Keributan terjadi antara mahasiswi asal Pekalongan dengan driver taksi online viral di media sosial. Mahasiswi diduga mengalami tindak kekerasan dari driver taksi online tersebut. Berikut fakta-faktanya.
Viral di Medsos
Kejadian ini viral usai diunggah di akun Instagram @infoupdatejateng. Dalam unggahan tersebut turut disertakan video perselisihan antara driver dan penumpang yang merupakan seorang mahasiswi.
Disebutkan dalam postingan itu, peristiwa yang dialami mahasiswi tersebut terjadi di wilayah Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"VIRALβΌοΈ MAHASISWI ASAL PEKALONGAN DIDUGA ALAMI KEKERASAN DRIVER MAXIM DI JOGJA
Seorang mahasiswi asal Pekalongan mengaku mendapat perlakuan tidak mengenakkan hingga kekerasan fisik oleh oknum driver Maxim Car.
π Lokasi kejadian:
Depan kost korban, Jl. Rusunawa, Cambahan, Nogotirto, Gamping, Sleman - DIY
π Kronologi singkat:
Pesan Maxim Car, sejak chat awal sudah terasa tidak sopan
Mau bayar cash Rp100.000, driver tidak ada kembalian
Korban diminta tukar uang ke toko, padahal anak perantauan & tidak tahu lokasi
Saat direkam, driver marah-marah
Diduga terjadi kekerasan fisik terhadap korban," tulis keterangan dalam postingan itu seperti dilihat detikJogja, Selasa (3/2/2026).
Polisi Turun Tangan
Mengenai kejadian tersebut, Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, saat dimintai konfirmasi menjelaskan pihak kepolisian telah menindaklanjuti kejadian perselisihan antara driver taksi online dan penumpang itu. Dia mengungkapkan peristiwa itu terjadi pada Minggu (1/2) lalu.
"Polresta Sleman menindaklanjuti adanya postingan viral di media sosial Instagram terkait dugaan perselisihan antara pelanggan aplikasi transportasi online dengan seorang pengemudi, yang terjadi di wilayah Kapanewon Gamping. Peristiwa tersebut diketahui dari unggahan akun media sosial dan terjadi pada Minggu (1/2) sekitar pukul 13.30 WIB, berlokasi di Jalan Ali Maksum, Nogotirto, Gamping, Sleman," kata Salamun kepada wartawan, Selasa (3/2).
Dipicu Masalah Uang Kembalian
Lebih lanjut Salamun menyampaikan berdasarkan informasi tersebut petugas Polsek Gamping telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan serta pengumpulan keterangan awal. Berdasarkan hasil klarifikasi sementara, korban berinisial CF seorang mahasiswi, memesan layanan taksi online untuk menuju tempat kos.
"Setibanya di lokasi tujuan terjadi perbedaan pendapat terkait metode pembayaran karena pengemudi tidak memiliki uang kembalian," katanya.
Korban Merekam Kejadian
Korban kemudian menawarkan pembayaran secara non-tunai melalui transfer atau QRIS, namun ditolak oleh pengemudi. Situasi memanas saat korban merekam kejadian tersebut menggunakan telepon genggam.
"Hal itu diduga memicu emosi pengemudi hingga melakukan perbuatan tidak menyenangkan. Korban sempat berteriak meminta pertolongan sehingga warga sekitar berdatangan, sementara pengemudi meninggalkan lokasi kejadian," ucapnya.
Salamun melanjutkan, selain melakukan pengecekan ke lokasi kejadian dan meminta klarifikasi terhadap CF, petugas Polsek Gamping juga melakukan wawancara terhadap saksi di sekitar lokasi. Selain itu, melakukan pengumpulan rekaman CCTV di sekitar TKP.
"Kami menegaskan bahwa penanganan perkara ini akan dilakukan secara profesional, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang serta tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada pihak kepolisian," pungkasnya.
(apl/apl)












































Komentar Terbanyak
Kasus Hogi Vs Jambret Disetop, Kapolres-Kasat Lantas Sleman Dicopot
Profil Kombes Edy Setyanto Erning Wibowo Kapolresta Sleman yang Dinonaktifkan
Kasat Lantas Polresta Sleman Juga Dicopot Buntut Kasus Hogi Vs Jambret