena tidak menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan Piala Asia.

Australia kemudian setuju untuk memberikan suaka kepada kelima pemain yang memutuskan untuk tinggal.




(apu/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads