Siswa SMK Nekat Bunuh Anak SMP gegara Kecewa Pertemanan Diputus

Regional

Siswa SMK Nekat Bunuh Anak SMP gegara Kecewa Pertemanan Diputus

Whisnu Pradana - detikJogja
Minggu, 15 Feb 2026 13:59 WIB
olisi menunjukkan barang bukti yang dipakai pelajar garut habisi nyawa siswa SMP di Bandung
Polisi menunjukkan barang bukti yang dipakai pelajar garut habisi nyawa siswa SMP di Bandung. Foto: Whisnu Pradana/detikJabar
Jogja -

YA (16) dan AP (17) ditangkap terkait kasus pembunuhan terhadap siswa SMP inisial ZAAQ (14) di Bandung. YA yang sebenarnya sahabat korban nekat melakukan aksinya usai korban memutus pertemanan.

Dilansir detikJabar, kasus ini terungkap usai jasad korban ditemukan di lahan eks objek wisata Kampung Gajah, Cimahi Jumat (13/2) malam. Jasad korban ditemukan oleh seseorang yang sedang melakukan live streaming.

Para pelaku kemudian diamankan pada dini hari tadi. Berdasarkan hasil pemeriksaan YA yang merupakan pelajar SMK di Garut dan AP menghabisi nyawa ZAAQ pada Senin (9/2)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kedua tersangka ini masih di bawah umur, untuk YA bersekolah sementara AP bekerja sebagai tukang dekor nikahan," kata Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra saat ditemui, Minggu (15/2/2026).

"Jadi korban ini dihabisi hari Senin sore, itu pelaku sengaja datang ke Bandung. Kemudian ada jeda beberapa hari, jasad korban ini baru ditemukan saksi yang sedang live media sosial pada Jumat malam," kata Niko.

ADVERTISEMENT

YA sebagai eksekutor utama tega menghabisi nyawa ZAAQ lantaran dendam karena korban memutuskan hubungan pertemanan mereka. YA dan ZAAQ selama ini memiliki hubungan layaknya kakak adik.

"Tersangka ini mengaku sakit hati terhadap korban, dimana korban memberikan pernyataan sikap yaitu memutus hubungan pertemanan mereka," jelasnya.

Usai korban berkata demikian, YA kemudian menghampiri korban di Bandung. Dia datang bersama AP yang juga ditetapkan sebagai tersangka.

"Dalam keadaan sakit itu, pelaku berangkat ke Bandung menyusul korban, tapi memang dengan niat memang membunuh korban. Dia diantar oleh saudaranya AP, mereka berangkat hari Senin," kata Niko.

Niko menyebut hubungan keduanya seperti kakak adik. Hubungan pertemanan keduanya juga sudah diketahui oleh keluarga korban. ZAAQ sebelumnya bersekolah di Garut, namun pindah ke Bandung.

"Dulu di garut, mereka sempat berselisih lalu korban pindah ke Bandung. Tapi meskipun di Bandung, mereka (korban dan pelaku) rutin bertemu. Tapi pelaku tidak terima karena hubungan pertemanan mereka diputus begitu saja oleh korban. Jadi hubungannya kakak adik lah ya," kata Niko.

"Secara lengkapnya nanti kami akan dalami lebih lanjut, dengan beberapa batasan kita menghargai kondisi keluarga korban yang masih berduka. Intinya bahwa korban itu memberikan pernyataan menghentikan pertemanan sehingga pelaku dendam dan menghabisi korban di Bandung," ujar Niko.



(afn/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads