Renungan Harian Katolik 4 Februari 2026 dan Bacaan Hari Ini: Kerendahan Hati

Renungan Harian Katolik 4 Februari 2026 dan Bacaan Hari Ini: Kerendahan Hati

Santo - detikJogja
Rabu, 04 Feb 2026 04:00 WIB
Renungan harian Katolik
Renungan harian Katolik. (Foto: Pexels/Pixabay)
Jogja -

Bagi umat Katolik, renungan harian Katolik hari ini adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.

Berdasarkan Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 4 Februari 2026 merupakan hari Rabu biasa dengan peringatan kisah Santo Yohanes de Britto, Martir; Santo Isodorus dari Mesir, Pengaku Iman; Santa Katarina Dei Ricci, Perawan; dan Santa Yoana Valois, Pengaku Iman. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah hijau.

Mengangkat tema tentang kesombongan dan kerendahan hati, mari simak renungan Katolik hari Rabu, 4 Februari 2026 yang dihimpun dari buku "Inspirasi Pagi" oleh M Constantin FSGM. Renungan harian Katolik berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil dan doa Katolik hari ini sebagai penutup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Renungan Katolik Hari Ini Rabu, 4 Februari 2026

Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 4 Februari 2026

Sebelum berefleksi dalam renungan Katolik hari ini, umat dapat membaca bacaan Katolik hari ini, 4 Februari 2026. Adapun menurut kalender liturgi Komisi Liturgi KWI, bacaan Katolik hari ini dimulai dengan 2Sam. 24:2,9-17; 3:12-13; dilanjut Mazmur Mzm. 32:1-2,5,6,7; kemudian 1Kor. 1:26-31 bacaan Injil Mrk. 6:1-6; dan bacaan ofisi Kej 31:1-21. Berikut ini uraiannya:

ADVERTISEMENT

Bacaan I 2Sam. 24:2,9-17

  • 2Sam 24:2 Lalu berkatalah raja kepada Yoab dan para panglima tentara yang bersama-sama dengan dia: "Jelajahilah segenap suku Israel dari Dan sampai Bersyeba; adakanlah pendaftaran di antara rakyat, supaya aku tahu jumlah mereka."
  • 2Sam 24:9 Lalu Yoab memberitahukan kepada raja hasil pendaftaran rakyat. Orang Israel ada delapan ratus ribu orang perangnya yang dapat memegang pedang; dan orang Yehuda ada lima ratus ribu.
  • 2Sam 24:10 Tetapi berdebar-debarlah hati Daud, setelah ia menghitung rakyat, lalu berkatalah Daud kepada TUHAN: "Aku telah sangat berdosa karena melakukan hal ini; maka sekarang, TUHAN, jauhkanlah kiranya kesalahan hamba-Mu, sebab perbuatanku itu sangat bodoh."
  • 2Sam 24:11 Setelah Daud bangun dari pada waktu pagi, datanglah firman TUHAN kepada nabi Gad, pelihat Daud, demikian:
  • 2Sam 24:12 "Pergilah, katakanlah kepada Daud: Beginilah firman TUHAN: tiga perkara Kuhadapkan kepadamu; pilihlah salah satu dari padanya, maka Aku akan melakukannya kepadamu."
  • 2Sam 24:13 Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: "Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau melarikan diri tiga bulan lamanya dari hadapan lawanmu, sedang mereka itu mengejar engkau? Atau, akan adakah tiga hari penyakit sampar di negerimu? Maka sekarang, pikirkanlah dan timbanglah, jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang mengutus aku."
  • 2Sam 24:14 Lalu berkatalah Daud kepada Gad: "Sangat susah hatiku, biarlah kiranya kita jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab besar kasih sayang-Nya; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia."
  • 2Sam 24:15 Jadi TUHAN mendatangkan penyakit sampar kepada orang Israel dari pagi hari sampai waktu yang ditetapkan, maka matilah dari antara bangsa itu, dari Dan sampai Bersyeba, tujuh puluh ribu orang.
  • 2Sam 24:16 Ketika malaikat mengacungkan tangannya ke Yerusalem untuk memusnahkannya, maka menyesallah TUHAN karena malapetaka itu, lalu Ia berfirman kepada malaikat yang mendatangkan kemusnahan kepada bangsa itu: "Cukup! Turunkanlah sekarang tanganmu itu." Pada waktu itu malaikat TUHAN itu ada dekat tempat pengirikan Arauna, orang Yebus.
  • 2Sam 24:17 Dan berkatalah Daud kepada TUHAN, ketika dilihatnya malaikat yang tengah memusnahkan bangsa itu, demikian: "Sesungguhnya, aku telah berdosa, dan aku telah membuat kesalahan, tetapi domba-domba ini, apakah yang dilakukan mereka? Biarlah kiranya tangan-Mu menimpa aku dan kaum keluargaku."

