Salah satu perawat di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, Dika Purnomo Aji, mengakui ikut memberi komentar nyinyir di media sosial ke Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS Kesehatan yang sebelum meninggal sempat mengeluhkan harus menunggu kamar rawat inap selama 8 jam.
Direktur Utama RSA UGM, dr Darwito mengatakan pengakuan ini Dika disampaikan saat tim etik dan hukum hingga komite dan pimpinan keperawatan RSA UGM meminta klarifikasi terhadapnya, Kamis (6/8).
"Iya, ya sudah. Dengan adanya kita undang, kita verifikasi, kemudian kita lakukan ya investigasi, ternyata benar dia (Dika) juga mengakui, dia juga minta maaf, dan yang lain," jelas Darwito saat dihubungi wartawan, Jumat (7/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas pengakuan tersebut, pihak RSA UGM pun mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan Dika, perawat yang baru setahun bekerja di RSA UGM itu.
Namun, kata Darwito, sanksi itu hanya bersifat sementara. Kini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk mencari sanksi yang paling pas guna memberikan efek jera.
"Pegawai kontrak ya, belum pegawai tetap, kontrak 2 tahun. Baru jalan setahun," ujar Darwito.
"(Sanksi nonaktif) Sementara, mesti langsung kita lakukan untuk tidak boleh praktik dia sebagai perawat," sambung Darwito.
Dika dinonaktifkan hingga PPNI menjatuhkan sanksi kepadanya. Darwito bilang, sanksi yang mungkin diberlakukan yakni sanksi berat.
"Nggak boleh, nggak boleh praktik, nggak boleh praktik perawat di keperawatan dia, sejak hari ini lah," papar Darwito.
"Supaya yang bersangkutan juga punya efek jera, dan juga memberikan pelajaran bagi nakes untuk menggunakan sosial media yang memang harus mempunyai aturan-aturan etika ya sebagaimana yang ada dalam kode etik PPNI," pungkasnya.
Diberitakan, nakes RSA UGM yang disebut bernama Dika Purnomo Aji dengan nama akun Threads @1amdika, turut memberi komentar nyinyir di media sosial ke Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS Kesehatan yang sebelum meninggal mengeluhkan harus menunggu kamar rawat inap selama delapan jam.
"Serangan jantung mas nek pingin cepet, IGD langsung Cathlab terus budal ICU," tulis akun @1amdika mengomentari utas @yurizaltrich. Jika diterjemahkan "Serangan jantung mas kalau ingin cepat (dapat kamar), IGD langsung Cathlab lalu pergi ke ICU."
Identitas akun @1amdika pun di-spill oleh akun Threads lainnya, @_healergaroet. Dalam utasnya, @_healergaroet menyebut pemilik akun @1amdika adalah Dika Purnomo Aji yang bekerja sebagai nakes di RSA UGM.
"Dika Purnomo Aji kerja di RS Akademik UGM itu. LinkedIn sama IG ybs nonaktif. Spam google review & IG RS nya. Sanksi Sosial total Berjalan. Anggap aja ini Pertolongan untuk Mendiang dan Karma untuk Pelaku Bully," tulis akun @_healergaroet.
