Wanita muda asal Jakarta, Khalisha Kyandhra Putri Haryadi, menggeluti bisnis yang cukup unik di Jogja. Khalisha merintis usaha pembuatan buku menu hingga kini meraup omzet hingga ratusan juta rupiah.
Usaha ini digeluti Khalisha setelah sempat mengenyam satu semester bangku kuliah di Surabaya. Keputusan tersebut diambil karena dia melihat peluang besar di industri kreatif kuliner.
"Melihat perkembangan dan peluang usaha yang menarik, selesai satu semester di Surabaya saya memutuskan menetap di sini (Jogja)," kata Khalisha kepada wartawan, Rabu (4/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bisnis yang digelutinya cukup unik, yakni produksi buku menu untuk restoran, kafe, dan hotel. Meski baru berjalan kurang dari setahun, usaha yang dia rintis ini berkembang pesat.
Pasarnya tak hanya di Pulau Jawa. Produk buatan Khalisha sudah dikirim ke Bali, Medan, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Bahkan, produknya sudah menembus pasar internasional.
"Pernah mendapat pesanan sebanyak 80 buku menu untuk restoran sushi dan bar Temaki yang beroperasi di Amerika Serikat," ungkap gadis kelahiran Jakarta, 22 Agustus 2007 ini.
Khalisha Kyandhra Putri Haryadi yang memproduksi buku menu untuk restoran. Foto: Dok. Khalisha |
Pekerjakan 6 Karyawan
Kini, bisnis Khalisha mampu mempekerjakan enam karyawan tetap dengan kapasitas produksi sekitar 100 buku menu per hari. Omzet yang dia kantongi pun terbilang fantastis untuk remaja seusianya.
"Omzet bulanannya berada di kisaran Rp 100 juta. Saat pesanan membludak, saya menambah tenaga lepas," ujarnya.
Kesuksesan ini bermula dari keisengan saat liburan lulus SMA pada 2025. Saat itu, dia berkunjung ke workshop cetak album foto milik ayahnya di Sleman. Sambil menunggu masa perkuliahan dimulai, dia mencoba membuat produk turunan selain album foto.
Modal Tabungan Rp 5 Juta
Bermodal tabungan sendiri sebesar Rp 5 juta, dia meminta izin sang ayah untuk menggunakan sebagian ruang workshop. Uang itu dia gunakan untuk membuat situs web dan biaya iklan digital.
"Uang itu saya gunakan untuk membangun situsbukumenu.com, biaya iklan Meta, dan produksi tahap awal," jelas dia.
Strategi pemasarannya terbukti ampuh. Orderan pertama datang dari Bandung tak lama setelah iklan tayang pada Juli 2025. Seiring berjalannya waktu, dia terus memperbaiki kualitas produk, mulai dari penggunaan bahan anti air hingga teknik jilid yang awet.
Meski kini sukses berbisnis, Khalisha tidak melupakan pendidikannya. Kepindahannya ke Yogyakarta juga dibarengi rencana melanjutkan kuliah di jurusan Kedokteran Gigi di salah satu universitas swasta di Yogyakarta.
"Cita-cita saya sejak kecil ingin menjadi dokter gigi," pungkasnya.
(apl/aku)













































Komentar Terbanyak
Viral Pasangan Mesum di Taksi Online, Begini Cerita Sopirnya
Heboh Pengelola Pemancingan di Gunungkidul Dipolisikan Usai Tangkap Maling Ikan
Mendikti Ungkap RI Kini Punya 12 Ribu Profesor: Ujung Tombak Pengembangan Iptek