Bacaan Mazmur Mzm. 32:1-2,5,6,7

  • Mzm 32:1 Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!
  • Mzm 32:2 Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!
  • Mzm 32:5 Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela
  • Mzm 32:6 Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya.
  • Mzm 32:7 Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak. Sela

Bacaan Injil Mrk. 6:1-6

  • Mrk 6:1 Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia.
  • Mrk 6:2 Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?
  • Mrk 6:3 Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.
  • Mrk 6:4 Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya."
  • Mrk 6:5 Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.
  • Mrk 6:6 Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. (6-6b) Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.

Bacaan Ofisi Kej 31:1-21

  • Kej 31:1 Kedengaranlah kepada Yakub anak-anak Laban berkata demikian: "Yakub telah mengambil segala harta milik ayah kita dan dari harta itulah ia membangun segala kekayaannya."
  • Kej 31:2 Lagi kelihatan kepada Yakub dari muka Laban, bahwa Laban tidak lagi seperti yang sudah-sudah kepadanya.
  • Kej 31:3 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Yakub: "Pulanglah ke negeri nenek moyangmu dan kepada kaummu, dan Aku akan menyertai engkau."
  • Kej 31:4 Sesudah itu Yakub menyuruh memanggil Rahel dan Lea untuk datang ke padang, ke tempat kambing dombanya,
  • Kej 31:5 lalu ia berkata kepada mereka: "Telah kulihat dari muka ayahmu, bahwa ia tidak lagi seperti yang sudah-sudah kepadaku, tetapi Allah ayahku menyertai aku.
  • Kej 31:6 Juga kamu sendiri tahu, bahwa aku telah bekerja sekuat-kuatku pada ayahmu.
  • Kej 31:7 Tetapi ayahmu telah berlaku curang kepadaku dan telah sepuluh kali mengubah upahku, tetapi Allah tidak membiarkan dia berbuat jahat kepadaku.
  • Kej 31:8 Apabila ia berkata: yang berbintik-bintiklah akan menjadi upahmu, maka segala kambing domba itu beroleh anak yang berbintik-bintik; dan apabila ia berkata: yang bercoreng-corenglah akan menjadi upahmu, maka segala kambing domba itu beroleh anak yang bercoreng-coreng.
  • Kej 31:9 Demikianlah Allah mengambil ternak ayahmu dan memberikannya kepadaku.
  • Kej 31:10 Pada suatu kali pada masa kambing domba itu suka berkelamin, maka aku bermimpi dan melihat, bahwa jantan-jantan yang menjantani kambing domba itu bercoreng-coreng, berbintik-bintik dan berbelang-belang.
  • Kej 31:11 Dan Malaikat Allah berfirman kepadaku dalam mimpi itu: Yakub! Jawabku: Ya Tuhan!
  • Kej 31:12 Lalu Ia berfirman: Angkatlah mukamu dan lihatlah, bahwa segala jantan yang menjantani kambing domba itu bercoreng-coreng, berbintik-bintik dan berbelang-belang, sebab telah Kulihat semua yang dilakukan oleh Laban itu kepadamu.
  • Kej 31:13 Akulah Allah yang di Betel itu, di mana engkau mengurapi tugu, dan di mana engkau bernazar kepada-Ku; maka sekarang, bersiaplah engkau, pergilah dari negeri ini dan pulanglah ke negeri sanak saudaramu."
  • Kej 31:14 Lalu Rahel dan Lea menjawab Yakub, katanya: "Bukankah tidak ada lagi bagian atau warisan kami dalam rumah ayah kami?
  • Kej 31:15 Bukankah kami ini dianggapnya sebagai orang asing, karena ia telah menjual kami? Juga bagian kami telah dihabiskannya sama sekali.
  • Kej 31:16 Tetapi segala kekayaan, yang telah diambil Allah dari ayah kami, adalah milik kami dan anak-anak kami; maka sekarang, perbuatlah segala yang difirmankan Allah kepadamu."
  • Kej 31:17 Lalu bersiaplah Yakub, dinaikkannya anak-anaknya dan isteri-isterinya ke atas unta,
  • Kej 31:18 digiringnya seluruh ternaknya dan segala apa yang telah diperolehnya, yakni ternak kepunyaannya, yang telah diperolehnya di Padan-Aram, dengan maksud pergi kepada Ishak, ayahnya, ke tanah Kanaan.
  • Kej 31:19 Adapun Laban telah pergi menggunting bulu domba-dombanya. Ketika itulah Rahel mencuri terafim ayahnya.
  • Kej 31:20 Dan Yakub mengakali Laban, orang Aram itu, dengan tidak memberitahukan kepadanya, bahwa ia mau lari.
  • Kej 31:21 Demikianlah ia lari dengan segala harta miliknya. Ia berangkat, menyeberangi sungai Efrat dan berjalan menuju pegunungan Gilead.

