Perawat RSA UGM Viral Disebut Ikut Hina Pasien BPJS Yurizal

Perawat RSA UGM Viral Disebut Ikut Hina Pasien BPJS Yurizal

Adji G Rinepta - detikJogja
Kamis, 06 Agu 2026 15:31 WIB
Ilustrasi perawat
Ilustrasi perawat hina pasien BPJS. Foto: Getty Images/Korrawin
Sleman -

Tak hanya residen di RSUP Dr Sardjito yang viral karena menghina Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS Kesehatan yang sebelum meninggal mengeluhkan harus menunggu kamar rawat inap selama delapan jam. Seorang tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM diketahui juga memberi komentar nyinyir kepada almarhum.

Nakes RSA UGM itu disebut bernama Dika Purnomo Aji dengan nama akun Threads @1amdika. Ia turut memberi komentar di utas Yurizal Tri Chaerawan, @yurizaltrich, yang bernada nyinyir.

"Serangan jantung mas nek pingin cepet, IGD langsung Cathlab terus budal ICU," tulis akun @1amdika mengomentari utas @yurizaltrich. Jika diterjemahkan "Serangan jantung mas kalau ingin cepat (dapat kamar), IGD langsung Cathlab lalu pergi ke ICU."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Identitas akun @1amdika pun dibongkar oleh akun Threads lainnya, @_healergaroet. Dalam utasnya, @_healergaroet menyebut pemilik akun @1amdika adalah Dika Purnomo Aji yang bekerja sebagai nakes di RSA UGM.

ADVERTISEMENT

"Dika Purnomo Aji kerja di RS Akademik UGM itu. LinkedIn sama IG ybs nonaktif. Spam google review & IG RS nya. Sanksi Sosial total Berjalan. Anggap aja ini Pertolongan untuk Mendiang dan Karma untuk Pelaku Bully," tulis akun @_healergaroet.

Dimintai konfirmasi mengenai kebenaran informasi itu, Direktur Utama RSA UGM, dr Darwito pun membenarkan bahwa Dika Purnomo Aji adalah salah satu nakes di RSA UGM.

"Perawat. Iya (baru setahun bertugas). Saya lupa ya (bertugas di poli apa), tapi itu perawat RSA. Itu (status pegawainya) nanti masih saya belum tahu pasti, tapi intinya bahwa dia bekerja di RSA," jelas Darwito saat dihubungi, Kamis (6/8/2026).

Adapun mengenai komentar yang ditulis Dika, kata Darwito, sudah ditindaklanjuti oleh tim etik dan hukum RSA UGM. Dika pun dipanggil dan dimintai klarifikasi hari ini.

"Tentu ada aturannya, sudah ada aturan di rumah sakit kita, begitu. Perilaku seluruh civitas hospitalia dan akademika, yaitu bahwa mulai dari perawatnya, dokternya, koas, residen, trainee, DPJP artinya dokter-dokter, itu ada aturannya," ujar Darwito.

"Ini sudah ditindaklanjuti oleh tim etik dan hukum, yang bersangkutan dipanggil. Di mana letaknya, apakah dia dikenakan apa bentuk-bentuk ya apakah teguran atau sanksi, ya itu kita serahkan pada tim etik dan hukum," lanjutnya.

Di sisi lain, Darwito menegaskan, Yurizal Tri Chaerawan bukan pasien RSA UGM dan kejadian tersebut tidak terjadi di RSA UGM. Meski begitu, Darwito tetap menyayangkan adanya komentar-komentar nyinyir di media sosial atas kejadian yang dialami Yurizal Tri Chaerawan.

"Pasien tersebut kan tidak di RSA sebenarnya. Pasien tersebut itu di rumah sakit lain. Nah kemudian dia tuh komentar di medsosnya begitu. Ya memang orang menggunakan sosmed ya harus berarti mempunyai etika. Tidak menyalahkan orang lain, tidak bikin satu justifikasi dan yang lain," pungkasnya.



(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads