Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menanggapi pernyataan Iran yang berniat melancarkan serangan balasan. Trump merespons dengan peringatan keras agar Teheran tidak melakukannya.
Diketahui, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sudah mengancam bakal melakukan "serangan yang ganas". Mereka menegaskan akan membalas kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, usai diserang AS serta Israel.
"Iran baru saja menyatakan bahwa mereka akan menyerang dengan sangat keras hari ini, lebih keras dari yang pernah mereka lakukan sebelumnya. MEREKA LEBIH BAIK TIDAK MELAKUKAN ITU, KARENA JIKA MEREKA MELAKUKANNYA, KAMI AKAN MENYERANG MEREKA DENGAN KEKUATAN YANG BELUM PERNAH TERLIHAT SEBELUMNYA!" tulis Trump di akun Truth Social miliknya seperti dilansir BBC via detikNews, Minggu (1/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, IRGC sudah memeringatkan akan menggempur pangkalan AS usai Khamenei tewas dalam serangan udara Sabtu (28/2) pagi waktu setempat. Iran juga menyebut AS sebagai teroris.
"Operasi ofensif paling dahsyat dalam sejarah angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan dimulai menuju wilayah pendudukan dan pangkalan teroris Amerika dalam beberapa saat lagi," katanya beberapa jam yang lalu.
Iran kemudian meluncurkan serangan ke sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Arab. Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebut serangan itu ditujukan 27 pangkalan AS, serta pangkalan udara Tel Nof Israel, markas komando tentara Israel di HaKirya di Tel Aviv, dan kompleks industri pertahanan besar di kota yang sama yang diserang.
Kantor berita AFP melaporkan ledakan keras terdengar pada Minggu pagi di dekat bandara Erbil, yang menjadi markas pasukan koalisi pimpinan AS di wilayah otonom Kurdistan Irak. Asap hitam tebal tampak mengepul dari area bandara.
Militer Israel kemudian mengatakan pihaknya menanggapi serangan rudal Iran. Israel mengaktifkan sirene serangan udara di seluruh Israel tengah dan sebagian Tepi Barat yang diduduki.
Beberapa ledakan juga terdengar di ibu kota Qatar, Doha, serta ibu kota Bahrain, Manama. Sirene peringatan serangan udara menyala di Kuwait, sementara Yordania menyebut telah mencegat drone Iran. Negara-negara di dekat Iran tersebut selama ini menampung pasukan serta peralatan tempur AS.
(apu/ams)












































Komentar Terbanyak
Mencuatnya Dugaan Kekerasaan Seksual Libatkan Dosen UPN Veteran Jogja
Lagi-lagi Geng Sadis Berulah di Jogja
Purbaya soal Prabowo Sebut 'Orang Desa Tidak Pakai Dolar': Untuk Hibur Rakyat