Renungan Harian Katolik Rabu 4 Februari 2026

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, pernahkah Anda bertemu dengan orang yang suka meremehkan dan merasa paling tahu segalanya? Apa yang akan Anda lakukan jika bertemu dan berbincang-bincang dengan orang seperti itu?

Berdasarkan pengamatan saya, orang yang demikian cenderung dihindari dan didiamkan. Pribadi yang demikian sering dilabeli sebagai orang yang sombong. Sikap sombong tidak pernah membawa keuntungan, sebaliknya selalu membawa kerugian, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Kesombongan membuat manusia menutup diri dari kebenaran, sebab ia merasa sudah paling tahu dan paling benar. Dalam tradisi filsafat, terutama sejak Sokrates, kebijaksanaan justru dimulai dari kesadaran akan keterbatasan diri.

Orang yang sombong sulit belajar, sulit mendengarkan, dan akhirnya terjebak dalam kesalahan yang berulang. Selain itu, kesombongan merusak relasi sosial karena menghilangkan sikap saling menghargai dan bahkan bisa menutup pintu rahmat.

Bacaan Injil hari ini semakin menegaskan bahwa kesombongan hati dan ketertutupan iman dapat meniadakan karya Allah yang besar. Orang-orang Nazaret sebenarnya takjub melihat hikmat dan kuasa Yesus. Namun, ketakjuban itu tidak membuahkan iman.

Mereka terjebak pada cara pandang yang dangkal: Melihat Yesus hanya dari latar belakang-Nya, bahwa Dia ini seorang tukang kayu, anak Maria, yang mereka kenal sejak kecil. Hati mereka tertutup oleh prasangka dan rasa "sudah tahu segalanya".

Akibatnya, mereka menolak untuk percaya bahwa Allah dapat berkarya melalui pribadi yang tampak biasa. Melalui kisah ini, kita melihat hubungan erat antara iman dan mukjizat. Dikatakan bahwa Yesus "tidak dapat mengadakan satu mukjizat pun di sana".

Ini bukan karena kuasa Yesus terbatas, melainkan karena hati manusia yang menolak untuk terbuka. Mukjizat bukan sekadar peristiwa spektakuler, melainkan merupakan tanda kehadiran Allah yang hanya dapat diterima oleh mereka yang rendah hati dan percaya.

Kesombongan membuat manusia merasa tidak membutuhkan Allah, sehingga rahmat pun tidak mendapat ruang untuk bekerja. Tidak jarang kita pun bersikap seperti orang-orang Nazaret itu. Kita membatasi Allah dengan ukuran, pengalaman, dan penilaian kita sendiri.

Kita meremehkan orang lain, bahkan meremehkan cara Allah bekerja, hanya karena tidak sesuai dengan harapan atau logika kita. Tanpa sadar, kita menutup pintu bagi mukjizat yang telah direncanakan Allah bagi hidup kita, yakni rahmat rekonsiliasi, pertobatan, pengampunan, dan kedamaian batin.

Hari ini, kita diajak untuk memeriksa hati: Apakah kita sudah memiliki kerendahan hati saat berhadapan dengan Allah dan sesama? Kerendahan hati adalah tanah yang subur bagi iman. Marilah kita belajar menjadi pribadi yang rendah hati, mau mendengarkan, dan mau percaya, agar mukjizat Tuhan mengubah hidup kita.

Doa Katolik Hari Ini

Ya Tuhan, ingatlah kiranya akan perjanjian kudus yang telah Kaubaharui dalam darah Anak Domba. Semoga umat-Mu menerima pengampunan dosa dan kian hari kian menikmati keselamatan.

Demi Yesus Kristus, Putra-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Demikian renungan harian Katolik hari ini Rabu, 4 Februari 2026 dengan bacaan Injil dan doa penutup. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita. Amin.

FAQ

1. Renungan harian Katolik 4 Februari 2026 tentang apa?

Renungan Katolik hari ini 4 Februari 2026 mengangkat refleksi tentang kesombongan dan kerendahan hati.

2. Apa bacaan Injil Katolik hari ini 4 Februari 2026?

Bacaan Injil Katolik 4 Februari 2026 adalah Markus 6 mulai dari ayat 1 sampai 6.

3. Kisah siapa yang diperingati dalam Liturgi Katolik hari ini 4 Februari 2026?

Dalam renungan harian Katolik 4 Februari 2026, kita juga merenungi kisah Santo Yohanes de Britto (Martir), Santo Isodorus dari Mesir (Pengaku Iman), Santa Katarina Dei Ricci (Perawan), dan Santa Yoana Valois (Pengaku Iman).




(sto/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads