- Mandi Sebelum Puasa Ramadan Wajib atau Tidak?
- Kapan Wajib Mandi Sebelum Puasa Ramadan?
- Bacaan Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadan
- Tata Cara Mandi Sebelum Puasa Ramadan
- FAQ Apakah mandi sebelum Ramadan termasuk amalan sunnah? Kapan mandi sebelum puasa Ramadan menjadi wajib? Bagaimana niat dan tata cara mandi wajib sebelum puasa Ramadan?
Ada salah satu tradisi yang dilakukan oleh kalangan muslim jelang puasa Ramadan, salah satunya mandi atau dikenal juga dengan istilah padusan. Namun, yang jadi pertanyaan adalah, "Apakah mandi sebelum puasa Ramadan wajib hukumnya?"
Apa itu padusan? Singkatnya, padusan menurut KBBI adalah tradisi berendam atau mandi di sumber mata air dengan tujuan menyucikan diri untuk menyambut bulan Ramadan. Dalam 'kacamata' Islam, padusan atau mandi sebelum berpuasa di bulan Ramadan merupakan sebuah tradisi, alih-alih fardhu atau wajib.
Sebagaimana diterangkan dalam buku 'Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan: Panduan Lengkap Menyambut Bulan Ramadhan dari Sebelum Ramadhan Sampai Setelahnya' tulisan Abu Maryam Kautsar Amru, yang menerangkan mandi sebelum Ramadan bukanlah syarat sah puasa. Rasulullah SAW sendiri tidak pernah mencontohkan mandi untuk menyambut datangnya bulan Ramadan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, jelas bahwa mandi sebelum puasa Ramadan hukumnya bukanlah sebuah kewajiban atau ibadah fardhu. Kendati begitu, ada saat-saat tertentu yang membuat kaum muslim diwajibkan mandi sebelum berpuasa. Apakah itu? Bagaimana tata cara mandi sebelum puasa Ramadan? Simak penjelasannya berikut.
Poin Utamanya:
- Mandi sebelum puasa Ramadhan tidak wajib ,namun dianjurkan sebagai bentuk menyucikan diri lahir dan batin dalam menyambut bulan suci,sebagaimana Allah SWT menyukai hamba yang menjaga kebersihan dan kesucian.
- Mandi sebelum berpuasa di bulan Ramadan menjadi wajib apabila seseorang berada dalam kondisi hadas besar, seperti junub, haid,atau nifas, sehingga wajib dilakukan sebelum menjalankan ibadah puasa maupun sholat.
- Mandi wajib sebelum puasa harus diawali dengan niat, dilakukan sesuai tata cara yang benar agar seluruh tubuh terkena bilasan air.
Mandi Sebelum Puasa Ramadan Wajib atau Tidak?
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, mandi untuk menyambut datangnya bulan Ramadan bukanlah kewajiban. Meskipun beberapa muslim mungkin menganggapnya secara cara untuk menyucikan dirinya. Sebaliknya, tradisi ini bisa dibilang sebagai hal yang sunnah untuk dilakukan.
Di dalam Al-Quran telah disebutkan Allah SWT menyukai hamba-Nya yang menyucikan diri. Hal tersebut tertuang dalam Surat Al-Baqarah ayat 222, Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri."
Oleh karena itu, meski tidak diwajibkan mandi sebelum bulan puasa tiba, kaum muslim hendaknya tetap menyucikan dirinya. Seperti halnya disampaikan dalam buku 'Apakah Amalan Kita Diterima Allah SWT?' tulisan Alexander Zulkarnaen, SPdI, tidak ada yang salah dengan mandi sebelum Ramadan.
Namun, tindakan tersebut perlu diniatkan untuk membersihkan diri sebelum Ramadan tiba. Terutama bersih dari lahir dan juga batin. Terdapat sebuah anjuran untuk menyucikan diri di penghujung bulan Syaban yang menandai Ramadan sudah di depan mata. Diriwayatkan dari Abi Umamah Al Bahili r.a. yang menuturkan Rasulullah SAW pernah bersabda:
"Jika bulan Syaban telah datang, sucikanlah diri kalian dan perbaguslah niat kalian di dalamnya."
Wallahu a'lam bishshawab.
Kapan Wajib Mandi Sebelum Puasa Ramadan?
Kendati mandi untuk menyambut bulan Ramadan tidak diwajibkan, ternyata ada kondisi tertentu yang justru membuat kaum muslim wajib melakukannya. Apa itu? Kondisi yang dimaksud adalah saat dalam kondisi berhadats besar.
Perintah untuk menyucikan diri saat berhadats besar telah tertuang di dalam Al-Quran. Dalam buku karya Zakaria R Rachman yang bertajuk 'Buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa, dan Zikir', Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Maidah ayat 6:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُۗ مَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ٦
Yâ ayyuhalladzîna âmanû idzâ qumtum ilash-shalâti faghsilû wujûhakum wa aidiyakum ilal-marâfiqi wamsaḫû biru'ûsikum wa arjulakum ilal-ka'baîn, wa ing kuntum junuban faththahharû, wa ing kuntum mardlâ au 'alâ safarin au jâ'a aḫadum mingkum minal-ghâ'ithi au lâmastumun-nisâ'a fa lam tajidû mâ'an fa tayammamû sha'îdan thayyiban famsaḫû biwujûhikum wa aidîkum min-h, mâ yurîdullâhu liyaj'ala 'alaikum min ḫarajiw wa lâkiy yurîdu liyuthahhirakum wa liyutimma ni'matahû 'alaikum la'allakum tasykurûn.
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit, dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur."
Kemudian terdapat juga sebuah riwayat hadits tentang mandi sebelum puasa Ramadan. Menukil dari buku yang sama, diriwayatkan Sayyidah Aisyah r.a. dan Sayyidah Ummu Salamah r.a. menuturkan:
كَانَ يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ أَهْلِهِ ، ثُمَّ يَغْتَسِلُ وَيَصُومُ
"Nabi SAW memasuki waktu subuh, sementara beliau dalam keadaan junub karena berhubungan dengan istrinya. Kemudian beliau mandi dan berpuasa." (HR.Bukhari dan Tirmidzi)
Sementara itu, di dalam 'Buku Pintar Muslim dan Muslimah' oleh Rina Ulfatul Hasanah, terdapat beberapa sebab yang membuat kaum muslim diwajibkan mandi wajib. Di antaranya bersetubuh, keluar air mani pada muslim laki-laki, keluar darah haid, hingga nifas.
Bacaan Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadan
Saat berhadats besar dan hendak mengerjakan puasa Ramadan, hendaknya kaum muslim mandi wajib terlebih dahulu. Sebelum mengerjakannya, awali dengan bacaan niat. Berikut niat mandi wajib:
نَوَيْتُ الغُسْلَ لِرَفْعِ الحَدَثِ الأَكْبَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf'il hadasil akbari fardlal lillaahi ta'aalaa
Artinya: "Aku niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar, fardhu karena Allah Ta'ala."
Tata Cara Mandi Sebelum Puasa Ramadan
Mandi wajib bisa dilakukan dengan membasuh tubuh dan melakukan wudhu. Menukil dari buku 'Panduan Shalat Lengkap & Praktis Sesuai Petunjuk Rasulullah SAW' karya Ust Abdul Kadir Nuhuyanan, ini langkah demi langkah yang bisa dilakukan saat melakukan mandi wajib:
- Awali dengan mencuci kedua tangan dengan membaca basmalah terlebih dahulu.
- Selanjutnya, bersihkan area kemaluan dengan menggunakan sabun.
- Ambil wudhu dengan melewatkan bagian membasuh kedua kaki (dilakukan di akhir).
- Siramkan air ke atas kepala sambil memasukkan jari-jari tangan ke dalam sela-sela rambut.
- Pastikan area kepala dialiri dengan air hingga ke dalam kulit kepala.
- Lanjutkan dengan siram air di bagian badan sebelah kanan yang diikuti dengan sebelah kiri.
- Gosok-gosok kedua bagian telinga, kuping bagian dalam, pusar, celah-celah jari, dan bagian badan yang perlu untuk digosok.
- Pastikan air telah membasahi seluruh anggota badan dengan tujuan agar kotoran yang masih menempel dapat bersih.
- Basuh kedua kaki, dimulai dari sebelah kanan dilanjutkan yang kiri.
- Akhiri dengan membaca doa, misalnya doa sesudah wudhu.
Berikut salah satu doa sesudah wudhu yang dihimpun dari buku '71 Doa Harian: Disertai Doa-doa Ibadah Lengkap' tulisan KHM Yusuf Chudlori:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
Asyhadu an lâ ilaha illallâhu wahdahû lâ syarîka lah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhû wa rasûluh. Allâhummaj'alnî minat-tawwâbîna waj'alnî minal-mutathahhirîna wajalnî min 'ibâdikash-shâlihîn.
Artinya: "Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, yang tunggal dan tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi sesungguhnya Muhammad ialah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang bertobat, dan jadikan aku termasuk golongan orang-orang yang suci."
Dengan memahami hukum dan tata cara mandi sebelum puasa Ramadan diharapkan dapat memberikan acuan bagi kaum muslim soal pengerjaannya. Semoga informasi tadi membantu, ya.
FAQ
Apakah mandi sebelum Ramadan termasuk amalan sunnah?
Mandi sebelum Ramadan dapat bernilai sunnah jika diniatkan untuk membersihkan diri dan mempersiapkan ibadah. Islam sangat menganjurkan umatnya menjaga kesucian, terlebih saat akan memasuki bulan penuh ibadah seperti Ramadhan.
Kapan mandi sebelum puasa Ramadan menjadi wajib?
Mandi menjadi wajib apabila seseorang berada dalam kondisi hadats besar, seperti setelah berhubungan suami istri, keluarnya air mani, selesai haid, atau nifas. Dalam kondisi ini, mandi wajib harus dilakukan sebelum menjalankan ibadah tertentu.
Bagaimana niat dan tata cara mandi wajib sebelum puasa Ramadan?
Niat mandi wajib dilakukan di dalam hati saat mulai mandi, dengan tujuan menghilangkan hadats besar karena Allah SWT. Tata caranya meliputi membaca basmalah, membersihkan kemaluan, berwudhu, menyiram kepala dan seluruh tubuh hingga air merata ke seluruh anggota badan.
(sto/aku)
