Penampakan Etalase-Rumah Warga Jeblog Bantul Dirusak Rombongan DC

Penampakan Etalase-Rumah Warga Jeblog Bantul Dirusak Rombongan DC

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Rabu, 22 Jul 2026 19:56 WIB
Penampakan etalase hingga kaca yang dirusak DC di Jeblog, Kasihan, Bantul, Selasa  (21/7/2026).
Penampakan etalase hingga kaca yang dirusak DC di Jeblog, Kasihan, Bantul, Selasa (21/7/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Bantul -

Rumah milik salah satu warga Jeblog, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul dirusak rombongan debt collector (DC) buntut tunggakan angsuran mobil. Kerusakan itu berupa etalase kaca untuk berdagang hingga lemari di dalam rumah.

Pantauan detikJogja, Rabu (22/7/2026), tampak pecahan kaca masih berserakan di depan rumah milik Yusuf Wahyudi (37). Tampak kaca pada etalase juga pecah bahkan ada pula yang bolong.

Selain itu, di dalam etalase tersebut terdapat dua batu berukuran besar yang diduga digunakan sebagai sarana kerusakan. Masuk ke dalam rumah, tampak pula dua lemari yang ada di ruang tamu mengalami kerusakan berupa pecahnya kaca pada bagian depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penampakan etalase hingga kaca yang dirusak DC di Jeblog, Kasihan, Bantul, Selasa  (21/7/2026).Penampakan etalase hingga kaca yang dirusak DC di Jeblog, Kasihan, Bantul, Selasa (21/7/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja

Tidak hanya itu, di bagian dapur rumah tersebut juga tampak empat batu yang tergeletak di lantai. Di mana keempat batu itu memiliki ukuran yang cukup besar.

ADVERTISEMENT

Yusuf menceritakan peristiwa itu terjadi pada Selasa (21/7) malam. Kala itu, dia didatangi rombongan DC yang sebelumnya menagih angsuran mobil milik kakaknya yang tinggal di Gamping, Sleman.

"Awalnya itu di Gamping tempat mbak saya, bilang kalau ada orang datang ke rumah dan bentak-bentak. Lalu namanya mbak digitukan saya ke sana," ujar Yusuf.

Sesampainya di Gamping, Yusuf tidak tahu-menahu soal adanya tunggakan angsuran mobil Toyota Rush.

"Tapi saya tidak tahu urusan mobil itu telat berapa bulan. Yang penting kan saya datang karena kakak saya wanita kok dibentak-bentak, itu yang membuat saya jadi emosi," ucapnya.

Setelah negoisasi dengan rombongan penarik mobil selesai, Yusuf kembali ke rumahnya di Jeblog. Namun, bakda Maghrib rombongan penarik mobil mendatangi rumah Yusuf.

"Sudah selesai lalu saya pulang ke sini (Jeblog), nah ternyata sampai rumah mereka datang ke sini. Saat itu sudah baik-baik dan ternyata tunggakannya jalan delapan bulan," ujarnya.

Dia menyebut rombongan DC itu datang beramai-ramai ke rumahnya. Diskusi itu sempat berjalan lancar hingga datang satu orang yang membawa senjata tajam.

"Tapi jam 21.30 WIB itu ada satu (orang) yang tahu-tahu langsung nantang saya, dikira saya yang backup, dikira saya yang gimana-gimana," ucapnya.

Penampakan etalase hingga kaca yang dirusak DC di Jeblog, Kasihan, Bantul, Selasa  (21/7/2026).Penampakan etalase hingga kaca yang dirusak DC di Jeblog, Kasihan, Bantul, Selasa (21/7/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja

Tidak hanya menantang Yusuf, pria itu juga membawa senjata tajam jenis celurit. Karena ingin melindungi diri beserta anaknya, Yusuf memilih untuk lari ke dalam rumah.

"Dia langsung mengambil celurit, lalu saya lari melindungi diri, saya takut. Nah, saya lari ke dalam rumah, ibu saya nangis-nangis dan pingsan, anak saya pegang," katanya.

Sembari membawa anaknya, Yusuf lari melalui pintu belakang rumah. Ketika lari, Yusuf mendengar suara pecahan kaca dari rumahnya.

"Anak saya gendong lewat belakang, tapi saya dengar dar dor dar dor serta suara kaca pecah," ucapnya.

Dia menyebut beberapa barang di rumahnya rusak akibat serangan DC itu.

"Kerusakannya itu kaca dua lemari pecah, etalase kaca pecah dan banyak batu berukuran besar di dalam rumah, hanya itu saja," kata Yusuf.



(ams/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads