Hari Raya Nyepi merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh umat Hindu setiap tahunnya. Perayaan ini memperingati Tahun Baru Saka yang menjadi patokan utama untuk menetapkan hari-hari besar serta kegiatan keagamaan umat Hindu.
Tanggal Hari Raya Nyepi penting untuk diketahui, karena periode ini digunakan oleh umat Hindu untuk melakukan beberapa persiapan dengan melakukan serangkaian upacara, baik sebelum maupun sesudahnya. Lantas, Hari Raya Nyepi 2026 jatuh pada tanggal berapa?
Mari simak informasinya untuk mencatat Tahun Saka, jadwal, hingga hari liburnya berdasarkan surat edaran yang diterbitkan oleh Kemenko PMK RI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Hari Raya Nyepi?
Mengutip buku berjudul 'Filosofi Hari Suci Agama Hindu' karya I Ketut Subagiasta dan Ni Wayan Gateri, Hari Raya Nyepi adalah hari suci untuk memperingati pergantian tahun baru Hindu yang disebut dengan tahun baru Saka, sistem kalender yang digunakan dalam tradisi umat Hindu. Karena itu, perayaan ini dilaksanakan rutin setiap satu tahun sekali.
Secara etimologis, kata "Nyepi" berasal dari "Sepi" yang artinya Sunyi atau Sunya. Artinya, pada waktu ini tidak melakukan aktivitas apapun, selain berdiam diri di rumah atau di tempat suci dengan hening (tenang), heling (eling atau ingat), dan hawas (waspada) untuk mencapai ketenangan jiwa.
Dalam praktiknya, kegiatan berdiam diri ini dilaksanakan selama 24 jam atau satu harian penuh sejak pukul 06.00 pagi hari. Pada hari tersebut, kehidupan dilakukan tanpa api, listrik, hingga suara. Hanya melakukan Tapa Brata Yoga Samadhi untuk intropeksi diri dan beribadah.
Hal ini bertujuan untuk menyucikan diri (Bhuana Alit) dan alam semesta (Bhuana Agung) dari segala keburukan di masa lalu serta melepaskan segala hal yang berkaitan dengan kehidupan duniawi, guna menyambut Tahun Baru Saka dengan hati yang bersih, hening, seimbang, dan mempererat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
Kapan Hari Raya Nyepi 2026?
Bersumber dari Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, pemerintah menetapkan Hari Nyepi 2026 Tahun Baru Saka 1948 jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026.
Sebelumnya telah diketahui bahwa, Hari Raya Nyepi dilaksanakan selama 24 jam yang dimulai pukul 06.00 pagi. Artinya, hari suci tersebut akan selesai pada pukul 06.00 pagi di keesokan harinya.
Apabila mengacu pada hal tersebut, maka Hari Raya Nyepi 2026 berlangsung selama dua hari yang dimulai pada Kamis, 19 Maret 2026 sejak pukul 06.00 pagi. Kemudian akan berakhir pada Jumat, 20 Maret 2026 di jam yang sama, yaitu pukul 06.00 pagi.
Jadwal Libur Nasional Hari Raya Nyepi 2026
Hari libur dan cuti bersama, termasuk dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi yang berlaku di Indonesia ditetapkan melalui Surat Keputusan Bersama dari tiga menteri, yaitu Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, yang dikenal sebagai SKB 3 Menteri.
Mengacu pada dokumen tersebut, maka libur nasional dan cuti bersama Nyepi 2026 jatuh pada tanggal:
- Rabu, 18 Maret 2026: Cuti bersama Nyepi Tahun Baru Saka 1948
- Kamis, 19 Maret 2026: Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948
Jawal Libur Hari Raya Nyepi 2026 di Bali
Seperti yang diketahui bahwa Bali banyak dihuni oleh umat Hindu, oleh sebab itu terdapat perbedaan hari libur dan dispensasi di Bali. Hal ini bertujuan agar umat Hindu di Bali dapat melaksanakan kegiatan keagamaannya. Dikutip dari Surat Edaran Gubernur Bali Nomor B.30.800.1.6.2/61594/PK/BKPSDM Tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026. Jadwal libur peringatan Nyepi 2026 di Bali adalah sebagai berikut:
- Rabu, 18 Maret 2026: Hari Raya Suci Tawur Kesanga
- Kamis, 19 Maret 2026: Hari Raya Suci Nyepi Caka 1948
- Jumat, 20 Maret 2026: Hari Raya Suci Ngembak Geni
Rangkaian Kegiatan Hari Raya Nyepi
Mengutip dokumen 'Analisis Makna Hari Raya Nyepi' karya I Ketut Atmaja Johny Artha, terdapat sejumlah ritual dan ibadah yang dilaksanakan oleh umat Hindu sebelum dan setelah Hari Raya Nyepi, di antaranya sebagai berikut:
1. Upacara Melasti
Upacara Melasti dilaksanakan pada dua hari sebelum Hari Raya Nyepi, umat Hindu melaksanakan persembahyangan di laut atau danau. Rangkaian kegiatan ini diisi dengan penyucian berbagai benda sakral yang berasal dari Pura. Dalam kepercayaan Hindu, laut dan danau dianggap sebagai sumber air suci yang diyakini mampu membersihkan segala kotoran, baik yang ada dalam diri manusia maupun di alam semesta.
2. Tawur Kesanga
Tawur Kesanga dilaksanakan satu hari setelah Upacara Melasti atau tepat sehari sebelum Nyepi. Hari tersebut juga dikenal dengan sebutan Tilem Sasih Kasanga. Pada saat pelaksanaan Tawur Kesanga, umat Hindu menyiapkan berbagai jenis sesajen atau caru di rumah masing-masing sebagai bagian dari rangkaian upacara tersebut.
3. Pengrupukan atau Mecaru
Pengrupukan dilaksanakan bersamaan dengan Tawur Kesanga. Dalam prosesi ini, umat Hindu menebarkan nasi Tawur di sekitar rumah sambil memukul kentongan sehingga menimbulkan suara gaduh. Tradisi Pengrupukan memiliki makna sebagai upaya mengusir Buta Kala yang dipercaya berada di sekitar tempat tinggal umat Hindu. Di Bali, prosesi Pengrupukan biasanya juga dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang berwujud Buta Kala sebagai simbol sifat buruk manusia.
4. Nyepi
Setelah rangkaian upacara tersebut, umat Hindu memasuki puncak perayaan Hari Raya Nyepi. Selama satu hari penuh, umat Hindu tidak melakukan aktivitas seperti biasanya. Pada hari ini, mereka tidak diperbolehkan menyalakan api, bepergian, maupun melakukan kegiatan apa pun. Puncak Hari Raya Nyepi dijalankan dalam suasana hening.
Keheningan ini bertujuan sebagai sarana introspeksi diri sekaligus proses penyucian diri dengan melepaskan segala hal yang berkaitan dengan kehidupan duniawi. Selain itu, bagi umat Hindu yang mampu, juga dianjurkan untuk berpuasa selama 24 jam, melakukan tapa, yoga, maupun samadi guna merenungi dosa-dosa serta mempersiapkan diri menyambut tahun baru Saka.
5. Ngembak Geni
Setelah menjalani keheningan selama satu hari, umat Hindu melaksanakan tradisi Ngembak Geni yang menjunjung tinggi nilai Dharma Shanti. Dharma Shanti sendiri berlandaskan filsafat Tattwamasi yang memandang seluruh manusia di dunia sebagai ciptaan Ida Sanghyang Widhi Wasa.
Ngembak Geni menjadi momen bagi umat Hindu untuk bersyukur, saling memaafkan, dan memulai lembaran baru dengan hati yang bersih. Pada hari ini, umat Hindu biasanya saling mengunjungi keluarga maupun tetangga untuk saling bermaaf-maafan. Tradisi Ngembak Geni sekaligus menjadi penutup dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi.
Demikianlah informasi mengenai Hari Raya Nyepi 2026 tanggal berapa, lengkap dengan jadwal liburnya. Semoga bermanfaat, detikers!
Artikel ini ditulis oleh Khofifah Azzahro peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(sto/apl)

Komentar Terbanyak
Pengirim Sapi Kurban 'TIW' ke Masjid Dekat Rumah Amien Rais dari Jakarta
Api Misterius Masih Teror Rumah Fia di Seyegan, 10 Hari Kebakaran 73 Kali
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan