Cokelat adalah salah satu hadiah yang populer untuk diberikan kepada orang tersayang di Hari Valentine. Hal ini berkaitan erat dengan sejarah panjang mengenai cokelat itu sendiri. Pada Hari Valentine, cokelat menjadi simbol ungkapan rasa kasih sayang.
Tapi, tahukah kamu bagaimana sejarah awal keterkaitan antara cokelat dengan Hari Valentine? Ada sejarah unik di baliknya yang menjadikan cokelat sebagai unsur penting dalam perayaan Hari Valentine hingga saat ini.
Lantas bagaimanakah latar belakangnya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jejak Kuno: Cokelat sebagai 'Makanan Para Dewa'
Dikutip dari artikel jurnal berjudul 'Chocolate, "Food of the Gods": History, Science, and Human Health' (2019) oleh Maria Teresa Montagna, dkk. dan laman detikPop, cokelat dipercaya sebagai makanan para dewa. Sejak zaman Mesoamerika, suku Aztek dan Maya sudah menganggap biji kakao sebagai makanan para dewa. Kakao bukan hanya menjadi camilan, tetapi juga digunakan dalam ritual dan dianggap memiliki kekuatan magis.
Pada saat itu, kaum bangsawan menggunakan cokelat sebagai makanan di hari-hari khusus seperti pertunangan, pernikahan, dan festival keagamaan. Masyarakat Mesoamerika kuno mengonsumsi cokelat sebagai minuman berbusa, mencampurnya dengan jagung atau berbagai rempah aromatik seperti vanili dan menambahkan madu di dalamnya. Diperkirakan mereka sudah mengonsumsi cokelat sekitar tahun 450 SM - 500 SM.
Abad ke-17: Cokelat Masuk ke Eropa
Mengutip laman San Antonio Report, pada abad ke-17, penjelajah Eropa membawa minuman cokelat ke Spanyol Inggris dan Prancis. Saat itu, meminum cokelat adalah cara bagi penguasa untuk menunjukkan wibawa mereka. Minuman cokelat menjadi minuman yang populer di istana-istana tempat berkumpul kaum bangsawan Eropa.
Pada tahun 1847, ditemukan cokelat yang padat. Orang Eropa menyingkirkan hampir semua rempah-rempah pada cokelat yang ditambahkan oleh orang Mesoamerika. Hanya vanila yang dipertahankan karena cita rasanya. Seiring berkembangnya teknologi, cokelat kemudian diproduksi secara massal. Cokelat mulai berkembang menjadi permen yang memadukan cokelat dengan gula.
Mengapa Valentine Identik dengan Cokelat?
Seiring dengan berjalannya waktu, cokelat menyebar ke Eropa dan mulai diproses menjadi makanan yang lebih lezat. Pada abad ke-19, seorang pengusaha asal Inggris bernama Richard Cadbury melihat peluang besar di Hari Valentine yang semakin populer dirayakan oleh masyarakat.
Ia mulai mengemas cokelat buatan perusahaannya dalam sebuah kotak berbentuk hati. Kotak tersebut juga dapat digunakan untuk menyimpan kenang-kenangan lain, seperti surat cinta. Oleh sebab itu, nilai jual dari cokelat ini menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan cokelat pada umumnya.
Hal ini pun membuahkan hasil, banyak orang yang kemudian menggunakan cokelat untuk dijadikan sebagai hadiah di Hari Valentine. Hingga saat ini, tradisi memberikan cokelat sebagai simbol kasih sayang di Hari Valentine terus berjalan. Cokelat juga mengandung serotonin, zat yang bisa menumbuhkan rasa bahagia pada seseorang yang mengonsumsinya.
Nah, itulah sejarah di balik keterkaitan antara cokelat dengan Hari Valentine. Semoga artikel ini bermanfaat ya!
Artikel ini ditulis oleh Sri Wahyuni Oktafia peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(par/dil)












































Komentar Terbanyak
Netanyahu Murka Israel Hancur Dibombardir, Janji Buru Bos Garda Revolusi Iran
Ikuti Google Maps, Pemudik Bingung Lewati Persawahan Arah Tol Purwomartani
Komandan IRGC Tokoh Kunci Penutupan Selat Hormuz Tewas Diserang Israel