- Bagaimana Hukum Mandi Wajib Jam 7 Pagi di Bulan Ramadan?
- Hukum Mandi Wajib Setelah Sholat Subuh
- Niat Mandi Wajib Lengkap
- FAQ Apakah ada batas maksimal waktu mandi wajib di pagi hari saat Ramadan? Apakah wanita yang suci dari haid sebelum fajar tapi mandi setelah Subuh tetap sah puasanya? Bagaimana jika bangun kesiangan dan belum mandi wajib saat waktu Subuh hampir habis?
Saat dalam kondisi berhadas besar atau junub, seorang muslim diwajibkan mengerjakan mandi wajib agar kembali dalam kondisi suci. Namun, apabila mandi wajib dilakukan jam 7 pagi saat puasa Ramadan, bagaimana hukumnya dalam Islam?
Untuk diketahui, KBBI mendefinisikan junub adalah keadaan kotor karena keluar mani atau bersetubuh yang mewajibkan seseorang mandi dengan membasahi (membersihkan) seluruh tubuh dari ujung rambut hingga ke ujung kaki. Sementara itu, hadas merupakan keadaan tidak suci pada diri seorang muslim yang menyebabkan ia tidak boleh sholat, tawaf, dan sebagainya.
Baik itu dalam keadaan junub maupun berhadas besar, seorang muslim diwajibkan mengerjakan mandi besar atau mandi wajib. Sebagaimana dijelaskan dalam buku 'Panduan Shalat Lengkap Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW.' tulisan Ali Abdullah, perintah mensucikan diri dari junub dan hadas telah tertuang di dalam ayat suci Al-Quran. Allah SWT berfirman di dalam Surat Al-Ma'idah ayat 6:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُۗ مَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ٦
Yâ ayyuhalladzîna âmanû idzâ qumtum ilash-shalâti faghsilû wujûhakum wa aidiyakum ilal-marâfiqi wamsaḫû biru'ûsikum wa arjulakum ilal-ka'baîn, wa ing kuntum junuban faththahharû, wa ing kuntum mardlâ au 'alâ safarin au jâ'a aḫadum mingkum minal-ghâ'ithi au lâmastumun-nisâ'a fa lam tajidû mâ'an fa tayammamû sha'îdan thayyiban famsaḫû biwujûhikum wa aidîkum min-h, mâ yurîdullâhu liyaj'ala 'alaikum min ḫarajiw wa lâkiy yurîdu liyuthahhirakum wa liyutimma ni'matahû 'alaikum la'allakum tasykurûn.
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan sholat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit, dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur."
Poin Utamanya:
- Puasa tetap sah meski seseorang masih dalam keadaan junub. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim yang menyebut Rasulullah SAW pernah memasuki waktu fajar dalam keadaan junub lalu tetap berpuasa.
- Meski puasa sah, mandi wajib tidak boleh ditunda hingga melewatkan waktu sholat. Seseorang boleh menunda mandi junub selama waktu sholat belum hampir habis. Artinya, wajib segera bersuci sebelum menunaikan sholat Subuh agar ibadahnya sah.
- Niat mandi wajib dalam kondisi junub atau hadas berbunyi, "Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari fardhan lillaahi ta'aala."
Bagaimana Hukum Mandi Wajib Jam 7 Pagi di Bulan Ramadan?
Melakukan mandi wajib jam 7 pagi mungkin memiliki berbagai latar belakang yang dilakukan oleh setiap muslim. Entah itu terlupa atau justru karena bangun kesiangan. Sejatinya, belum ada riwayat hadits maupun dalil di dalam Al-Qur'an yang menerangkan secara khusus soal hukum mandi wajib di jam 7 pagi.
Sebaliknya, terdapat penjelasan tentang sah atau tidaknya seorang muslim yang berniat puasa tapi belum sempat mengerjakan mandi wajib. Menukil dari buku 'Fikih Puasa' tulisan Ali Musthafa Siregar, saat seorang dalam keadaan junub dan tidak langsung mandi wajib sampai pagi harinya, puasa yang ditunaikan tetap sah.
Misalnya saja seorang suami dan istri yang berjima' di malam hari atau wanita haid dan nifas yang sudah berniat puasa, tapi tidak langsung mandi junub, sehingga menjadikannya masih dalam keadaan junub. Maka dari itu, puasa yang dijalani tetap sah.
Hal tersebut disandarkan pada sebuah riwayat hadits. Sebagaimana diriwayatkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُصْبِحُ جُنَّبًا مِنْ جِمَاعٍ لَا حُلْمٍ ثُمَّ لَا يُفْطِرُ وَلَا يَقْضِي.
"Ketika pagi hari Rasulullah SAW dalam keadaan junub sebab jima' bukan karena mimpi basah, kemudian Nabi SAW melanjutkan puasanya dan tidak mengqodho'nya." (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Hal senada juga turut disampaikan dalam buku 'Panduan Ibadah Puasa Wajib dan Sunnah' karya H Ahmad Zacky, SAg, MA, apabila seorang muslim dalam kondisi junub di malam hari, lalu saat bangun pagi masih dalam keadaan junub dan berniat puasa, maka puasanya tetap dianggap sah. Ini juga berlaku bagi wanita yang suci dari haid dan nifas sebelum fajar, tapi belum sempat mandi wajib, maka sudah bisa berpuasa.
Berdasarkan riwayat yang sama, dituturkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ لَيُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ جِمَاعٍ غَيْرِ احْتِلَامٍ فِي رَمَضَانَ ثُمَّ يَصُوْمُ
"Adalah Rasulullah SAW, pernah memasuki fajar pada bulan Ramadan dan dalam keadaan junub sehabis melakukan hubungan badan dengan istrinya bukan karena mimpi. Kemudian beliau berpuasa." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hukum Mandi Wajib Setelah Sholat Subuh
Meskipun puasa tetap dianggap sah meski belum mandi wajib, tapi ada batas waktu yang mesti diperhatikan oleh kaum muslim. Terlebih mengingat kondisi suci adalah salah satu syarat sah mengerjakan ibadah sholat. Untuk itu, mandi wajib mesti dilakukan sebelum mengerjakan ibadah sholat.
Menurut laman resmi Kemenag RI, mandi wajib dianjurkan untuk segera dilaksanakan. Terdapat kebolehan menunda atau belum melakukan mandi wajib, asalkan sebelum menunaikan ibadah sholat. Hal ini bersandar pada sebuah riwayat hadits yang menyatakan:
أن الجنب لَهُ تاخير غسل الجنابة ما لَم يضق عليهِ وقت الصلاة
"Sungguh orang junub boleh mengakhirkan mandi junubnya selama waktu shalat tidak hampir habis baginya." (Ibnu Rajab al-Hanbali, Fathul Bari, [Madinah al-Munawarah, Maktabah al-Ghuraba al-Atsriyah: 1996] juz I, halaman 345).
Artinya, kaum muslim tetap diwajibkan melakukan mandi besar atau junub sebelum waktu sholat habis. Misalnya saja di pagi hari yang bisa berpatokan pada waktu Subuh itu sendiri. Ini dikarenakan, seorang muslim baru bisa mengerjakan sholat saat hadas besar yang melekat pada tubuhnya disucikan melalui mandi besar.
Seperti halnya diterangkan dalam buku '400 Kebiasaan Keliru dalam Hidup Muslim' karya Abdillah F Hasan, yang mana sebagian kalangan ulama tidak memperkenankan menunda mandi wajib yang membuat seorang muslim melalaikan sholatnya. Sebab, sholat adalah ibadah yang diwajibkan bagi seluruh umat Islam.
Terlebih lagi, pengerjaan sholat terikat dengan waktu-waktu tertentu. Hal ini sebagaimana Allah SWT berfirman di dalam Surat An-Nisa ayat 103:
فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْۚ فَاِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَۚ اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا ١٠٣
Fa idzâ qadlaitumush-shalâta fadzkurullâha qiyâmaw wa qu'ûdaw wa 'alâ junûbikum, fa idzathma'nantum fa aqîmush-shalâh, innash-shalâta kânat 'alal-mu'minîna kitâbam mauqûtâ.
Artinya: "Apabila kamu telah menyelesaikan salat, berzikirlah kepada Allah (mengingat dan menyebut-Nya), baik ketika kamu berdiri, duduk, maupun berbaring. Apabila kamu telah merasa aman, laksanakanlah salat itu (dengan sempurna). Sesungguhnya salat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin."
Melalui penjelasan tersebut dapat dipahami jika batas waktu mandi wajib bisa mengacu pada waktu sholat itu sendiri. Misalnya saja di pagi hari, maka bisa berpatokan pada sebelum waktu Subuh habis.
Apabila kaum muslim melewatkan waktu Subuh karena bangun kesiangan, maka dapat menyegerakan mandi wajib, sehingga bisa langsung menunaikan ibadah tersebut. Wallahu a'lam.
Niat Mandi Wajib Lengkap
Sebelum mengerjakan mandi wajib, kaum muslim dapat mengawalinya terlebih dahulu dengan membaca niat. Sebab, niat termasuk rukun dari mandi wajib itu sendiri. Di dalam buku 'Tuntunan Salat Lengkap: Salat Wajib dan Sunah' karya Chairul Imam, niat bisa dibaca saat mengguyur air pertama. Berikut bacaan niatnya:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari fardhan lillaahi ta'aala.
Artinya: "Aku niat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardu karena Allah taala."
Mengingat mandi wajib harus dilakukan oleh kaum muslim yang berada dalam kondisi junub atau berhadas besar, maka hendaknya mengerjakannya sebelum memasuki waktu sholat. Baik itu di bulan Ramadan maupun hari-hari lainnya. Semoga menjawab.
FAQ
Apakah ada batas maksimal waktu mandi wajib di pagi hari saat Ramadan?
Batasnya bukan pada jam tertentu (misalnya jam 7 pagi), melainkan sebelum melaksanakan sholat wajib. Karena dalam Al-Quran Surah An-Nisa ayat 103 ditegaskan bahwa sholat memiliki waktu yang telah ditentukan. Jadi, mandi wajib harus dilakukan sebelum sholat agar ibadahnya sah.
Apakah wanita yang suci dari haid sebelum fajar tapi mandi setelah Subuh tetap sah puasanya?
Jika ia sudah suci sebelum fajar dan berniat puasa, maka puasanya sah meskipun mandi wajib dilakukan setelah Subuh. Namun, tetap wajib segera mandi sebelum melaksanakan sholat.
Bagaimana jika bangun kesiangan dan belum mandi wajib saat waktu Subuh hampir habis?
Wajib segera mandi wajib agar bisa menunaikan sholat Subuh sebelum waktunya berakhir. Jika Subuh terlewat karena kelalaian, maka berdosa karena meninggalkan sholat tepat waktu, meskipun puasanya tetap sah.
(sto/ams)

Komentar Terbanyak
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja
MBG Libur, Harga Ayam Hidup di Gunungkidul Anjlok Jadi Rp 17 Ribu/Kg